Ada kalanya kehidupan tidak langsung menjatuhkan kita. Ia lebih dahulu berbisik:(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
- Lewat tubuh yang mulai mudah lelah.
- Lewat hubungan yang perlahan terasa renggang.
- Lewat hati yang semakin gelisah meski semua keinginan telah terpenuhi.
Namun sering kali, kita baru berhenti ketika semuanya telah terlambat.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Padahal, leluhur Jawa telah meninggalkan sebuah piwulang yang begitu dalam: “Laku sasmita, amrih nirmala.” Sebuah ajakan untuk melatih kepekaan batin, agar kita mampu menangkap isyarat-isyarat kehidupan sebelum ia berubah menjadi penyesalan.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
SASMITA(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Dalam pemahaman Jawa, sasmita bukan sekadar tanda yang datang dari luar diri. Ia adalah kemampuan membaca makna di balik setiap peristiwa. Menyadari bahwa setiap pengalaman, setiap perjumpaan, bahkan setiap kegelisahan, sering kali membawa pesan yang layak direnungkan.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Karena kehidupan tidak selalu berbicara dengan suara yang keras. Sering kali ia hadir melalui hal-hal yang sederhana.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
- Lewat wajah seseorang yang tampak tersenyum tetapi menyimpan luka.
- Lewat tubuh yang meminta beristirahat.
- Lewat kata-kata yang tanpa sadar melukai orang lain.
- Lewat hati yang mulai kehilangan rasa syukur.
Semuanya adalah isyarat. Pertanyaannya bukan apakah kehidupan memberi tanda. Melainkan, apakah kita cukup hening untuk menyadarinya? Laku Sasmita sesungguhnya dimulai dari diri sendiri.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Sebelum membaca dunia, belajarlah membaca batin kita.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
- Apakah hari ini kita lebih mudah marah daripada biasanya?
- Apakah kesibukan mulai menjauhkan kita dari orang-orang yang kita sayangi?
- Apakah pujian membuat kita merasa lebih tinggi daripada yang lain?
- Apakah kekecewaan membuat kita kehilangan welas asih?
Jika iya, jangan terburu-buru menyalahkan keadaan. Mungkin kehidupan sedang mengetuk pintu kesadaran kita. Bukan untuk menghukum kita, melainkan untuk mengingatkan agar kembali kepada keseimbangan.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
AMRIH NIRMALA(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Leluhur juga mengajarkan bahwa tujuan dari kepekaan bukanlah menjadi orang yang merasa paling tahu. Kepekaan tanpa kerendahan hati justru mudah berubah menjadi kesombongan.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Karena itu, laku sasmita selalu berjalan berdampingan dengan amrih nirmala. Nirmala berarti hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan tindakan yang lahir dari kebijaksanaan.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Bukan manusia yang tidak pernah berbuat salah. Melainkan manusia yang bersedia terus membersihkan dirinya setiap kali menyadari kekeliruan. Sebab hati yang jernih akan lebih mudah melihat kebenaran. Dan pikiran yang tenang akan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Ada sebuah pitutur Jawa yang begitu selaras dengan laku ini: “π¨ππππππ π ππππ π πππππππ πππ πππ πππππ, πππππππ πππ π π πππππππ πππ πππ ππππ.” Kemuliaan seseorang tidak hanya tampak dari ucapannya, tetapi terutama dari laku hidupnya.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Kepekaan yang sejati bukan diukur dari seberapa banyak tanda yang mampu kita tafsirkan. Melainkan dari seberapa jauh tanda-tanda itu membuat kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih rendah hati, lebih jujur, dan lebih penuh kasih.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Mungkin itulah sebabnya orang-orang yang bijaksana tidak selalu banyak berbicara. Mereka lebih banyak mendengarkan. Bukan hanya mendengar suara manusia. Tetapi juga mendengar suara hati. Karena hati yang tenang mampu menangkap pelajaran yang sering luput dari pikiran yang gaduh.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Hari ini, sebelum kehidupan memberikan teguran yang lebih keras, cobalah berhenti sejenak.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
- Tarik napas perlahan.
- Dengarkan diri kita sendiri.
Mungkin ada sesuatu yang selama ini ingin kita abaikan. Mungkin ada seseorang yang perlu kita peluk. Mungkin ada kata maaf yang perlu kita ucapkan. Atau mungkin, yang paling perlu kita temui adalah diri kita sendiri.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Laku sasmita bukan tentang mencari hal-hal yang luar biasa. Melainkan belajar peka terhadap hal-hal sederhana yang setiap hari hadir dihadapan kita. Karena ketika hati menjadi lebih hening, kehidupan tidak berubah menjadi lebih mudah. Tetapi kita menjadi lebih bijaksana dalam menjalaninya.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Dan ketika kepekaan itu perlahan membersihkan hati dari kesombongan, iri, dan kemelekatan, disanalah nirmala mulai bertumbuh. Bukan sebagai tujuan yang sekali dicapai lalu selesai. Melainkan sebagai laku yang terus dihidupi, hari demi hari.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Sebab pada akhirnya, bukan mereka yang paling banyak mengetahui yang akan menemukan kedamaian. Melainkan mereka yang cukup rendah hati untuk terus belajar dari setiap isyarat yang diberikan kehidupan.(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Yogyakarta, 210826
(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)

Menolak Bayang Diri
(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
(Source: kosapoin.com/laku-sasmita)
Negara: Indonesia (West Java)
Device: Mobile
OS: Linux, Browser: Chrome







