Pelajaran yang Tidak Ada di Papan Tulis

pelajaran yang tidak ada di papan tulis

Di kelas, sebuah kesalahan masih bisa diperbaiki. Kata yang berlebihan saya coret, kalimat yang terasa janggal kami pindahkan, lalu dibaca lagi. Kadang seorang murid baru tahu bahwa kalimatnya kurang tepat setelah mendengar kalimat itu sendiri. Papan tulis penuh oleh tulisan, coretan, tanda panah, dan kata-kata yang saling mencari tempat. Setelah pelajaran selesai, semuanya saya hapus. Tinggal permukaan putih yang sebentar lagi akan dipenuhi tulisan lain. Saya menyukai bagian itu. Ada sesuatu yang melegakan ketika sebuah kesalahan bisa hilang hanya dengan gerakan tangan.(Source: kosapoin.com/pelajaran-yang-tidak-ada-di-papan-tulis)

Di rumah, tidak semua yang terucap mempunyai papan tulis. Pernah suatu malam percakapan dengan suami berhenti di tengah jalan, sebelum sampai kepada bagian yang sebenarnya ingin kami bicarakan. Setelah itu kami diam, masing-masing kembali kepada pikirannya sendiri. Pagi datang tanpa membawa kembali kalimat semalam. Ada pekerjaan yang harus dilakukan, ada hal-hal kecil yang perlu diurus, ada percakapan lain yang kemudian mengambil tempat. Kadang saya ingat percakapan itu, kadang tidak. Mungkin memang ada kalimat yang cukup pernah diucapkan, meskipun tidak pernah sampai ke tempat yang semula ingin dituju.(Source: kosapoin.com/pelajaran-yang-tidak-ada-di-papan-tulis)

Empat anak pernah menjadi bagian dari penantian kami. Seorang di antaranya hanya sempat tumbuh selama dua bulan. Setelah itu, penantian tersebut berhenti. Tidak ada suara yang sempat kami kenali, tidak ada wajah yang dapat kami simpan. Yang pernah ada hanyalah kesadaran bahwa seseorang sedang tumbuh di dalam kehidupan kami, lalu tiba-tiba tidak lagi. Sampai sekarang, saya kadang merasa aneh memikirkan seseorang yang tidak pernah sempat saya kenal, tetapi pernah begitu dekat dengan rumah ini. Mungkin ada kehilangan yang tidak meninggalkan banyak cerita, tetapi tetap mempunyai tempatnya sendiri.(Source: kosapoin.com/pelajaran-yang-tidak-ada-di-papan-tulis)

Anak-anak yang lain terus tumbuh. Saya melihat mereka setiap hari, sehingga pertumbuhan itu sering berlangsung tanpa saya sadari. Tahu-tahu sebuah celana menjadi terlalu pendek. Sepatu yang masih terlihat baik mulai terasa sempit. Baju yang kemarin rasanya baru dibeli sudah tidak lagi sebagaimana mestinya. Saya memandangi benda-benda itu dan baru mengerti bahwa ada banyak perubahan yang terjadi diam-diam di depan mata. Tubuh mereka bergerak sedikit demi sedikit, sementara saya tetap menjalani hari seperti biasa. Barangkali memang begitulah cara waktu bekerja di rumah: ia jarang mengetuk, tetapi diam-diam membuat banyak hal tidak lagi muat seperti sebelumnya.(Source: kosapoin.com/pelajaran-yang-tidak-ada-di-papan-tulis)

Sesekali seorang murid lama datang menemui saya. Saya masih mengenali wajahnya, meskipun ada sesuatu yang sudah berubah. Dahulu saya mengenalnya dari bangku kelas, dari buku yang dibawanya, tugas-tugasnya, cara ia membaca, atau jawabannya ketika ditanya. Sekarang saya hanya tahu sedikit tentang hidup yang dijalaninya setelah pergi dari sekolah. Ia bercerita sebentar, saya mendengarkan. Kadang saya ingin bertanya lebih banyak, tetapi percakapan seperti itu memang tidak selalu panjang. Setelahnya ia pergi lagi. Saya kembali mengajar, dan kelas kembali dipenuhi wajah-wajah yang suatu hari nanti mungkin juga akan saya temui sebagai orang yang berbeda.(Source: kosapoin.com/pelajaran-yang-tidak-ada-di-papan-tulis)

Di rumah, perubahan lebih sering datang tanpa nama. Saya mengenali suami melalui kebiasaan yang sudah lama hidup bersama kami. Ada hal-hal yang tidak perlu ditanyakan karena saya sudah tahu. Ada diam yang tidak terasa asing. Anak-anak pun mempunyai caranya sendiri memenuhi rumah. Kadang suara mereka bertumpuk, kadang masing-masing sibuk dan rumah menjadi lebih tenang. Saya menjalani semuanya hampir tanpa berpikir bahwa suatu hari kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah. Mungkin karena sesuatu yang sudah terlalu dekat memang sering tidak terlihat sampai ia bergeser sedikit dari tempatnya.(Source: kosapoin.com/pelajaran-yang-tidak-ada-di-papan-tulis)

Setiap hari papan tulis itu kembali menghadap saya. Kadang bekas tulisan lama masih terlihat samar ketika cahaya jatuh di permukaannya. Saya mengusapnya sekali lagi sebelum mulai menulis. Ada satu dua kata yang tertinggal, tetapi saya biarkan. Di atasnya saya menuliskan kalimat pertama. Seorang murid mulai membaca dari bangkunya. Saya mendengarkan sampai selesai, lalu membetulkan satu kata yang kurang tepat. Setelah itu saya menulis lagi. [](Source: kosapoin.com/pelajaran-yang-tidak-ada-di-papan-tulis)

Dahan Kawat
Baca Tulisan Lain

Dahan Kawat

Syifa Siti Sofia

Apakah artikel ini membantu?
IP: 182.10.169.146
Negara: Indonesia (West Java)
Device: Desktop
OS: Windows, Browser: Chrome

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *