SURAT PUTIH UNTUK WIRA
: Agastya Imdan Wiradinata(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Seperti pertapa yang tak nampak membaca
Hari-hari lewat begitu saja, sejak kau terlahir
Dari rahimku. Tumbuhlah diasuh ragam kata
Lama-lama berani melontar pendapat ke hilir(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Khawatirku mulai merasuki pikir, tapi inilah
Hidup. Sungai. Kebun. Sawah. Jalan dan rel
Kereta engkau jelajahi tanpa sepengetahuan
Pulang sekolah langsung bermain katapel(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Layang-layang putus dikejar. Terkenangku
Di masa kecil bersepeda menyisir tepi laut
Sepertimu pulang-pulang menjelang senja
Tubuh basah kuyup penuh ceria. Tak kuasa(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Marah. Detik bergeser. Gigil tubuh. Selimut
Tebal. Terbaringmu di ranjang putih. Pautan
Buah hati begitu terasa ikut merasakan kalut
Meski tak ada kemelut, langkah terasa rentan(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Waktu terus bergulir. Sadarku sekadar batu
Loncatan. Berlarilah sejauh keyakinanmu
Anakku. Sujudlah pada sesama dan semesta
Sebab itu kunci dalam meretas ruas makna(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Tunduklah pada Pencipta sampai kembali
Jangan engkau lupakan renung di saban hari
Sebab itu titik diri yang harus bisa diperbaiki
Ada banyak rupa jalan yang harus engkau lalui(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Duli-duli di kaki senantiasa harus dibersihkan
Sebagaimana engkau yang memungut buah
Di halaman rumah, sebelum engkau memakan
Hidup harus bisa merasakan sebelum petuah(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Menyusup ke ulu hati. Jangan berhenti baca
Dan berkaca sebelum matamu berkaca-kaca
Mengembaralah ke segenap arah mata angin
Tapi harus bisa lepaskan ingin dengan dingin(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Percaya pada Tuhan yang akan menggantikan
Jangan rakus seperti tikus. Jangan pula tamak
Ingat selalu pada gugurnya angka di almanak
Sebab datang dan pergi itu tak bisa terjudikan(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Aku tuliskan wasiat panjang ini di hari keramat
Sebagai penanda bahwa hidup begitu terasa
Singkat, tapi penuh sekat yang harus terangkat
Kelak, engkau akan mengerti di kala merasa(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
030824(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)

PUISI Ayie S Bukhary
SURAT PUTIH UNTUK ATMA
: Adiba Humaira Atmawinata(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Engkau yang kubaca sebagai pelipur lara
Hari-harimu penuh dengan napas bahagia
Sedikit bicara pitik bapakmu yang lentera
Kata-kata tak pernah ditebar jadi euphoria(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Tapi selalu nampak bahagia hingga banyak
Orang salah menerka padahal hatinya lara
Kala engkau berkata-kata entah dengan siapa
Awalnya aku kira? Lama-lama mengerti banyak(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Bumi dicipta bukan untuk makhluk kasat mata
Saja. Terkadang engkau bawa makanan entah
Dari mana. Padahal uang jajan masih utuh saja
Di kantung celana. Tajam sorot mata memecah(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Waktu. Selalu ada saja penanda yang diberikan
Seperti di kala itu bilamana aku ikut rombongan
Tentu sudah lain gambaran. Nyamanmu dalam
Menyepi tak jadi khawatir ini diri, meski kelam(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Terasa mencekam di sebalik dada. Engkaulah
Pelipur hatiku yang selalu mengerti. Tumbuhlah
Dengan penuh kesadaran dalam tiap langkah
Sebab hidup itu tak bisa lepas dari jejak patah(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Baca selalu apa saja yang ada di hadapanmu
Guna lebih berfungsi telinga, mata dan hatimu
Di depan, banyak sudah alamat yang samar
Dan kita tak bisa menghindar dari lelaku camar(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Tapi ketika hati sudah terpaut dengan Pencipta
Tak ada yang bisa rudapaksa. Senantiasa tata
Akan terasa arahnya ke mana. Petiklah apa pun
Yang ingin dipetik tapi jangan lupa pengampun(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Untuk diri dan sesama. Sebab Tuhan punya
Segudang rencana dari yang tak bisa dipetik
Tunduk dan patuhlah pada semua putusanNya
Nikmati alur sebelum sampai pada makna titik(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Satu-satu gigiku tanggal seperti gugur daun
Satu-satu engkau mulai hafal alamat-alamat
Jadikan sebagai gudang keramat bahan tenun
Sebab kunci buka pintu itu lincah melompat(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Dalam rajut solusi dengan pondasi berserah diri
Pada Sang Hyang Widhi. Terasa kemarin isakmu
Menjadi-jadi kala kali pertama terlahir ke bumi
Sakit di selangkangan sudah hilang. Mekarmu(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Seperti bunga. Jaga indahnya sampai tamu
Datang meminang. Aku tuliskan gelisah ini
Sebagai wakil rasa yang tak bisa dijabarkan
Sepenuh makna. Penanda-penanda mini ini(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
Bisa engkau cerna kala rasa dibaca rasakan
Masak-masak dalam tetimangan dedah kata
Kala ucapkan janji, sebab adanya kegelisahan
Hati, bermula dari jumawa. Rusaklah data kita(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)
180924(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-mataya-sutiragen-3)

SAJAK-SAJAK Yoyo C. Durachman
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown








