Upaya mengungkap kekayaan intelektual dan budaya yang terkandung dalam epos La Galigo mendapat perhatian kalangan akademisi dan praktisi di berbagai bidang. Salah satu penelitian terbaru dilakukan oleh Dr. Agustina Kusuma Dewi, yang menempatkan La Galigo tidak hanya sebagai karya sastra klasik Bugis, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang merekam sejarah budaya, tradisi lisan, hingga perkembangan musik dan seni pertunjukan Nusantara.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Dalam rangka memperkaya data penelitian, Dr. Agustina yang merupakan Dosen dari Program Studi DKV ITENAS Bandung, melakukan serangkaian kunjungan akademik ke sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Dua agenda penting dalam penelitian tersebut adalah wawancara mendalam dengan pakar etnomusikologi di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta serta diskusi ilmiah bersama ahli La Galigo di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Makassar.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Kunjungan pertama dilakukan ke Institut Surakarta Indonesia (ISI) Surakarta, tempat Dr. Agustina bersama tim peneliti Jelajah Alih Wahana bertemu dengan Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum., seorang pakar etnomusikologi yang telah lama meneliti hubungan antara musik tradisional, ritual budaya, dan identitas masyarakat Nusantara.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Dalam wawancara tersebut, Dr. Zulkarnain menjelaskan bahwa La Galigo tidak dapat dipisahkan dari tradisi pertunjukan masyarakat Bugis. Menurutnya, pembacaan naskah, ritual adat, hingga berbagai bentuk seni pertunjukan tradisional selalu melibatkan unsur musikal yang menjadi media penyampai nilai-nilai budaya.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
“Musik dalam tradisi Bugis bukan sekadar pelengkap pertunjukan. Ia menjadi bagian dari narasi budaya yang menghubungkan manusia dengan sejarah, alam, dan nilai-nilai spiritual,” jelas Dr. Zulkarnain.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Ia menambahkan bahwa kajian etnomusikologi memberikan perspektif baru dalam memahami La Galigo. Melalui pendekatan tersebut, peneliti dapat melihat bagaimana struktur musikal, ritme, hingga penggunaan instrumen tradisional menjadi bagian dari proses pewarisan pengetahuan antargenerasi.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Bagi Dr. Agustina, pandangan tersebut membuka ruang analisis yang lebih luas. Penelitiannya tidak hanya memusatkan perhatian pada teks La Galigo, tetapi juga pada bagaimana epos tersebut hidup melalui tradisi lisan dan pertunjukan yang terus berkembang di tengah masyarakat.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Surakarta, penelitian dilanjutkan ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Makassar. Di kampus ini, Dr. Agustina melakukan wawancara dengan Prof. Dr. Nurhayati Rahman, M.S., salah satu akademisi yang dikenal luas karena kiprahnya dalam penelitian, transliterasi, penyuntingan, dan penerjemahan La Galigo. Prof. Nurhayati juga menjadi tokoh penting dalam berbagai proyek publikasi naskah La Galigo menurut naskah NBG 188, yang membuka akses lebih luas bagi masyarakat dan peneliti terhadap epos tersebut.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Nurhayati menjelaskan bahwa proses menerjemahkan La Galigo merupakan pekerjaan ilmiah yang sangat kompleks. Selain karena menggunakan bahasa Bugis kuno, naskah tersebut memiliki struktur puitik yang kaya akan simbol, metafora, dan konsep budaya yang tidak selalu memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
“Menerjemahkan La Galigo bukan hanya memindahkan kata demi kata. Yang jauh lebih penting adalah menjaga makna budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Prof. Nurhayati.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Ia juga menekankan bahwa setiap episode La Galigo menghadirkan lapisan makna yang berbeda, mulai dari konsep kepemimpinan, hubungan manusia dengan alam, sistem sosial, hingga pandangan kosmologi masyarakat Bugis. Karena itu, penelitian terhadap La Galigo membutuhkan pendekatan multidisipliner yang melibatkan sastra, sejarah, antropologi, filologi, hingga seni pertunjukan. Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai publikasi akademiknya mengenai kajian La Galigo dan warisan sastra Bugis.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Menurut Dr. Agustina, wawancara dengan Prof. Nurhayati yang juga didampingi Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, S.S., M.Hum., Ketua Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makasar yang juga terlibat pada proses validasi pakar, memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses penyuntingan dan penerjemahan naskah kuno serta pentingnya menjaga akurasi ilmiah dalam penelitian. Tidak hanya itu, pada saat wawancara, juga dihadirkan Passure’ yang melakukan massure’ atau melisankan sebagian kecil dari naskah La Galigo secara langsung.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
“Beliau menjelaskan bahwa setiap istilah memiliki konteks budaya yang sangat kuat. Karena itu, penerjemahan tidak dapat dilakukan secara harfiah, tetapi harus mempertimbangkan keseluruhan sistem budaya masyarakat Bugis. Medium bisa beragam, tapi substansi nilai jangan diubah,” kata Dr. Agustina.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Hasil kunjungan ke dua institusi tersebut memperlihatkan bahwa La Galigo merupakan objek penelitian yang mampu mempertemukan berbagai disiplin ilmu. Dari perspektif sastra, epos ini menjadi karya monumental yang menyimpan ribuan kisah dan nilai kehidupan. Dari sudut pandang etnomusikologi, La Galigo memperlihatkan hubungan erat antara narasi, musik, ritual, dan praktik budaya masyarakat. Selain memperkuat landasan teoritis penelitian, kegiatan wawancara ini juga membuka peluang kolaborasi akademik antara perguruan tinggi. Pertukaran gagasan dengan para ahli diharapkan mampu menghasilkan kajian yang lebih komprehensif mengenai La Galigo sebagai salah satu warisan budaya dunia yang memiliki nilai universal.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Bagi Dr. Agustina, penelitian yang didanai Hibah Penelitian BIMA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2026 ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia. Ia berharap hasil penelitian nantinya dapat menjadi referensi bagi kalangan akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih jauh nilai-nilai yang terkandung dalam La Galigo, dalam kaitan penguatan identitas karakter bangsa.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Melalui sinergi antara penelitian pada area desain komunikasi visual, sastra, filologi, dan etnomusikologi, La Galigo tidak hanya dipahami sebagai naskah kuno, melainkan sebagai sumber pengetahuan yang terus hidup dan relevan dalam menjelaskan identitas budaya Nusantara. Kolaborasi ilmiah yang terjalin selama kunjungan ke ISI Surakarta dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin menjadi langkah penting dalam memperkuat pelestarian sekaligus pengembangan kajian terhadap salah satu epos terbesar di dunia tersebut.(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Tidak hanya itu, Dr. Agustina bersama tim peneliti juga melakukan wawancara dengan Iman Rahman Anggawiria Kusumah yang akrab dikenal dengan Kimung “Karinding Attack” yang mencetuskan mengenai konsep kultur hibrid pada musik, dan dalam waktu dekat, akan melakukan penggalian yang lebih jauh mengenai transformasi mitos di era modern ke Kasepuhan Gelaralam, untuk mendapatkan wawasan dan data yang lebih komprehensif dalam melakukan alih wahana sebuah epos dan mitos ke dalam bentuk media yang lebih modern.***(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)
Sumber Informasi: Agustina Kusuma Dewi
Pengunggah: Redaksi(Source: kosapoin.com/riset-alih-wahana-la-galigo-dosen-dkv-itenas-perkuat-kolaborasi-akademik)









