SEBELUM ISYARAT(Source: kosapoin.com/5138)
(1)(Source: kosapoin.com/5138)
Kami tidak bermimpi apa-apa malam itu.
Itulah yang paling mencurigakan.(Source: kosapoin.com/5138)
Jam bertiktak di dinding
Bayangan kipas angin berputar
Seolah menjaga sesuatu
Agar tak melarikan diri.(Source: kosapoin.com/5138)
Di dapur,
Pisau-pisau saling menatap
Dengan lirikan rahasia kematian.(Source: kosapoin.com/5138)
Kami duduk.
Tak ada yang saling bicara.(Source: kosapoin.com/5138)
Nama-nama kami
Mengendap di tenggorokan.(Source: kosapoin.com/5138)
Seseorang berkata:
“Tenang saja, belum waktunya.”(Source: kosapoin.com/5138)
Tapi tubuh kami tahu
Sesuatu telah lebih dulu berangkat
Tanpa meninggalkan pesan.(Source: kosapoin.com/5138)
Doa-doa kami tak gugur
Ia membusuk pelan
Di antara dua napas.(Source: kosapoin.com/5138)
Tuhan terasa terlalu dekat
Untuk dipanggil,
Terlalu jauh
Untuk disangkal.(Source: kosapoin.com/5138)
Kami mulai menghitung
Hal-hal kecil yang hilang
Rasa asin air mata,
Bunyi langkah ibu di pagi hari,
Alasan kenapa kami dulu
Tak takut mati.(Source: kosapoin.com/5138)
Tak ada api.
Tak ada asap.(Source: kosapoin.com/5138)
Hanya dada yang hangus
Oleh kemungkinan
Yang belum diberi nama.(Source: kosapoin.com/5138)
Isyarat itu belum datang.
Namun di dalam tubuh
Sesuatu sudah menggali liang
Bukan untuk kami,
Melainkan untuk semua
Yang selama ini kami tunda.(Source: kosapoin.com/5138)
Dan malam terus berjalan
Seperti saksi yang memilih diam
Agar kami tak bisa lagi mengaku
Tak tahu apa-apa.(Source: kosapoin.com/5138)

PUISI Rachman Sabur
(2)(Source: kosapoin.com/5138)
Kami masih hidup
Tapi sesuatu di dalam tubuh
Sudah mengubur diri
Tanpa pamit.(Source: kosapoin.com/5138)
Pagi lewat seperti orang asing
Yang pura-pura tak mengenal kami.(Source: kosapoin.com/5138)
Air di keran berbau doa semalam.
Nama kami pecah
Saat digiling pelan.(Source: kosapoin.com/5138)
Tak ada api.
Tak ada bunyi.(Source: kosapoin.com/5138)
Hanya bibir yang menghitam
Oleh kalimat yang tak pernah
Kami ucapkan
Kepada siapa pun
Yang seharusnya tahu.(Source: kosapoin.com/5138)
Kami tersenyum
Itu kesalahan terakhir
Sebelum nurani
Belajar berjalan timpang.(Source: kosapoin.com/5138)
Isyarat belum datang.(Source: kosapoin.com/5138)
Tapi setiap malam
Sesuatu duduk di tepi ranjang
Menghitung
Berapa lama lagi
Kami bisa berpura-pura
Tak kehilangan apa-apa.(Source: kosapoin.com/5138)

PUISI Ayie S Bukhary
(3)(Source: kosapoin.com/5138)
Kami masih hidup.
Namun di dalam dada
Sesuatu tlah mati lebih dulu.(Source: kosapoin.com/5138)
Pagi datang, tapi tidak menyentuh.
Air mengalir baunya pahit, seperti koar
Busuk di antara gigi yang hilang.(Source: kosapoin.com/5138)
Kami membuka mulut
Yang keluar adalah serpihan
Kata yang dulu kami pelihara
Lalu dicekik pelan-pelan
Agar tak merepotkan siapa pun.(Source: kosapoin.com/5138)
Tak ada api.
Tak ada tanda.(Source: kosapoin.com/5138)
Hanya tubuh yang belajar sendiri
Bagaimana rasanya ditinggal oleh dirinya sendiri.(Source: kosapoin.com/5138)
Malam ini, kami tidur menghadap dinding
Sementara bayangan melingkar di kaki ranjang
Menghitung tulang, kulit, dan rahim yang pernah ada, bukan untuk menyelamatkan
Hanya untuk memastikan.(Source: kosapoin.com/5138)
Kehilangan ini nyata,
Bukan sekadar pura-pura kuat.(Source: kosapoin.com/5138)
Kami mendengar sesuatu
Merayap di antara paru-paru kami
Mengukir suara yang tidak bisa ditelan.(Source: kosapoin.com/5138)
Dan kami tahu : setiap detik(Source: kosapoin.com/5138)
Sesuatu di dalam kami(Source: kosapoin.com/5138)
Sedang menggali liang(Source: kosapoin.com/5138)
Menandai sebagai saksi(Source: kosapoin.com/5138)
Dari semua yang selama ini ditunda.(Source: kosapoin.com/5138)
Yang tak bisa lagi dikunyah perlahan.(Source: kosapoin.com/5138)
(Source: kosapoin.com/5138)
-Jakarta, Jelang Tahun 2026(Source: kosapoin.com/5138)

PUISI Yesmil Anwar
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown





