PUISI Yesmil Anwar

SANG HUKUM

SANG HUKUM

Mengapa saya harus ditegakan, dijunjung tinggi dengan mengatakan;
“langit boleh runtuh hukum harus ditegakan..”. begitu kamu ujarkan.
Lalu kamu buat seolah-olah saya lebih tinggi dari semua kepentinganmu
Kamu ciptakan slogan-slogan untuk menyatakan tegaknya diri saya
Lalu dengan lantang kamu katakan, semua orang sama di depan hukum.
Dihadapan saya….?

Lalu untuk melestarikannya, kamu ciptakan universitas, mempertemukan orang orang yg akan memuja saya, mahasiswa, dosen, profesor guna mengenal saya dengan baik, katamu.
Kamu buat berbagai institusi dan kantor untuk mengurus saya..
Kamu buat pengadilan untuk mewujudkan tegaknya diri saya
Kamu buat penjara untuk memamerkan kekuasaanmu menghukum orang yang tidak sejalan dengan saya menurut kamu. Alangkah sibuknya…

Kamu tandingkan dan sandingkan saya dengan politik, dan kekuasaan.dll.
Kamu padupadankan saya dengan keadilan, dan kamu pecah diri saya menjadi bagian-bagian kepentinganmu
kamu tumbuhkembangan saya dengan persilangan bayi tabung

Semuanya untuk kemanfaat bagimu?

janganlah kamu lupa bahwa di atas langit ada langit. Ada hukum keabadian dari Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran, dari Sepuluh Perintah Tuhanmu pada Musa, yang kau adaptasi menjadi hukum yang kau tegakan..

Kamu tak akan pernah dapat menegakan diri saya tanpa hukum keabadian..
janganlah kamu memperdebatkan saya layaknya si buta, memperdebatkan bentuk seekor gajah..
Jika kamu ingin mendapatkan manfaat
keadikan dan kebenaran dari tegaknya diri saya,
perlakukanlah saya seperti ketika Allah mengajar makhluk-Nya yang bernama manusia untuk mengenal alam semesta.
mengejakannya satu persatu dengan sabar penuh cinta..

Kekeliruan utamamu adalah saat hukum yang kamu agung-agungkan itu macet, rusak, menjijikan, berbau busuk, karena kamu pisahkan begitu saja diri saya dari hukum keabadian…

Muliakanlah hukum sebagaimana fitrahnya, jangan pernah berharap banyak pada hukum yang kamu tegakan dengan kejumawaanmu..

Allah menciptakan hukum sebagai makhluk-Nya yang mulia lebih dulu ketimbang menciptakan dirimu
Allah menciptakan hukum keteraturan alam semesta…
Dan memasukan dirimu dalam peredaran alam semesta, dalam keteraturan-Nya
Yang Maha Memiliki Kebenaran,
Yang Maha Mengadili,
Yang Maha Tepat Tindakannya,

Yang Maha Menetapkan Hukum

2019

MENGUKUR LANGKAH DAN SEGALANYA

Lalu kita memulai segalanya dengan ukur mengukur…
Kita ukur langkah saat berolah raga…
Kita ukur suhu badan, detak jantung, denyut nadi dan tinggi rendahnya tekanan darah
Seraya kita cocokan dengan tabel normalitas…

Semuanya demi mata hati yang kita yakini sebagai anugerah Allah
Tidak ada yang luput dalam ukuran-Nya
Lalu kita tersenyum membawa segalanya ke puncak bahagia…

Kita ukurkah langkah menuju liang lahat,
Langkah ke Padang Mahsyar Langkah menuju surga dan neraka?

Kita hitung langkah dalam butir-butir tasbih…
Sudahkah kita
mengukur kasih sayang Allah pada makhluk yang bernama manusia_ untuk apa?

Ya, kita tidak mengukur langkah dan segalanya setelah mati…

2025

PUISI Hermana HMT
Baca Tulisan Lain

PUISI Hermana HMT

Yesmil Anwar, S.H., M.Si.

Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *