Bahasa yang Tak Terucap

bahasa yang tak terucap

Seseorang dapat meninggalkan kesan yang baik sejak pertemuan pertama. Tutur katanya menyenangkan, sikapnya ramah, dan perhatiannya membuat kita merasa dihargai. Namun, kesan pertama hanya memperlihatkan bagaimana seseorang hadir pada suatu kesempatan, bukan seluruh cara ia memperlakukan orang lain. Ada bagian dari dirinya yang baru terlihat ketika pendapatnya dibantah, kepentingannya terganggu, atau keadaan tidak berjalan seperti yang diinginkannya. Karena itu, mengenal seseorang membutuhkan waktu, bukan untuk mencari-cari kekurangannya, melainkan untuk memahami apakah kesan yang kita terima sejalan dengan pengalaman yang kemudian kita temui.(Source: kosapoin.com/11012)

Dalam keseharian, watak seseorang terkadang lebih mudah terbaca melalui kebiasaan kecil daripada melalui perkataan panjang tentang dirinya sendiri. Cara ia menyela pembicaraan, menanggapi kesalahan, memperlakukan orang yang tidak memiliki kepentingan baginya, atau bereaksi ketika menerima kritik dapat memberi gambaran tentang bagaimana ia menempatkan orang lain. Satu kejadian belum tentu menjelaskan banyak hal. Orang bisa lelah, keliru, atau bereaksi buruk dalam keadaan tertentu. Namun, ketika perilaku serupa terus muncul dalam situasi berbeda, kita mulai melihat sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan.(Source: kosapoin.com/11012)

Jarak antara perkataan dan tindakan biasanya terlihat ketika seseorang menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan keyakinan yang diucapkannya. Ia mengatakan bahwa setiap orang berhak menyampaikan pendapat, tetapi lekas merendahkan orang yang tidak sependapat dengannya. Ia mengaku terbuka terhadap kritik, tetapi menganggap pertanyaan sederhana sebagai serangan pribadi. Perbedaan semacam itu tidak selalu membuktikan bahwa seluruh perkataannya palsu. Akan tetapi, reaksi yang berulang memperlihatkan bagaimana nilai-nilai yang diyakininya bertahan ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak menyenangkan.(Source: kosapoin.com/11012)

Ada perlakuan yang begitu kecil sehingga mudah dianggap tidak perlu dipersoalkan. Sebuah sindiran yang disebut gurauan, jawaban yang meremehkan, cerita pribadi yang disampaikan tanpa izin, atau kebiasaan menjadikan orang yang sama sebagai bahan tertawaan. Dalam satu kesempatan, semuanya mungkin berlalu tanpa pertengkaran. Orang yang mengalaminya bahkan dapat ikut tertawa agar suasana tidak berubah canggung. Namun, ketika perlakuan itu terus berulang, hubungan perlahan mengalami pergeseran. Satu pihak semakin leluasa, sedangkan pihak lain semakin terbiasa menahan keberatan. Sesuatu yang semula terasa janggal akhirnya dianggap sebagai bagian biasa dari kedekatan.(Source: kosapoin.com/11012)

Perbedaan antara kekeliruan sesaat dan pola perlakuan sering kali baru tampak setelah seseorang menyatakan ketidaknyamanannya. Orang yang tidak bermaksud melukai mungkin terkejut, mendengarkan, lalu berusaha memperbaiki sikapnya. Sebaliknya, orang yang terbiasa mengabaikan perasaan pihak lain dapat membalas keberatan dengan ejekan, menyebutnya sebagai sikap terlalu sensitif, atau memutar persoalan seolah-olah dirinya justru yang dirugikan. Respons semacam itu tidak otomatis menjelaskan seluruh kepribadiannya, tetapi memberi petunjuk tentang bagaimana ia menghadapi batas yang tidak sesuai dengan keinginannya.(Source: kosapoin.com/11012)

Dalam hubungan, batas tersebut kadang terlihat melalui hal-hal yang awalnya tampak sepele: permintaan yang terus diulang meskipun telah ditolak, gurauan yang tetap dilontarkan setelah diketahui menyakitkan, atau anggapan bahwa waktu dan kesediaan orang lain selalu tersedia. Tidak semua tindakan itu direncanakan untuk menguji kesabaran seseorang. Ada pula yang tumbuh dari kebiasaan dan ketidakpekaan. Namun, ketika keberatan telah disampaikan dengan jelas, pilihan seseorang untuk menghormatinya atau justru menekannya kembali menjadi bagian penting dari hubungan itu sendiri. Kedekatan tidak semestinya membuat satu pihak merasa harus terus mengalah agar pihak lain tetap nyaman.(Source: kosapoin.com/11012)

Mengamati semua itu bukan berarti setiap keramahan harus dicurigai atau setiap kesalahan dijadikan alasan untuk menjauh. Manusia memiliki kelemahan, dan seseorang dapat berubah setelah menyadari akibat tindakannya. Yang membedakan sebuah kekeliruan dari kebiasaan yang merugikan bukan semata-mata besar kecilnya kejadian, melainkan apa yang berlangsung sesudahnya: apakah ada pengakuan, perbaikan, dan perubahan yang dapat dirasakan, atau apakah kejadian serupa terus kembali dengan alasan yang berbeda. Dengan memperhatikan kesinambungan antara tindakan dan tanggapan, kita dapat memahami hubungan tanpa harus terburu-buru menjatuhkan penilaian.(Source: kosapoin.com/11012)

Ada kalanya, setelah cukup lama mengenal seseorang, kita menyadari bahwa selama ini kita lebih sibuk menjelaskan perilakunya daripada memahami pengaruhnya terhadap diri sendiri. Setiap sindiran diberi alasan, setiap pengabaian dimaklumi, dan setiap keberatan ditunda demi menjaga hubungan tetap tampak baik. Kesadaran itu tidak selalu berujung pada pertengkaran. Terkadang, yang berubah hanyalah cara kita memberi kepercayaan, menentukan jarak, dan memilih hal-hal yang tidak lagi bersedia kita terima. Kita tidak harus mengetahui seluruh isi pikiran seseorang untuk mengenali bagaimana perilakunya membentuk pengalaman kita bersamanya.(Source: kosapoin.com/11012)

Mengenal seseorang bukan tentang menemukan keburukan yang tersembunyi di balik kebaikannya. Ini tentang memberi waktu kepada pengalaman untuk melengkapi kesan, tanpa mengabaikan apa yang berulang kali diperlihatkan. Perkataan tetap layak didengarkan, kebaikan tetap layak dihargai, dan kesalahan tetap memiliki ruang untuk diperbaiki. Namun, semuanya memperoleh makna yang lebih utuh ketika berhadapan dengan tindakan nyata. Ada bahasa yang tidak memerlukan suara untuk menyampaikan sesuatu tentang diri seseorang: cara ia memperlakukan orang lain, menanggapi keberatan, dan bersikap ketika keinginannya tidak terpenuhi. Bahasa itu tidak selalu langsung kita pahami. Kadang-kadang, kita baru menangkap artinya setelah pengalaman yang berulang membuat hal-hal kecil yang semula terpisah mulai membentuk satu gambaran. [](Source: kosapoin.com/11012)

Cahya Munggaran

Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.217.128
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *