Menurut saya, sandal di depan pintu itu semacam satpam gratis. Tidak pakai seragam, tidak punya KTA, tidak pernah ikut pelatihan keamanan, tetapi cukup ditaruh sepasang di depan rumah, orang sudah berpikir dua kali untuk masuk. “Wah, ada orang.” Padahal belum tentu. Orangnya bisa saja sedang pergi, sementara sandalnya ditinggal. Bahkan kalau pemilik rumah sedang pulang kampung tiga hari, sandalnya tetap setia menjaga rumah. Ia tidak ikut mudik, tidak ikut piknik, tidak minta oleh-oleh. Tugasnya sederhana: membuat orang lain percaya bahwa di balik pintu itu ada kehidupan.(Source: kosapoin.com/sandal-di-depan-pintu)
Lucunya, sandal tersebut memang seharusnya berada di luar rumah. Namanya saja sandal luar. Kalau dibawa masuk, biasanya langsung ditegur. “Eh, jangan pakai sandal itu di dalam!” Jadi sandal punya posisi yang agak aneh. Ia harus berada di luar untuk menunjukkan bahwa ada orang di dalam. Ia berguna karena tidak masuk. Ia berjasa justru karena berada di tempat yang bagi dirinya memang tidak boleh dilewati.(Source: kosapoin.com/sandal-di-depan-pintu)
Saya kira manusia sering begitu juga. Padahal tanda hanya tanda. Sandal tidak pernah bilang pemiliknya ada di rumah. Kita saja yang buru-buru menyimpulkan begitu. Ada mobil di halaman, berarti orangnya ada. Lampu luar masih menyala, berarti belum tidur, padahal kalau sudah menjelang siang bisa saja belum bangun atau malah sedang pergi. Ada gelas kopi di meja, wah, berarti tadi ada yang duduk di situ. Padahal mobil, lampu, dan kopi itu tidak pernah memberi keterangan apa-apa. Entahlah. Manusia memang suka melengkapi cerita dari sedikit petunjuk. Melihat sandal saja sudah cukup untuk membuat kita merasa tahu apa yang terjadi di balik pintu. Padahal sandal itu sendiri tidak tahu apa-apa. Kalau sandal bisa bicara, mungkin sejak tadi ia sudah angkat tangan. “Jangan salahkan saya. Saya hanyalah sandal. Saya memang tugasnya di luar.”(Source: kosapoin.com/sandal-di-depan-pintu)
Lucunya, kita juga sering menjadi sandal bagi orang lain. Diam sedikit dianggap marah. Tidak membalas pesan dianggap sombong. Tidak datang dianggap tidak peduli. Tidak bicara dianggap tidak punya pendapat. Padahal orangnya bisa saja sedang capek, sedang tidur, sedang sibuk, atau memang sedang malas menjawab. Kita memang lebih suka tanda karena tanda tidak perlu diajak bicara. Tinggal lihat, lalu selesai. Cerita pun kita buat sendiri.(Source: kosapoin.com/sandal-di-depan-pintu)
Jadi kalau malam ini ada sepasang sandal di depan pintu rumah tetangga, jangan buru-buru menganggap ada orang di dalam. Bisa jadi orangnya sedang pergi. Bisa jadi rumahnya kosong. Atau bisa jadi sandal itu memang sedang lembur sebagai satpam. [](Source: kosapoin.com/sandal-di-depan-pintu)

ROBIN HOOD REBORN
Negara: Poland (Pomerania)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown








