Maryam menyukai kalimat. Ia suka mendengarnya, menuliskannya, bahkan menebaknya dari gerak bibir orang-orang, tapi ia benci satu hal kecil yang selalu datang di akhir kalimat—titik.(Source: kosapoin.com/titik-di-ujung-kalimat)
Ia pikir, titik itu seperti palang pintu yang menutup jalan. Seperti peluit yang ditiup Pak Hansip tanda anak-anak harus pulang. Seperti Ibu yang tiba-tiba berkata, “Sudah ya, jangan bahas itu lagi.” Padahal Maryam masih ingin bicara.(Source: kosapoin.com/titik-di-ujung-kalimat)
Masih ingin tahu. Hari itu di kelas, Bu Lestari mengajar tanda baca.
“Setiap kalimat harus diakhiri titik,” kata Bu Lestari sambil menulis di papan. “Titik menandakan kalimat sudah selesai.”
(Source: kosapoin.com/titik-di-ujung-kalimat)
Maryam mengangkat tangan.
“Bu,” katanya dengan suara yang lebih berani dari biasanya, “kenapa kalimat harus selesai? Kenapa nggak dibiarkan saja mengalir?” [](Source: kosapoin.com/titik-di-ujung-kalimat)

PALAJARAN SAJARAH
(Source: kosapoin.com/titik-di-ujung-kalimat)
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown








