Pagi-pagi sekali di Sabtu 25 Juli 2026 halaman Art Center Garut sudah dipenuhi anak-anak SD/MI dan SMP/MTs yang memulai pemanasan dengan bermain olahraga tradisional. Rupanya sebagian dari mereka ada yang sudah datang sejak hari Jumat dan menginap / menempati Tenda-tenda Camping yang sudah disediakan Panitia mulai Tenda besar (Pleton), Ukuran sedang untuk kapasitas 10-15 orang hingga tenda-tenda kecil berkapasitas 4-6 orang.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, mulai Jumat (24/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026), bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Ketua pelaksana, Irno Sukarno menyampaikan, ratusan peserta dari berbagai sekolah mengikuti beragam cabang olahraga tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. “Mulai dari tarumpah panjang, egrang estafet, egrang halang-rintang, hadang, dagongan, lari balok, hingga balap karung, seluruh pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan guru, orang tua, dan panitia,” ungkap Irno di sela-sela acara, Sabtu (25/07/2026).(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
Menurut Irno, rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pengundian nomor pertandingan, penyampaian laporan Ketua Pelaksana, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, S,Ip.,M.Si. “Pembukaan ditandai dengan foto bersama panitia dan peserta serta simbolis dimulainya pertandingan untuk Cabang Olahraga Tradisional (Cabot) oleh Kadispora yang hadir mewakili Bupati Garut,” ujarnya.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
Irno juga menjelaskan, kompetisi dibagi ke dalam dua kategori, yakni tingkat SD/MI dan SMP/MTs, sehingga setiap peserta dapat bersaing dengan lawan seusianya. Ia menyebutkan, event ini sebetulnya dilaksanakan oleh Irno Sukarno beserta Komunitasnya untuk ke 4 kalinya ; Pertama kali dilaksanakan di Situ Cibeureum pada masa Diki Chandra sebagai Wakil Bupati Garut kala itu, selanjutnya yang kedua dilaksanakan di Desa Wisata Ciburial Samarang, dan yang ketiga kalinya di Dayeuh Manggung.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
Kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas dibanding sekadar mencari juara. Menurutnya, olahraga tradisional merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dikenalkan kembali kepada generasi muda. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan prestasi olahraga tradisional di kalangan pelajar SD dan SMP sederajat, sekaligus memberikan pemahaman tentang budaya lokal Kabupaten Garut kepada generasi muda,” terangnya. Ia menilai perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai dibanding permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Karena itu, kompetisi seperti ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget sekaligus mengajak mereka lebih aktif bergerak, berinteraksi, dan mengenal nilai-nilai kebersamaan melalui permainan tradisional.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)

“Selain menjaga kesehatan fisik, olahraga tradisional juga mengajarkan kerja sama, sportivitas, konsentrasi, dan kekompakan antarpemain,” kata Irno. Irno berharap penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya dapat diikuti lebih banyak sekolah dari seluruh wilayah Kabupaten Garut sehingga pembinaan atlet olahraga tradisional semakin merata. “Harapan kami ke depan, seluruh sekolah di Kabupaten Garut dapat mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk mengikuti event ini sehingga olahraga tradisional semakin berkembang,” tambahnya. Irno menjelaskan, pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi tiga perangkat daerah, yakni Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Mengingat Olahraga Tradisional sebagai salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
Kolaborasi ini dinilai penting karena olahraga tradisional tidak hanya berkaitan dengan pembinaan prestasi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah yang memiliki nilai sejarah dan edukasi, serta bernuansa pariwisata, sehingga bisa juga menjadi bagian dari agenda SporTourism.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
Selama tiga hari pelaksanaan, setiap nomor pertandingan berlangsung kompetitif. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang yang menguji keseimbangan, kecepatan, kekompakan tim, hingga strategi bermain. Pada kategori SD/MI, SDN 3 Kota Kulon Garut Kota berhasil keluar sebagai Juara Umum setelah meraih sejumlah gelar juara pada berbagai nomor pertandingan. Posisi kedua ditempati MI Ciputat Limbangan, sedangkan MI Iqro Leles berada di peringkat ketiga. Berikut daftar juara kategori SD/MI:(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
- Egrang Halang Rintang: MI Ciputat Limbangan
- Egrang Estafet: MI Ciputat Limbangan
- Tarumpah Panjang: MI Iqro Leles
- Dagongan: SDN 3 Kota Kulon Garut Kota
- Hadang Putra: SDN 3 Kota Kulon Garut Kota
- Hadang Putri: SDN Parakan Samarang
- Lari Balok Putri: SDN 3 Kota Kulon Garut Kota
- Lari Balok Putra: MI Iqro Leles
- Balap Karung: MI Ciputat Limbangan
Sementara pada kategori SMP/MTs, dominasi ditunjukkan oleh MTsN 3 Garut Cisewu yang sukses meraih Juara Umum berkat keberhasilannya menjadi juara di sejumlah nomor pertandingan. Peringkat kedua diraih MTs Iqro Leles, sedangkan MTsN 2 Garut Cibatu menempati posisi ketiga.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
Adapun daftar juara kategori SMP/MTs meliputi:(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
- Egrang Halang Rintang: MTsN 3 Garut Cisewu
- Egrang Estafet: MTsN 3 Garut Cisewu
- Tarumpah Panjang: MTs Iqro Leles
- Dagongan: MTsN 3 Garut Cisewu
- Hadang Putra: MTs Iqro Leles
- Hadang Putri: SMPN 2 Leles
- Lari Balok Putri: MTsN 3 Garut Cisewu
- Lari Balok Putra: MTsN 2 Garut Cibatu
Penyelenggaraan Pertandingan Olahraga Tradisional 2026 diharapkan menjadi agenda rutin yang terus berkembang setiap tahun. Selain menjadi ajang pembinaan atlet usia dini, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Melalui olahraga tradisional, generasi muda tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga memahami nilai gotong royong, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah yang menjadi identitas Kabupaten Garut.(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)
Sumber Informasi: Irno Soekarno Putra
Pengunggah: Redaksi(Source: kosapoin.com/pertandingan-olahraga-tradisional-kembali-diselenggarakan-di-garut)









