MENJADI JAM DINDING
Baginya, pikiran itu mesin
Yang bisa disimpan di sebalik dada
Hingga bisa bekerja sangat presisi
Ia kerap bangun tepat pukul tiga
Saat lengkung langit masih
Hitam dalam catatan muram
Di balik meja kayu yang dingin
Ia merasakan perihnya kesepian
Di perantauan. Saban hari
Ia bekerja sangat mekanis
Pada poros yang sama
Ia sukses mencipta mati rasa
Dalam dentum simfoni bising
Menjadi serupa jam dinding
2014

PUISI Ayie S Bukhary
BENTUK BAHU ITU
Ia duduk membungkuk
Membelakangi pintu masuk
Di sebalik pipi tirusnya itu
Menggelantung rindu
Di pojok ranjang
Yang remang-remang
Erangan panjang
Tertahan dalam kejang
Robek selaput di hatinya
Pudar jadi kelabu kusam
Penuh bercak mimpi
Cahaya berkedip-kedip
Ia mengenali bentuk bahu
Di baju yang merosot itu
2014

SAJAK-SAJAK Ayie S Bukhary
DOKUMEN SEBUAH NAMA
Mata merah dan melayu
Di kepalanya yang kacau
Memanggil sebuah nama
Dengan suara parau
Pada gelas yang kaku
Pandangannya terpaku
Memanggil sebuah nama
Dalam notasi racau
Dengan nada yang datar
Seolah membaca berita
Betapa mahalnya sakit
Dengan perut melilit
Mirip sebuah luka lama
Yang dipaksa terbuka
2014









