Skenario dari Masa Lalu
Maaf, suratmu baru terbaca. Intinya begini: Diperlukan banyak kata untuk menuliskan sebuah cerita dengan satu premis utama itu sudah sangat…
Maaf, suratmu baru terbaca. Intinya begini: Diperlukan banyak kata untuk menuliskan sebuah cerita dengan satu premis utama itu sudah sangat…
Bagi Dom, kebisingan pucuk sore di sepanjang Jalan Wastukencana tidak hanya berasal dari klakson kendaraan, melainkan dari ribuan kata dan…
Ku berikan kau nyala api. Tiuplah. Dan kau meniupnya—pelan, lalu keras, sampai api itu membesar, menjilat wajahku, membakar kulitku hingga…
Udara di dalam kelas XII-C siang itu terasa lebih gerah dari biasanya, padahal mesin pendingin ruangan sudah bekerja maksimal. Suara…
Aku duduk sendirian di atas tumpukan kardus basah yang mulai mengeluarkan bau apek di pinggir kali. Pandanganku tertuju pada langit…
Lampu-lampu redup menggantung lesu di langit-langit sebuah gedung teater tua yang megah. Ruangan itu terasa terlalu besar untuk jumlah penonton…
Suasana pagi di Kutawaringin terasa lambat pasca-lebaran. Jalan-jalan masih basah oleh sisa hujan semalam. Aroma tanah lembap bercampur sisa perayaan…
Sungguh, aku tidak pernah menyalahkanmu ketika kau memilih pergi pada waktu itu. Kepergian, kupikir, adalah hak paling sunyi yang dimiliki…
Sore merayap lambat dengan langit yang mulai kehilangan binar jingganya, tertutup gumpalan awan kelabu yang menggantung rendah di atas Kota…