MEMBERI CONTOH ATAU MENJADI CONTOH

memberi contoh atau menjadi contoh

Kita hidup di tengah masyarakat yang tidak kekurangan nasihat. Di rumah, sekolah, kantor, panggung politik, sampai media sosial, orang begitu mudah berbicara tentang kejujuran, disiplin, nasionalisme, dan kepedulian. Kita pandai menyebut nilai-nilai luhur, tetapi persoalannya bukan seberapa fasih kita mengucapkannya. Persoalan sesungguhnya: seberapa jauh nilai-nilai itu hadir dalam tindakan sehari-hari? Di sinilah perbedaan antara memberi contoh dan menjadi contoh menemukan maknanya.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Keduanya terdengar serupa, tetapi sesungguhnya berdiri di atas fondasi yang berbeda. Memberi contoh bisa dilakukan melalui ucapan, arahan, bahkan pidato yang terdengar meyakinkan. Namun, menjadi contoh menuntut sesuatu yang jauh lebih sulit: integritas, konsistensi, dan kesediaan menjalankan nilai-nilai yang diucapkan, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Kita semua mengetahui, banyak orang pandai meminta orang lain mencintai tanah air, menjaga kebudayaan, menghormati perbedaan, dan peduli terhadap sesama. Tetapi, berapa banyak yang bersedia mengerjakannya tanpa menunggu penghargaan, sorotan kamera, atau tepuk tangan?(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Saya kemudian teringat kepada sosok yang satu ini. Saat saya mengenal Adit Barli secara pribadi sejak 16 Agustus 2024, ada satu hal yang menarik dari sosok ini. Selama tiga tahun berturut-turut, setiap tanggal 17 Agustus, ia menginisiasi pengibaran bendera Merah Putih berukuran raksasa di Flyover Cikapayang, Dago, Bandung. Ia bergerak tanpa dukungan dana dari stakeholder atau sekedar mencari panggung dan berharap pujian sebagai tujuan. Baginya, tindakan tersebut merupakan ungkapan sederhana rasa cinta kepada Indonesia.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Tentu, mengibarkan bendera bukan satu-satunya ukuran nasionalisme. Namun, ada sesuatu yang patut direnungkan dari konsistensinya: ia tidak menunggu negara memintanya, tidak menunggu lembaga memberinya anggaran, dan tidak menunggu dirinya menjadi tokoh penting untuk melakukan sesuatu bagi tanah air. Di sinilah keteladanan mulai menemukan maknanya.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Dalam kehidupan sehari-hari, Adit Barli menjalani profesi sebagai pengajar seni menggambar di Museum Barli. Ia lahir dari keluarga seni lukis, sehingga kehidupannya tidak pernah jauh dari dunia tersebut. Namun baginya, dunia seni tidak berhenti pada kemampuan menggambar atau menghasilkan karya. Ia mengembangkan pemikiran tentang seni mendidik, sebuah pendekatan yang menempatkan kepekaan rasa, kreativitas, dan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari kehidupan manusia.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Seni, dalam pandangan ini, bukan sekadar keterampilan tangan. Namun menjadi jalan untuk membentuk cara manusia merasakan, menghargai, dan memperlakukan kehidupan.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Kini, semangat itu juga diwujudkan melalui kolaborasi bersama GEMA INTI JABAR, Cinemata, KPJ Jabar, serta Padepokan Bumi Ageung Saketi, dalam pertunjukan musik Sunda dan Tionghoa bertajuk “GELORA SUMPAH PEMUDA DI GEDUNG HOA”, yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 di HOA Cultural Center, Bandung. Gagasannya sederhana, tetapi penting: menghadirkan harmoni dalam keberagaman melalui perjumpaan seni dan kebudayaan.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Di tengah masyarakat yang mudah terbelah oleh identitas, prasangka, dan kepentingan kelompok, kolaborasi semacam ini mengingatkan kita bahwa keberagaman tidak cukup dirayakan melalui slogan. Ia harus diberi ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan menciptakan sesuatu bersama.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Mengapa tindakan seperti ini terasa berbeda dari sekadar memberi contoh?(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Dalam perspektif sosiologi, manusia tidak hanya dibentuk oleh aturan dan nasihat. Namun juga oleh perilaku yang berlangsung di lingkungannya. Keteladanan, memiliki daya pengaruh sosial, karena orang melihat bagaimana suatu nilai diwujudkan dalam tindakan. Nasionalisme, misalnya, akan kehilangan daya hidup apabila hanya hadir dalam pidato, tetapi tidak terlihat dalam kepedulian terhadap lingkungan, kebudayaan, dan kehidupan bersama.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Sementara itu, psikologi menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan meniru perilaku yang diamati, terutama ketika perilaku tersebut tampak konsisten dan memiliki makna. Ketika seseorang terus melakukan sesuatu tanpa selalu menuntut pengakuan, tindakannya dapat membangun kepercayaan. Maka secara otomatis, orang lain melihat kesesuaian antara ucapan dan perbuatannya.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Namun, mengapa banyak orang pandai memberi contoh, tetapi kesulitan menjadi contoh?(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Jawabannya terletak pada ego. Menasihati terasa nyaman karena seseorang bisa bicara soal nilai tanpa harus menanggung bebannya. Sebaliknya, menjadi teladan menuntut kita mengendalikan ego, dahaga pujian, dan tetap konsisten meski tanpa keuntungan pribadi.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Dalam psikologi sosial, hal ini berkaitan dengan kesenjangan antara sikap yang dinyatakan dan perilaku nyata. Seseorang dapat mengaku menjunjung kejujuran, tetapi tetap mencari pembenaran ketika kepentingannya terancam. Ia dapat berbicara tentang toleransi, tetapi sulit menerima perbedaan ketika berhadapan dengan kelompok yang tidak disukainya.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Masalahnya bukan karena manusia tidak mengetahui nilai-nilai yang baik. Sering kali, masalahnya justru terletak pada ketidakmampuan mengendalikan ego ketika nilai tersebut berbenturan dengan kepentingan diri sendiri. Menjadi contoh adalah konsistensi karakter yang diuji setiap hari, terutama ketika tidak ada penghargaan, sorotan media, atau keuntungan pribadi.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Kita memang membutuhkan orang-orang yang mampu menyampaikan gagasan, mengajak masyarakat, dan mengingatkan tentang nilai-nilai kebangsaan. Namun, bangsa ini juga membutuhkan orang-orang yang bersedia menjalankan apa yang mereka ucapkan. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan nasihat tentang persatuan; masyarakat membutuhkan pengalaman nyata tentang bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan.(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

Keteladanan tidak diukur dari seberapa kuat seseorang menyuruh orang lain. Keteladanan adalah konsistensi nyata antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Karena, Indonesia tidak kekurangan orang yang hanya pandai berbicara tentang cinta tanah air. Yang kita butuhkan adalah mereka yang membuktikannya lewat tindakan nyata. (jbp 30/10/2026)(Source: kosapoin.com/memberi-contoh-atau-menjadi-contoh)

PELAJARAN DARI PENGAKUAN
Baca Tulisan Lain

PELAJARAN DARI PENGAKUAN

Jossy Belgradoputra M.H.

Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.217.43
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *