HAIKU Yesmil Anwar

72 haiku yesmil anwar

(1)
Garis pesisir
Bayangan laut pasang
Rindu menghambur

(2)
Landep tertidur
Dibuai angin malam
Esok kan datang

(3)
Ashar menjelang
Waktu begitu cepat
Hidup yang fana

(4)
Membaca qur’an
Tadabur kandungannya
Pedoman hidup

(5)
Rawa rembulan
Rayuan lagu cinta
Katak birahi

(6)
Sebuah kursi
Sore sepi sendiri
Di ruang kosong

(7)
Deretan kursi
Diam dibeku malam
Panggung yang kosong

(8)
Harum semerbak
Setangkai sedap malam
Merangkai sunyi

(9)
Kanopi hutan
Getar suara malam
Hati terpasung

(10)
Aku dan bulan
Bertiga dengan bayang
Mabuk cahaya

(11)
Rembulan subuh
Labuh terang benderang
Cahaya kalbu

(12)
Kursi terdakwa
Seonggok keadilan
Di palu hakim

(13)
Seulas sabit
Senyum di ujung subuh
Sambut mentari

(14)
Kupu kepompong
Swara detak jam dinding
Menjemput waktu

(15)
Menyimak al kaf
Masehi dan hijriah
Dua saudara

(16)
Seraut wajah
Aroma kaca piring
Senyum ibunda

(17)
Duduk melingkar
Tari topeng satu ting
Malam yang hening

(18)
Siang yang hening
Di tubuh topeng
Rajah-Mu_ya rabb.

(19)
Di ujung tangis
Sinar rembulan redup
Mawar terbelah

(20)
Cahaya subuh
Sisa hujan semalam
Terawang kalbu

(21)
Bergegas pulang
Bintang bersinar terang
Kecupan mesra

(22)
Sunyi tenggelam
Samudra keheningan
Mencari diri

(23)
Di ufuk timur
Bangkit hijab kartini
Emansipasi

(24)
Terbitlah terang
Kartini pewaris pesan
Lautan hijab

(25)
Sebuah taman
Sunyi sepi berbaring
Keabadian

(26)
Nabi muhammad
Ke sidratul muntaha
Isra dan miraj

(27)
Kekasih Allah
Tamasya di malam hari
Jangan bersedih

(28)
Kekasih Allah
Ke sidratul muntaha
Tamasya malam

(29)
Liukmu sabit
Menggamit kercip bintang
Mengajak pulang

(30)
Lentera jumat
Terangi relung iman
Merawat niat

(31)
Sepi yang diam
Senja turun perlahan
Rindu siapa

(32)
Sawah membayang
Jendela kereta senja
Jalan berliku

(33)
Peminjam waktu
Dari subuh ke magrib
Shaum ramadhan

(34)
Di satu juni
Lahirnya pancasila
Anugrah Allah

(35)
Dari laufmafudz
Pustaka keagungan
Turun Al quran

(36)
Cahaya bulan
Di jenjang pengampunan
Ramadhan suci

(37)
Hati ramadhan
Cahya mentari senja
Jiwa yang damai

(38)
Kuliti bumi
Jemari-Mu nan Maha
Perlahan terang

(39)
Kereta malam
Mudik di ujung waktu
Peluit panjang

(40)
Sentuhan halus
Sunyi mencumbu malam
Bangkit perlahan

(41)
Di urat darah
Aroma malam stanza
Biduk pengantin

(42)
Seperti musim
Angin kemarau luruh
Album kenangan

(43)
Cahaya bulan
Retak di ujung kata
Masih setia

(44)
Sepanjang waktu
Mekar tunas syahadat
Di lubuk iman

(45)
Angin menurun
Aroma hutan jati
Bulan menghilang

(46)
Kelopak mawar
Gugur satu persatu
Kemarau basah

(47)
Mafia beras
Hisap darah petani
Lingkaran setan

(48)
Niat terpuji
Bongkar mafia beras
Petani senyum

(49)
Bulan terpancung
Lanang ditolak cinta
Kunang sembunyi

(50)
Bakar sekolah
Laku jiwa terkutuk
Murid berduka

(51)
Segugus sunyi
Satu tarikan nafas
Pendar gemintang

(52)
Memetik bulan
Meronce bintang-bintang
Kenangan bocah

(53)
Menyeka embun
Di meja tua kusam
Bayangan sunyi

(54)
Di ujung sabit
Sepi ditoreh malam
Rindu menetes

(55)
Usai terbakar
Tunas ilalang tumbuh
Dicumbu embun

(56)
Menghisap nekhtar
Paruh di kuntum bunga
Cericit pagi

(57)
Bangsa terusir
Berpayung sinar bulan
Jeritan pilu

(58)
Memetik mawar
Di hati rembulan
Aroma embun

(59)
Biduk tahajud
Lautan keheningan
Berdayung zikir

(60)
Seekor ketam
Merayap pantai pasang
Di lamun ombak

(61)
Satu gayung air
Larung nafsu dunia
Ke dalam kloset

(62)
Rumput cemberut
Hujan lama tak apel
Kemarau panjang

(63)
Bulan bertirai
Mengintip satu garis
Bayang bercumbu

(64)
Suara rebab
Senja di pondok tua
Menyapa sunyi

(65)
Kaki menjuntai
Senja di rumah pohon
Berkawan sunyi

(66)
Di lubuk hati
Bulan bercadar kabut
Rindu menajam

(67)
Cemara basah
Seberkas pendar hujan
Meniti sunyi

(68)
Langit purnama
Sungai putih melati
Cahaya hati

(69)
Di sabtu sore
Rinai memeluk sepi
Waktu memanjang

(70)
Ikut pilkada
Butuh modal segudang
Kalau mau menang

(71)
Ambisi nyalek
Cari suara masa
Jangan ke kutub

(72)
Menggendong bayi
Ikatan ibu anak
Bertukar kasih

HAIKU Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

HAIKU Yesmil Anwar

Yesmil Anwar, S.H., M.Si.

Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *