DEMOKRASI NEGERIKU
Ritual demokrasi adalah pembulat peradaban, tapi bukan segalanya..
Mungkin kita hadir disana, atau memandang saja dari kegelapan.
Lalu orang berujar, jangan sekedar jadi penonton, jadilah pelaku sejarah!
Ya, jadilah pelaku sejarah demokrasi dalam baskom yang diobok-obok elite politik negeri ini.
Ngiauw…
Suara kucing taring benalu, mengatasnamakan rakyat menggondol habis harta negara.
Bahkan tak malu menyuruh bangsa lain menguras tandas isi perut bumi bangsa ini dengan menggunakan undang-undang yang katanya,
dibuat secara demokratis di parlemen untuk kemakmuran rakyat.
Jika ada yang protes, dengan ringan mereka berujur: “ubah dulu dong, undang-undangnya!”.
Barangkali inilah potret bangsa yang lalai dan tidak setia pada jati dirinya.
Potret sebuah bangsa yang pemimpinnya lebih percaya dan mengagungkan nyanyian surga yang diperdengarkan bangsa lain.
Inikah demokrasi yang jadi mimpi kita semua?
Tentu saja, tidak!
Janganlah buruk rupa cermin dibelah,
begitu kata pepatah.
Negara ini dibuat dengan sengaja,
bukan lahir karena bocoran kondom!
Jadi bangkitlah
kenalilah diri sendiri,
Beri segenggam arti yang mampu diberikan.
Disanalah lubuk hati demokrasi yang jadi impian.
Demokrasi yang menerima dan memberi arti pada setiap insan negeri ini.
Ngiauw…
Kucing taring benalu lari terbirit birit
Lari mencari induknya!
2014

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
MENANTI SUBUH
Menanti subuh menjelang
Mengantar harapan pada kehidupan
Bukan sekedar doa dan mazmur tentang jalan panjang kabar suka cita peradaban manusia..
Lalu apa yang masih dapat dituai
Dalam usia yang masih tersisa.
: adakah rasa bijak bagi sesama dalam laku yang nyata, atas anugerah-Nya yang melimpah?
Aku tak mampu berpaling
Betapa pun kadang suara-Mu samar terdengar
2014









