PUISI Yesmil Anwar

mural di ruang kalbu

SANG HUKUM(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Mengapa saya harus ditegakan, dijunjung tinggi dengan mengatakan;
“langit boleh runtuh hukum harus ditegakan..”. begitu kamu ujarkan.
Lalu kamu buat seolah-olah saya lebih tinggi dari semua kepentinganmu
Kamu ciptakan slogan-slogan untuk menyatakan tegaknya diri saya
Lalu dengan lantang kamu katakan, semua orang sama di depan hukum.
Dihadapan saya….?(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Lalu untuk melestarikannya, kamu ciptakan universitas, mempertemukan orang orang yg akan memuja saya, mahasiswa, dosen, profesor guna mengenal saya dengan baik, katamu.
Kamu buat berbagai institusi dan kantor untuk mengurus saya..
Kamu buat pengadilan untuk mewujudkan tegaknya diri saya
Kamu buat penjara untuk memamerkan kekuasaanmu menghukum orang yang tidak sejalan dengan saya menurut kamu. Alangkah sibuknya…(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Kamu tandingkan dan sandingkan saya dengan politik, dan kekuasaan.dll.
Kamu padupadankan saya dengan keadilan, dan kamu pecah diri saya menjadi bagian-bagian kepentinganmu
kamu tumbuhkembangan saya dengan persilangan bayi tabung(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Semuanya untuk kemanfaat bagimu?(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

janganlah kamu lupa bahwa di atas langit ada langit. Ada hukum keabadian dari Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran, dari Sepuluh Perintah Tuhanmu pada Musa, yang kau adaptasi menjadi hukum yang kau tegakan..(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Kamu tak akan pernah dapat menegakan diri saya tanpa hukum keabadian..
janganlah kamu memperdebatkan saya layaknya si buta, memperdebatkan bentuk seekor gajah..
Jika kamu ingin mendapatkan manfaat
keadikan dan kebenaran dari tegaknya diri saya,
perlakukanlah saya seperti ketika Allah mengajar makhluk-Nya yang bernama manusia untuk mengenal alam semesta.
mengejakannya satu persatu dengan sabar penuh cinta..(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Kekeliruan utamamu adalah saat hukum yang kamu agung-agungkan itu macet, rusak, menjijikan, berbau busuk, karena kamu pisahkan begitu saja diri saya dari hukum keabadian…(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Muliakanlah hukum sebagaimana fitrahnya, jangan pernah berharap banyak pada hukum yang kamu tegakan dengan kejumawaanmu..(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Allah menciptakan hukum sebagai makhluk-Nya yang mulia lebih dulu ketimbang menciptakan dirimu
Allah menciptakan hukum keteraturan alam semesta…
Dan memasukan dirimu dalam peredaran alam semesta, dalam keteraturan-Nya
Yang Maha Memiliki Kebenaran,
Yang Maha Mengadili,
Yang Maha Tepat Tindakannya,(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Yang Maha Menetapkan Hukum(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

2019(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

MURAL DI RUANG KALBU(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Allah melukis mural di ruang kalbu kita.(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Di dinding, langit-langit,
dan di permukaan datar yang kosong
dalam kalbu kita.(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Dia melukis dengan penuh kecintaan
pada makhluk-Nya yang bernama manusia.(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Mural Allah bagai ayat-ayat
yang tidak terlukis dalam kitab suci,
namun menghias dinding kosong kalbu kita
dengan indahnya.(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Mengusir rasa sepi
di jalan lurus yang penuh gamang.(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Mural Allah berwarna-warni,
dengan aneka bentuk yang mengundang tafsir.(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Kalbu yang kosong,
kering meranggas,
terpapar jelaga kefaanaan hidup,
terobati oleh lukisan mural keilahian-Nya(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Memberikan rasa nyaman
yang tak terperi.(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Liukan garis penuh nada cinta
mengisi ruang kosong dinding,
langit-langit,
dan ruang datar yang sepi …(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Allah Pelukis Mural Maha Agung,
memberikan kedamaian dalam jiwa
penuh kehangatan(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

2025(Source: kosapoin.com/puisi-yesmil-anwar-41)

Yesmil Anwar, S.H., M.Si.

Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *