Bunga, bunga siapa yang paling cantik di dunia? Itu harus bungaku!(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
“Menjadi perempuan haruslah cantik luar dalam,” begitu kata ibu mertuaku di malam pertama pernikahanku dengan anaknya. Dalam seminggu ibu mertuaku memberikan pengajaran penuh kepadaku dalam mengurus rumah dan diriku sendiri. Aku harus dibuat cantik dalam pernikahan anaknya. Agar terbiasa katanya, karena tidak setiap saat ibu mertua ke rumah kami. Aku diajarkan merawat tubuhku, setiap inci lekuk tubuhku harus terlihat cantik. Aku diajarkan memasak, diajarkan mencuci baju, diajarkan membersihkan rumah. Ada satu hal yang membuat aku bingung, aku diajarkan berkebun. Ibu mengajarkan cara menanam, merawat, dan menjaga bunga-bunga di halaman. Mungkin ini maksud dari cantik luar dalam, diriku, rumahku, dan halamanku haruslah cantik. Aku harus telaten katanya.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Semenjak itu menikah membuatku ingin terus menjadi yang paling cantik di dunia. Dan benar saja, suamiku betah di dalam rumah. Meski dia bekerja setiap harinya, dia selalu merengek ingin pulang cepat, ingin cepat-cepat bertemu denganku. Semua kecantikan luar dalam ini berhasil mengikat erat suamiku di dalam rumah. Setiap harinya aku mendapatkan pujian manis dari bibir suamiku. Ternyata ketelatenan ini menghasilkan buah manis. Selepas aku merawat diriku, berganti untuk memoles setiap bungaku dengan cantik, suamiku mencium pelipisku begitu mesra, dilanjut dengan mencium kening, hidung, dan bibir.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
“Cantik, selalu cantik,” itu tidak pernah absen diucapkannya selepas ciuman mesra kami. Aku menjadi dahaga, aku selalu dahaga dengan pujian manis suamiku itu. Rasanya dahagaku tidak pernah palum kalau cium mesra dan kata manis belum diucapkannya. Tentu ucapan manis itu pula yang membuatku semakin semangat membuat rumah tanggaku cantik.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Untuk diriku sendiri aku siapkan banyak perawatan diri. Mulai dari perawatan rambutku, aku siapkan hair mask, shampoo, conditioner, bahkan vitamin rambut, agar terlihat hitam, legam, lurus terurus. Rambutku ini yang selalu dicium mesra oleh suamiku. Kemudian pujian kembali aku dapatkan. Wanginya segar, katanya. Untuk tubuhku, perawatannya lebih banyak, aku sediakan larutan air hangat dicampur dengan bath bomb dan potongan bunga segar yang aku pilih selektif dari halaman. Selesai mandi aku siapkan adonan lulur untuk membuat kulitku semakin cerah dan kenyal. Selesai mandi, aku oleskan body lotion di setiap lekuk tubuhku untuk menjaga kesehatan kulitku. Untuk wajahku sendiri itu lain hal lagi. Aku butuh toner, essence, serum, moisturizer, masker wajah, dan banyak lagi. Semua ini aku butuhkan dalam merawat setiap inci tubuhku.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Untuk membuat rumahku indah, aku sisipkan bunga di setiap sudutnya. Untuk merawat bunganya, aku sirami air secukupnya, agar segar warnanya. Aku potong setiap cabang bungaku yang sekiranya akan merusak tubuh cantiknya. Aku pastikan juga matahari cukup untuk menyirami bungaku dengan sinarnya, jadi setiap sudut bungaku aku pastikan terkena mentari itu.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Disudut ruang tamu dekat sekali dengan jendela aku letakkan dengan rapi bunga peace lily yang putih beserta hijau daunnya. Bunganya yang putih, kontras dengan cat abu-abu rumahku, membuatnya bersinar terang di ruang tamu. Tentu dengan sinar putihnya menyambut banyak pujian para tamu yang biasa berkunjung ke rumahku. Ah, aku jadi semakin dahaga. Begitu juga dengan lorong rumah aku hiasi dengan tumbuhan hias aspidistra elatior, tumbuhan yang tidak perlu banyak cahaya dan air ini tentu cocok aku letakkan di lorong rumah. Daun hijau lembutnya tentu akan memberikan ketenangan di dalam rumahku. Tidak lupa dengan lavender yang aku simpan di tengah meja ruang keluarga. Wangi khasnya tentu akan memikat siapapun untuk tertidur lelap di rumahku.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Tidak usah tanyakan bagaimana dengan halaman depanku. Berbagai macam bunga aku tumbuhkan di bagian halaman. Di dekat kolam ikan, ada pohon bonsai yang tingginya hampir semampai dengan tinggiku. Pohon ini menjadi lambang kehormatan keluargaku. Pohon cantik dan kokoh yang aku rawat sepenuh hati. Di dekat pagar aku tanami bunga hydrangea yang memiliki warna gradasi pada bunganya. Percampuran antara warna merah muda dan biru menjadikan ungu cantik di tengahnya. Gradasinya yang cantik aku harapkan bisa menjadi pewarna cantik di depan rumah. Dengan begitu siapapun yang lewat depan rumahku, sudah bisa membayangkan kecantikan luar dalam rumah tangga ini. Tidak usah tanya tentang bunga anggrek, aku punya rumah kaca khusus untuk menyimpan koleksi bunga anggrek milikku. Ketelatenan ini aku curahkan semuanya untuk kecantikan luar dalam itu. Pokoknya semua bunga harus merepresentasikan kecantikan yang aku rawat.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Tapi sepertinya tetangga sebelah yang baru datang sebulan yang lalu juga punya kesenangan berkebun yang sama sepertiku. Aku lihat di halaman rumahnya disisipkan banyak sekali bunga cantik. Warna-warni bunga itu memberikan cahaya cantik untuk rumah tangga mereka. Bahkan, ketika melihat istri tetangga baru, rona cantiknya memancarkan kharisma elegan yang khas. Aku iri, kenapa dia bisa secantik itu.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Semenjak kedatangannya keganjilan mulai aku rasakan. Rasanya tetangga sebelah merawat rumah mereka lebih telaten dariku. Bahkan keganjilan itu aku rasakan juga dari suamiku. Sebelum berangkat ke kantor, harusnya seperti biasa ciuman mesra dan pujian manis dia layangkan kepadaku. Tapi akhir-akhir ini tidak. Sebelum berangkat, dia hanya menatap kagum pada halaman rumah tetangga. Ditambah dengan istri keluarga mereka yang sedang merawat bunga-bunga mereka. Padahal aku disebelahnya sedang melakukan hal yang sama. Aku langsung tersadar, mungkin aku kurang membuat rumahku cantik. Aku harus membuat rumahku lebih cantik dari rumah sebelah. Aku harus dapatkan kembali ciuman dan pujian manis dari suamiku agar semua dahaga ini palum.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Karena itulah akhirnya aku bertanya pada pengurus rumah tetangga baru. Aku penasaran betul bagaimana bisa rumah mereka secantik itu. Akhirnya aku dapat jawabannya. Tetangga sebelah menggunakan tema bunga yang berbeda-beda setiap bulannya. Aku harus seperti itu juga. Karena tema bunga setiap bulannya berbeda, aku putuskan untuk memadukan riasanku dengan tema bunga di setiap bulannya. Agar suamiku tidak bosan.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Bulan ini tema bunga yang digunakan adalah bunga mawar dan honeysuckle. Tampaknya aku mengerti kenapa bunga ini digunakan di bulan Juni. Kemarau panas yang menghampiri tentu membutuhkan bunga merah, kuning, dan merah muda yang cantik untuk menghiasi rumahnya. Jadi aku putuskan untuk menanam bunga-bunga itu di halamanku. Aku bergegas pergi ke pasar tanaman hias tempat biasa aku beli bunga-bungaku.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Dominasi warna terang mulai merambah di halaman rumahku. Warna terangnya membuat kegembiraan terpancar di halaman rumahku. Warna merah menggoda dari mawar bagai rona merah pipiku yang cantik. Apalagi warna kuning cerah honeysuckle bagai rona ceria dariku. Musim kemarau ini harus diceriakan dengan warna-warna yang cantik. Perubahan ini tentu menimbulkan keheranan dari suamiku. Meski begitu, aku kembali mendapatkan ciuman dan pujian manisku kembali pagi hari ini. Aku semakin semangat membuat rumah tangga kami bertambah cantik.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Sepertinya aku tidak bisa bersantai barang sejenak. Di akhir bulan Juni aku harus segera mengganti bunga mawar dan honeysuckle sebelumnya dengan bunga larkspur dan menambahkan water lily di kolam ikan. Ini sudah hampir bulan Juli. Aku bergegas kembali ke pasar tanaman hias, untuk mendapatkan bunga larkspur dan water lily. Kali ini suasana rumahku lebih teduh dari tema bulan lalu. Kombinasi warna biru gelap dari bunga larkspur dan warna putih dari bunga water lily memberikan keteduhan pada suasana rumah. Seperti diriku yang ingin memancarkan kecantikan yang elegan berkharisma.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Kemudian, waktu cepat sekali berganti, sudah bulan Agustus. Aku kembali harus bergegas mengganti tema bunga di halaman. Aku harus mengganti bunganya lagi menjadi bunga gladiolus dan poppy. Warna-warna bunga ini semakin memeriahkan puncak kemarau di tahun ini. Warna-warna cerah semakin memberikan kebahagian di bulan Agustus yang panas ini. Bagaikan kebahagian yang ingin aku sebarkan lewat kecantikanku.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Hanya saja pergantian tema setiap bulan ini cukup menguras waktu dan tenagaku. Aku tidak lagi punya waktu untuk mengurus tanamanku seperti biasanya. Aku terlalu sibuk membeli bunga yang baru untuk setiap bulannya. Akhirnya aku hanya bisa menambahkan bunga-bunga di halaman tanpa berhasil menyingkirkan bunga dari tema bulan sebelumnya. Bahkan untuk merawat tubuhku sendiri rasanya terlalu sibuk.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Sekarang sudah sampai pada bulan Desember. Aku harus segera mengganti bunga menjadi bunga daffodil dan holly. Tapi rasanya aku terlalu lelah untuk melakukan hal tersebut. Berkebun bukan lagi kegiatan yang menyenangkan, dia terlalu banyak menguras tenagaku. Tanpa aku sadari, aku terlalu terobsesi mengubah keseluruhan halamanku sesuai tema bulan tertentu. Sampai aku lalai memperhatikan yang seharusnya aku rawat. Halamanku kacau balau. Semua bunga bertumpuk tidak tahu aturan. Aku sudah tidak bisa membedakan mana bunga yang masih hidup dan yang tidak. Apalagi pohon bonsai yang aku bangga-banggakan, daunnya sudah banyak yang gugur. Tidak sekokoh dulu. Tidak usah tanyakan bagaimana koleksi bunga anggrek. Sudah lama mati. Semuanya busuk. Aku tidak sempat untuk merawat mereka. Apalagi semua bunga yang aku sisipkan di setiap sudut rumah, sudah lama kering.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Bahkan diriku. Aku sudah tidak cantik lagi. Aku hanya sibuk merias diriku dan melupakan semua perawatan yang biasa aku lakukan. Semua kulitku kering, bahkan mukaku kusam sekali karena terlalu sering dirias. Tidak usah tanyakan ciuman dan pujian di pagi hari. Aku sudah lupa kapan terakhir kali aku dapatkan itu dari suamiku.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Dan yang membuat aku marah sekali, pagi ini suamiku baru kembali dari rumah tetangga sebelah. Menggunakan pakaian kerja kemarin dan menenteng tas kantornya, rupanya tadi malam dia tidak pulang ke rumah, malah berhasil berbelok ke tetangga sebelah. Bagaikan kupu-kupu yang hanya tertarik dengan bunga cantik. Makanya dia tidak pulang malam ini.(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Menikah membuatku ingin menjadi yang tercantik. Seperti kata ibu mertuaku, perempuan itu harus cantik luar dalam. Aku, rumahku, dan bahkan halamanku harus cantik agar suamiku selalu pulang padaku. Tapi bahkan malam ini dia tidak pulang padaku?(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
Jadi. Bunga, cantik siapa yang punya? [](Source: kosapoin.com/puspa-elok)

Memungut Sisa Kapur
(Source: kosapoin.com/puspa-elok)
