Pemberian yang Tidak Selesai

pemberian yang tidak selesai

Ada pemberian yang selesai ketika berpindah tangan. Barang berpindah, kebutuhan tertolong, lalu hari berjalan seperti biasa. Tetapi ada pemberian yang meninggalkan sesuatu yang tidak ikut berpindah bersama benda yang diberikan. Kita mengenalnya dalam hal-hal kecil: seseorang menolong membawa barang, membayari makan, atau memberikan tumpangan. Tidak ada perjanjian setelahnya. Namun sebuah pertolongan dapat membuat orang yang menerimanya mengingat siapa yang pernah hadir ketika ia membutuhkan. Sejak itu, nama seseorang tidak lagi datang sebagai nama semata.(Source: kosapoin.com/pemberian-yang-tidak-selesai)

Jika pemberian datang berkali-kali kepada orang atau lingkungan yang sama, peristiwa-peristiwa kecil itu mulai membentuk pola. Mula-mula terasa sebagai kejadian kemudian menjadi sesuatu yang akrab. Kehadiran pemberi dikenali melalui apa yang terus berulang di sekitarnya. Bukan lagi satu pertolongan, melainkan rangkaian pengalaman yang saling menyambung. Pada saat itu, yang bekerja bukan besarnya pemberian, melainkan pengulangan yang perlahan membuat sebuah kehadiran menjadi terbiasa.(Source: kosapoin.com/pemberian-yang-tidak-selesai)

Pemberian mempunyai kehidupan lain ketika ia dipotret, direkam, diumumkan, atau diceritakan. Peristiwa yang semula berlangsung antara pemberi dan penerima tiba-tiba memiliki penonton. Sebuah tindakan yang sesaat dapat dilihat kembali, berpindah dari satu ruang ke ruang lain, dan dikenal oleh orang yang bahkan tidak berada di sana ketika pemberian itu terjadi. Dari sana tumbuh pula gambaran tentang orang yang berada di dalamnya. Ia dapat dikenali melalui apa yang dilakukan dan bagaimana tindakan itu sampai kepada mata orang lain. Gambaran semacam itu tidak membutuhkan pernyataan apa pun; ia terbentuk dari apa yang dilihat, didengar, dan dialami.(Source: kosapoin.com/pemberian-yang-tidak-selesai)

Dalam kehidupan bersama, gambaran yang telah terbentuk dapat ikut hadir ketika seseorang membawa gagasan, sikap, atau keputusan ke hadapan orang lain. Yang datang tidak selalu hanya isi perkataan. Ada pula latar hubungan yang sudah lebih dahulu terbentuk. Sebuah gagasan dapat bertemu dengan orang yang memiliki pengalaman tertentu terhadap pembawanya. Di titik itu, pemberian bersentuhan dengan pengaruh tanpa harus berubah menjadi transaksi yang terang-terangan. Tidak ada permintaan yang harus diucapkan, tidak ada balasan yang harus ditagihkan. Sesuatu yang tumbuh dari pengalaman sebelumnya dapat bekerja begitu saja, bahkan ketika tidak seorang pun sedang menyebutnya sebagai utang.(Source: kosapoin.com/pemberian-yang-tidak-selesai)

Makanan habis. Uang berpindah. Bantuan selesai setelah persoalan terlewati. Namun hubungan yang lahir dari sebuah peristiwa dapat terus berjalan dengan caranya sendiri, masuk ke dalam pertemuan-pertemuan berikutnya tanpa membawa tanda bahwa ia pernah dimulai dari sebuah pemberian. Barangkali di situlah sesuatu dari sebuah pemberian menjadi lebih panjang daripada benda yang diberikan: ketika tangan yang pernah menerima sudah kembali pada kesibukannya, tangan yang memberi pun telah lama berlalu, tetapi keduanya masih menyimpan satu pertemuan yang tidak ikut berlalu bersama benda itu. [](Source: kosapoin.com/pemberian-yang-tidak-selesai)

Andini Clara Sinta

(Source: kosapoin.com/pemberian-yang-tidak-selesai)


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.10
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *