SAJAK-SAJAK Yoyo C. Durachman

yoyo e1751817290937

TARIAN YANG TERLUPA(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Di tepi danau yang mengering,
ia duduk, tubuh renta dibalut sulaman yang lusuh,
di bawah bulan pucat yang menggigil
menggantung tanpa irama di langit yang tak bernada.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Tangannya pernah menebar bunga ke angkasa,
kini menggenggam debu gamelan yang bisu.
Langkah-langkahnya dulu menaklukkan malam,
kini terseret oleh waktu yang enggan berpaling.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Topeng-topeng pecah di sekitar,
mata kosong memandang dari retakan-retakan
seolah bertanya:
di mana tepuk tangan yang dulu menggema?(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Dalam kabut,
bayangan dirinya menari, menari, menari
tapi tak ada yang peduli,
kecuali sunyi yang makin tua.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Anak-anak zaman menari dalam cahaya neon,
dengan irama asing yang menggugurkan warisan.
Ia hanya diam.
Menunggu.
Menjadi tanah.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

maret, 2025(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

NEGERI DALAM GELOMBANG(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Negeri ini perahu purba,
dibuat dari akar dan mantra,
berlayar di samudra waktu
yang kini berubah jadi layar raksasa
penuh gelombang sinyal dan bendera tak bernama.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Layar terkembang bukan oleh angin,
tapi oleh algoritma dan utang yang mengalir
seperti angin asing yang tak pernah membawa hujan,
hanya badai tanda tangan.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Simbol-simbol jadi lukisan kabur:
topeng diganti lensa filter,
aksara tua terselip di pojok iklan,
dan tifa bergema dalam sunyi museum
yang lebih sering difoto daripada didengar.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Bayangan perang bukan deru meriam,
tapi bisik lembut dari meja-meja bundar,
yang memutar nasib lewat mata uang
sambil menyajikan kopi kita
di cangkir mereka.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Dan bangsa ini?
Masih berdiri di antara bayang dan bayu,
memanggul pusaka dalam baju pinjaman,
berusaha bersuara dengan lidahnya sendiri
di tengah hiruk pikuk dunia
yang melantakkan identitas.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Nun jauh di dasar tanah,
ada suara yang tak bisa dicuri
denyut nadi dari tanah yang pernah berdoa,
akar yang diam-diam mencengkeram
meski daunnya diterpa arah yang berubah-ubah.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

Sebuah bangsa bukan sekadar bendera,
tapi luka dan cinta yang bermakna
tetap diingat,
tak menjadi asing.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

juni, 2025(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman)

PUISI Husni Hamisi
Baca Tulisan Lain

PUISI Husni Hamisi


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.204
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *