PUISI Dody Satya Ekagustdiman

guru sunyi

GURU SUNYI(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Sang pohon menjadi salah satu guru kehidupan
yang paling tua di muka bumi–diam,
tetapi terus menerus bekerja demi seluruh makhluk
(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Sang Pohon tidak berbicara
Ia tidak pernah berpidato di hadapan keramaian
Ia tidak pernah menulis kitab-kitab kebesaran
tidak pernah pula mendirikan singgasana kekuasaan(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Namun akarnya menembus tanah yang dalam
dan selalu membaca rahasia bumi yang tak tertulis
mengikat butir-butir kehidupan
agar tidak terhanyut oleh zaman(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Pohon selalu tegak berdiri ketika manusia datang dan pergi
menyaksikan lahir dan runtuhnya peradaban
mengamati pergantian raja-raja
serta selalu mendengar riuh rendah perdagangan dunia(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Ia selalu tetap tegak(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Ketika matahari membakar bumi
ia membentangkan daun-daunnya menjadi teduh
Ketika hujan turun dengan derasnya dari langit
ia dengan begitu kuat menahan sebagian amarah air
agar tanah tetap memiliki harapan(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Burung pun menemukan rumah di antara rantingnya
serangga pun menemukan jalan hidup di kulit batangnya
anak-anak menemukan kebahagian dan kegembiraan di bawah naungannya
dan manusia menemukan napas yang tak pernah ditagih bayaran(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Sang Pohon tidak pernah bertanya siapa yang kaya
siapa yang miskin
siapa yang berkuasa
dan siapa yang terbuang(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Semua diterimanya dalam bayangan yang sama(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Dari sang pohon, kita belajar tentang kesabaran
Bahwa jalannya pertumbuhan tidak selalu terlihat
Bahwa kekuatan sejati sering kali bekerja dalam diam(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Bahwa memberi adalah kodrat yang lebih luhur(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Sang Pohon tidak pernah mengejar pujian
tetapi buahnya selalu dinikmati
Tidak pernah pula mencari kemuliaan
tetapi jasanya menghidupi banyak kehidupan(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Mungkin karena itulah
pohon menjadi salah satu guru paling tua di muka bumi(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Ia selalu mengajarkan kebijaksanaan tanpa kata-kata
Selalu mengajarkan cinta tanpa khotbah
Selalu mengajarkan pengabdian tanpa penghargaan(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Dan ketika manusia sibuk menghitung untung dan rugi
Sang Pohon tetap berdiri di tempatnya
mengubah sang cahaya menjadi kehidupan
mengubah sang waktu menjadi kebajikan(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Diam(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Namun Sang Pohon terus menerus tak pernah berhenti bekerja(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Begitulah Sifat Istiqomah yang dimiliki Sang Pohon
Demi Kehidupan Seluruh Makhluk(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Aku sangat merasa malu sekali oleh Sang Pohon
dan seluruh anggota tubuhku dan juga sel-sel cerdas
yang ada di Tubuh Sang Pohon dan sel-sel cerdas
yang ada pada diri tubuhku(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

Sekian Terima kasih
Bandung, 14.Juni.2026(Source: kosapoin.com/puisi-dody-satya-ekagustdiman)

PUISI De Eka Putrakha
Baca Tulisan Lain

PUISI De Eka Putrakha

Dody Satya Ekagustdiman

Apakah artikel ini membantu?
IP: 57.141.18.16
Negara: United States (Texas)
Device: Desktop
OS: macOS, Browser: Chrome

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *