PUISI Lintang Ismaya

zin

ABSTRAK(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Jika malam bertanya pada bulan
Jika siang bertanya pada matahari
Atau sebaliknya: jika malam bertanya
Pada matahari dan siang pada bulan(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Jika dalam jika adakah jika itu jika saja?
Namun membaca Tuhan itu senantiasa
Mencipta dengan cara yang misterius
Membuat suatu hal tampak indah(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Padahal kenyataanya itu buruk.
O, betapa mudahnya mengucapkan
Pernyataan cinta, tetapi bukti darinya
Akan selalu diminta. Maka tunjukkan(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Tujuanmu bicara. Janganlah selalu
Menyandarkan penilaian pada setiap
Pikiran dan pendapatmu. Ketakutan
Dan ketidakberdayaan itu tujuannya(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Demikian penafsiran itu sekadar kata-kata
Dalam bayangan realitas dengan caranya
Sendiri. Jika dalam jika adalah jika itu jika
; tetap saja mengharapkan kasihNya(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Sedangkan tujuanmu telah aku jelaskan
Dalam gambaran mental dari segala
Sesuatu yang hinggap di ruang kepala
Yang akan membawanya kepada hal itu(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Maka kesadaran itu suatu konsep halus
Yang mengabaikan inti segala sesuatu
Yang lebih halus. Keluar melalui telinga
Mata dan hati dengan cara yang lain(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

2025(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

PUISI Doni Muhamad Nur
Baca Tulisan Lain

PUISI Doni Muhamad Nur

PIKAT(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Pernahkah meminum anggur
Dari darah hatimu sendiri
Dan berpikir engkau
Sudah memberiku(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Hadiah? Tembaga bersepuh emas
Begitu cantik nongkrong di etalase
Pikat hati untuk bisa meminangnya
Sementara yang asli terkubur(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Di alir lumpur sungai-sungai hayat
Yang terus memanjang lekuk
Dalam laju mencari muaranya
Sendiri. Sejumlah ragam pohon(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Berderet dan berada di dekatnya
Bukan sekadar menggantungkan
Hidup dan kehidupannya saja
Melainkan sambil menjaga(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Dari abrasi. Tetapi apabila Tuhan
Sudah berkehendak, maka lenyaplah
Dari pandangan dan melampaui semuanya
Kesementaraan itu hidup dan kehidupannya(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Bagaimana mungkin aku bisa menjauh
Dari yang terbimbing dengan benar
Pada zamannya? Sementara Tuhan
Tak pernah luput dalam membaca(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Dari segala keburukan yang telah
Kukatakan di atas sambil melompat
Dan melompat-lompat dan tumbuh
Dengan tegap meneguk anggur darah(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Sendiri. Selebihnya berhasrat untuk terus
Bermain lebih tua dari yang melihat dunia.
Dan apabila engkau adalah kebutuhanku
Menjauhlah, sebab kesegaran rahmat(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Tuhan menghilang. Segalanya jadi mendidih
Kala setiap ratapan musim gugur hujani taman
Impian lebih kuat daripada keagungan Tuhan.
Kau tahu: kelemahan musim semi adalah rahmat(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Tuhan, karena tanpa cincin dia tidak akan datang
Kepadaku untuk mencari kesehatan yang sakit
Dan kesehatan yang baik. Kau tahu: sepanjang ia
Menjadi milikmu, ia akan bersamamu dalam hakikat!(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

2025(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

PUSTAKA(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Mata yang asing bukanlah mata pisau
Bertanda burik dan tidak murni, sebab
Memahami sang pembunuh itu mampu
Mengelakkan mata dari yang lain, serta(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Penguncian kemahamuliaan yang mampu
Melampaui batas penjelasan. Apabila pecah
Jangan menuduhnya sakit atau sekarat, sebab
Memperoleh kesenangan dariNya itu bukanlah(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Kutukan Maha Mulia, sebab itu berhubungan
Dengan rahmat yang tak terbatas dan kehendak
Atas pembukaanNya, serta ketidak sanggupan
Untuk penuhi syarat pembukaannya: dipahami(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Atau tidak — tetap saja mendapat kesenangan
DariNya. Dan apabila engkau selalu cepat
Dan memperhatikan perbuatanmu. Kau tahu;
Karena melihat seluruh majikan di dunia ini(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Berlaku sama dengan wabahnya yang tidak
Penting, karena engkau meminta ditunjukkan
Sesuatu yang tidak memiliki tempat; bagaimana
Mungkin memiliki kemampuan untuk memastikan(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Keadaan dirimu sendiri dan bagaimana mungkin
Engkau berharap bisa memastikan keadaan
Penciptamu? Dia terlalu lembut untuk dapat
Terlihat, sebagaimana menemukan sumber(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Cahaya dengan mengikuti sinarnya. Sungguh
Aku tidak sedang mengendalikan kata-kata
Tetapi, di dalam kenyataanya, kata-kataku
Lebih tinggi daripada aku sendiri yang rapuh(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

2025(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

BANCAH(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Siapakah yang menggergaji pohon-pohon itu
Di hulu? Konon katanya banjir itulah yang
Mempu memotong batang-batang kokoh itu
Pohonan. Konon katanya angin purba itu yang(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Mampu mematahkannya batang-batang kokoh itu(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Kala banjir mengungkap fakta kongsi. Kala air
Hujan migrasi ke lubang-lubang tambang liar
Ragam cerita daya reka boleh tamat, tapi tidak
Untuk aktor; ia akan terus bermetamorfosis(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Lebih narsis dari selebritis, dan lebih bengis(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Dari binatang yang dicap najis. Di lain pulau
Rapat akbar digelar mencipta denah-denah
Keinginan dalam pemetaan peta konflik baru
Sebagaimana lagu lama yang tak pernah(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Sepi dari bursa pasar: ngabuntut bangkong!(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

Sibolga, apa kabarnya Morowali? Pagar laut kian
Menjauh, mengakar dan menubuh. Juang Papua
Dan Aceh, benarkah mereka ingin merdeka? Lantas
Bagaimana dengan kita sendiri, wahai Indonesiaku?(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

2025(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

(Source: kosapoin.com/puisi-lintang-ismaya-4)


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.217.178
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

3 thoughts on “PUISI Lintang Ismaya

  1. Tugas penyair berakhir ketika imaginasinya telah menjelma menjadi kata, baris, dan bait yang mati
    Narator tugasnya baru berakhir ketika teks telah sampai ke telinga publik
    Sedangkan aktor belum tentu mampu menghidupkan setiap teks yang ia semburkan dari mulutnya🌹

    1. Sedangkan aktor belum tentu mampu menghidupkan setiap teks yang ia semburkan dari mulutnya

      sepakat apalagi jika teks yang disemburkan hanya berupa hafalan bukan penafsiran mendalam dari apa yang harus dia semburkan….
      salam SEHAT dan BERBAHAGIA selalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *