Warna Malam I(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Melihatmu dalam bayang-bayang malam,
aku merasa jadi penyair paling romantis seantero kampus hitam
kuubah angin menjadi puisi dan jelaga menjadi sajak
begitu puitis kata-kata yang kuciptakan sekalipun hanya sebuah kecemasan
dan kegelisahan saja(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Kau menari di rintih pilu batinku,
berdansa dengan angin malam di antara orang-orang
yang tenggelam dalam genangan vodka.
diwarnai lampu-lampu panggung yang menyempurnakan malam
sebagai patahan luka(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Aku termangu di pandang tarianmu,
di layangan mimpi-mimpi yang mengubah sepi jadi ekstravaganza,
mengusir binatang-binatang malam dari pepohon rindu.
aku memandangimu lewat hati penuh luka,
tergagap bayang-bayang kehancuran
maka akupun jadi penyair palsu(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Cianjur, 15 Oktober 2006(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)

PUISI Yoyo C. Durachman
Warna Malam II(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Mendengar kisah-kisah orang lapar mulutku menjadi sebongkah keheningan
terbengkalai dari mimpi dan rintihan kemarau
berkecamuk menjadi bebatu amarah dalam gumpalan majas kesedihan(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Antara puisi dan perkampungan waktu,
memberkas segelintir nyanyain pohon palm
merajut perih luka seekor kelelawar
meraba di antara cekaman bayang-bayang malam(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Seutas cerita yang dikisahkan gemuruh mobil di jalan cemas,
meraung seperti dingin yang terbakar api hujan dalam darah paling purba.
kau tersenyum di perbatasan masa lalu dan rasa kantuk.
kau melupakan jejak sunyi ketika sayap jibril mengubah asap bakaran
menjadi tangis rembulan(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Aku disini menyulam kerinduan bersama cahaya neon
yang meredup karena tanya, mengubah jelaga
menjadi puisi dan bebisik daun menjadi catatan tentang kebisuan(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Bandung, 22 Februari 2007(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)

PUISI Yesmil Anwar
Warna Malam III(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Aku mendengar tangis malam pada gemesir angin
dedaunan silih berganti menyanyikan bayang rembulan
kentongan melantun di sela bisik hujan yang masih bernama mendung
memecah sunyi sebagai harta malam yang paling purba(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Ada segelintir keresahan terpelanting pada pepohonan bertunas jelaga
hinggap di ranting-ranting saat kelelawar lupa mematahkannya
seperti lolongan anjing yang tak mampu menjadi bait-bait puisi.(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Dari remang cahaya keheningan
orang-orang dengan sebilah pisau di tanagnya
yang gemerlap menyilaukan setiap kata saat terhunus api nanah.
menderap dalam sepi, malam mengantarkannya
pada pintu yang menembus kancah kesedihan(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Dari bisik hujan yang kini bernama gerimis aku membayangkanmu
sebagai perempuan tercerdik
menghitung suara-suara malam.
sepi.
melelapkanku pada taman mimpi.(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)
Cianjur, 4 Maret 2007(Source: kosapoin.com/puisi-iwan-m-ridwan)






