PUISI Yoyo C. Durachman
Gerhana matahari dan bulan bermesra.penanda gerhana tibaalam kelam sampaikan sabdalapadz: “Allahu Akbar!”, bergema (9/3/16) Gaduh di ruang kosong gaduhsemangat persekongkolanberjuta…
Yoyo C. Durachman lahir di Bandung 21 September 1954. Sejak lahir sampai sekarang tinggal di Kota Bandung dan Cimahi- Jawa Barat, meskipun tahun 1977 pernah tinggal di Jakarta selama enam bulan untuk menimba/mengamati pengalaman menjadi penulis dan aktivis teater.
Tahun 1978 menjadi Mahasiswa angkatan pertama Jurusan Teater ASTI (kini ISBI) Bandung dan sekaligus pada waktu itu juga bergabung dengan Studiklub Teater Bandung (STB) dengan kapasitas sebagai Aktor, Asisten Sutradara dan Sutradara, sampai sekarang. Di STB terlibat dalam pementasan pementasan; Lingkaran Kapur Putih, karya: Bertold Brecht; Antigone, karya: Sophokles, Egmont, karya: Goethe; Burung Camar, karya: Anton Chekov dan Impian di Tengah Musim, karya: W. Shakespeare. di STB pun pernah menyutradarai; Nyanyian Angsa, karya: Anton Chekov; Tiga Kehidupan Karya: Yasmina Resa dan Macbeth, karya: W. Shakespeare. Selain di STB aktif dalam pementasan Sanggar Kita Bandung, Jurusan Teater ISBI Bandung dengan kapasitas sebagai Aktor, Sutradara dan Produser.
Dunia kepenulisan meskipun tidak produktif, diakrabinya dengan menulis Cerpen, Puisi, Esai yang dimuat di Pikiran Rakyat, Sinar Harapan, Suara Karya, Gala, Bandung Pos, Prioritas dan Mandala, dan Jurnal Panggung serta dalam buku bunga rampai tulisan.
Sebagai Dosen Teater pernah mengajar di ISBI Bandung (1983-2019), IKIP (kini UPI- 1990-1995) dan IKJ (2002-2014).
Aktivitasnya sebagai penulis diperkaya dengan penelitian yang hasilnya dibukukan dengan Judul; Enam Teater/1996, Teater Tradisi dan Baru/2009, Perkembangan Konsep Penyutradaraan/2008.
Aktif menjadi Jury dan narasumber work shop dan seminar di Perguruan Tinggi dan beberapa Event dan Festival. Selain daripada itu pernah menjadi pengurus Dewan Kesenian Kota Bandung/2019-2023 dan kini menjadi Pengurus Dewan Kesenian Kota Cimahi (DKKC)2016 SD Sekarang.
Gerhana matahari dan bulan bermesra.penanda gerhana tibaalam kelam sampaikan sabdalapadz: “Allahu Akbar!”, bergema (9/3/16) Gaduh di ruang kosong gaduhsemangat persekongkolanberjuta…
Impian di Tengah Musim, naskah William Shakespeare, sutradara Suyatna Anirun Produksi Studiclub Teater Bandung (STB) 1992 Pengantar Secara…
ANUGERAH YANG TERKOYAK Alam bukan sekedar tanah, kayu atau tambang, ia kitab terbuka ditulis oleh Yang Maha Kuasadengan huruf-huruf berupa…
Pementasan Teater Tradisional Longser “Keuyeup Apu”, Naskah/Sutradara: Hermana HMT, Produksi: Bandungmooi/2024. Foto Jepretan Yoyo C. Durachman. Teater…
1.Hidup muliyatak menumpuk bendawipikiran tenang 2.Ramai duniamemberi dalam diamtak haus pujian 3.Langkah tak mewahnamun makna ia bawasunyi yang teduh 4.Tak…
Negeri di Antara Bayang dan Bayu Akuadalah bayang dari perahu purbayang pernah menantang samudra tanpa peta.Lambungku dari akar doa,layarku dari…
Topeng – Topeng (1) Mereka datang dengan senyum rapihbersetelan rapi, berbicara fasih.Di balik sorotan kamera dan tepuk tangantersimpan gigil darah…
Dalam hidup ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul begitu saja. Bukan karena kita sengaja mencarinya tetapi karena sifat dasar kita sebagai manusia.…
Bayangan di Cermin Layar Layar ini…seperti cermin tanpa kedalamanAku melihat wajahku di sanadengan filter senyum yang tak selalu kupercaya.Setiap geser,…
“Taburan Bunga di Ujung Tanya” Pada suatu pagi yang tak pernah dijanjikan,kau pergi,seperti daun terakhiryang luruh tanpa pamitdi pangkuan musim…
Kita berjalan di atas serpihan batu bata tuayang pernah menopang istana kata,di mana leluhur menulis doadengan tinta yang terbuat dari…