Pertunjukan Terbaik dalam Skansa Berdrama Jilid 2, Dengan Judul Pertunjukan “Kebo Nyusu Gudel” Di GP. Hoerijah Adam ISI Padang Panjang, 6 Oktober 2026. (Dokumentasi; Akbar Munazif, 2026).(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)
GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH BERSAMA PRODI SENI TEATER ISI PADANGPANJANG SEBAGAI PENGINISIASI DAN PUSAT KURASI REVOLUSI EKOSISTEM TEATER REMAJA SIAP MERAMBAH SUMATERA BARAT(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)
Sebuah riak kultural yang bertenaga lahir dari sudut Kota Padang Panjang, sebuah wilayah dingin yang secara historis dikenal sebagai salah satu rahim intelektual dan seni di Sumatera Barat. Peristiwa itu mewujud dalam sebuah program pertunjukan kolaboratif bertajuk Skansa Berdrama. Diinisiasi pertama kali pada tahun 2025 melalui gerakan kolaborasi Triple-Helix seni yang melibatkan Program Studi Seni Teater ISI Padangpanjang, SMK Negeri 1 Padang Panjang (Skansa), dan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), inisiatif ini muncul dari sebuah kegelisahan komunal akan mulai meredupnya tradisi teater di kalangan remaja. Sekolah tidak lagi sekadar dipandang sebagai tempat transfer ilmu akademis normatif, melainkan sebuah hulu potensial untuk menyemai kembali benih-benih estetika, literasi empati, dan karakter siswa sejak dini.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)
Pada tahun pertamanya, Skansa Berdrama Jilid 1 memikul misi besar untuk merubuhkan dinding pembatas antara teori estetika teater tingkat tinggi dan realitas pendidikan menengah. Di bawah bimbingan langsung para dosen pendamping, mahasiswa seni, serta seniman profesional, para siswa mula-mula diperkenalkan pada alfabet pertunjukan. Mereka belajar menyusun tubuh, mengolah vokal, memahami ruang, hingga meraba esensi paling mendasar dari sebuah kerja kolektif. Proses ini bertransformasi menjadi sebuah laboratorium kemanusiaan; anak-anak usia remaja yang awalnya canggung menatap mata lawan bicara, perlahan tumbuh menjadi sosok yang berani berdiri tegak di bawah sorot lampu panggung. Keberhasilan Jilid 1 pada tahun 2025 yang dipentaskan di Teater Arena Mursal Esten tidak hanya melahirkan decak kagum publik, tetapi juga meletakkan sebuah cetak biru berharga bahwa estetika teater yang rumit sangat mungkin diadopsi dan dieksekusi dengan matang oleh generasi muda.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)

Melompat ke tahun 2026, api kreativitas yang telah menyala tersebut ditiup lebih kencang melalui penyelenggaraan Skansa Berdrama Jilid 2. Keunikan utama dari proyek kolosal pada fase kedua ini adalah integrasi metode pelajaran mendalam (deep learning) yang diterapkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia akhir Fase F untuk seluruh siswa kelas XII SMK 1 Padang Panjang. Uniknya, program pembelajaran ini tidak berjalan sendiri, melainkan dikolaborasikan secara lintas disiplin dengan mata pelajaran Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang diampu oleh siswa kelas XI program keahlian Usaha Layanan Wisata (ULW). Melalui model pembelajaran inovatif ini, seluruh siswa kelas XII bertindak sebagai kreator dan aktor di atas panggung, sementara siswa kelas XI mengaplikasikan ilmu manajemen event mereka untuk mengelola operasional, alur penonton, hingga teknis pelaksanaan pementasan di gedung pertunjukan profesional(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)
Di panggung megah Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, Skansa Berdrama Jilid 2 menyajikan total 10 lakon drama yang bervariasi dari berbagai disiplin keahlian siswa kelas XII. Setiap kelas membawa narasi, konflik, dan eksplorasi peran yang unik, mulai dari komedi satir, drama realisme domestik, hingga refleksi eksistensial remaja. Keberagaman tersebut mewujud melalui penampilan kelas XII Akuntansi 1 yang mengusung lakon “Warga Malam”, disusul kelas XII Akuntansi 2 dengan “Malam Jahanam”. Nuansa reflektif dihadirkan oleh kelas XII Manajemen Perkantoran 1 melalui judul “Seberkas Cahaya”, berdampingan dengan pendekatan satir komedi dari kelas XII Manajemen Perkantoran 2 lewat lakon “Doktor Gadungan”. Eksplorasi konflik sosial yang tajam dibawakan oleh kelas XII Bisnis Ritel 1 dengan judul drama “Hamil” serta kelas XII Bisnis Ritel 2 lewat lakon “Ayahku Stroke Tapi Tak Mati”. Sementara itu, kelas XII Perhotelan menyajikan dinamika kelas dan relasi manusia dalam judul “Babi Babu”, disusul penampilan kelas XII Usaha Layanan Wisata yang mengangkat metafora kultural lewat “Kebo Nyusu Gudel”. Panggung Hoerijah Adam kian lengkap dengan penampilan kelas XII Kuliner 1 yang membawa lakon “Perjalanan Tanpa Akhir” serta ditutup oleh eksplorasi ketegangan psikologis kelas XII Kuliner 2 lewat lakon bertajuk “Melawan Waktu”.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)

Setelah melalui proses kurasi dan penilaian yang ketat dari aspek keaktoran, penyutradaraan, hingga tata artistik, Dewan Juri yang beranggotakan dua praktisi seni, Ravi, S.Sn. dan Fauzan, S.Sn., akhirnya menetapkan capaian-capaian terbaik dari festival teater sekolah ini. Dewan Juri mengukuhkan 5 Pertunjukan Terbaik tanpa peringkat, yang diraih secara prestisius oleh pertunjukan lakon “Kebo Nyusu Gudel”, “Doktor Gadungan”, “Seberkas Cahaya”, “Babi Babu”, serta “Hamil”. Penilaian ini membuktikan tingginya tingkat penyerapan estetika teater oleh para aktor remaja di atas panggung.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)
Capaian gemilang ini semakin lengkap dengan diumumkannya penghargaan kategori spesifik. Penghargaan Artistik Terbaik berhasil disabet oleh pementasan “Ayahku Stroke Tapi Nggak Mati” berkat kecerdasan penataan visual panggungnya. Di lini seni peran, gelar Aktor Terbaik jatuh kepada pemeran karakter “Kakek” dalam lakon “Kebo Nyusu Gudel”, sedangkan gelar Aktris Terbaik diraih dengan memukau oleh pemeran “Pelayan 2” dalam pertunjukan “Babi Babu”. Ketangguhan jajaran pemeran pendukung juga mendapat apresiasi tinggi, di mana kategori Aktor Pendukung Terbaik dianugerahkan kepada pemeran “Genderewo” dalam lakon “Warga Malam”, serta kategori Pendukung Aktris Terbaik berhasil diraih oleh pemeran “Ibu” dalam pementasan “Melawan Waktu”.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)

Di balik kemegahan konsep dan variasi lakon yang ditampilkan, kolaborasi besar ini didukung, dibina, dan dibimbing langsung oleh jajaran pendidik dari SMK 1 Padang Panjang, serta praktisi teater dari alumni Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang. Di lini akademis dan kurikulum, barisan Guru Bahasa Indonesia SMK 1 Padang Panjang yang terdiri dari Eliyati, S.Pd., Novia, S.Pd., M. Taufik Siddik, S.Pd., dan Ogi Maya Sari, M.Pd., menjadi motor penggerak literasi dan analisis teks para siswa. Di sisi manajemen event, Kafyanti Nurmeli, M.Pd.E., selaku Guru MICE SMK 1 Padang Panjang, dengan disiplin tinggi menuntun siswa kelas XI ULW mengamankan tata kelola pertunjukan profesional. Penting untuk digarisbawahi bahwa kerja artistik di ruang latihan dikawal ketat oleh M. Andreanda Dwi Putra, Akbar Munazif, dan Egi. Posisi mereka bukan sebatas pelatih drama konvensional, melainkan bagian integral dari Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang bergerak aktif dalam perluasan seni teater. Kehadiran mereka menyatukan aspek akademis sekolah dan kompetensi seni pertunjukan, sekaligus mentransformasikan potensi mentah para siswa menjadi ekspresi seni yang matang.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)
Keberhasilan luar biasa di Kota Padang Panjang ini nyatanya bukanlah titik akhir, melainkan sebuah titik start dari visi yang jauh lebih masif dan epik. Dampak kultural dan edukatif yang dihasilkan oleh sinergi ini memiliki energi yang terlalu besar jika hanya dilingkup dalam satu teritorial kota saja. Kini, muncul sebuah komitmen visioner untuk memperluas dampak gerakan Skansa Berdrama ke seluruh kota dan kabupaten di Sumatera Barat pada tahun-tahun mendatang. Rencana ekspansi berkelanjutan ini dirancang sebagai gerakan makro untuk merevitalisasi ekosistem seni pertunjukan remaja di tingkat provinsi, dengan menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat guna mengintegrasikan model kolaborasi pembelajaran lintas disiplin serta metode deep learning ini ke dalam struktur penguatan karakter di berbagai sekolah menengah di 19 kabupaten/kota.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)

Dalam rencana besar ini, Program Studi Seni Teater ISI Padangpanjang bertindak sebagai inisiator utama yang melakukan perluasan jangkauan, sekaligus memosisikan diri sebagai hub pusat kurasi dan penjamin mutu artistik. Melalui payung prodi tersebut, para fasilitator seni terbaik dan seniman GSMS akan didelegasikan ke daerah-daerah, termasuk wilayah terpencil dan kepulauan. Ekspansi ini diproyeksikan akan memicu gelombang kreativitas baru yang berbasis pada kearifan lokal (local wisdom). Mengingat setiap daerah di Sumatera Barat memiliki kekayaan tradisi lisan, sejarah adat, dan karakteristik sosiologis yang unik, sekolah-sekolah di berbagai wilayah nantinya akan menggali mitos, cerita rakyat, hingga isu sosial lokal mereka sendiri untuk diangkat ke atas panggung. Gerakan ini akan bertransformasi menjadi sebuah kanvas raksasa yang merekam keberagaman dan kekayaan budaya Minangkabau dari kacamata generasi muda.(Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)
Pada akhir kata, esensi terdalam dari perluasan gerakan Skansa Berdrama ke seluruh pelosok Sumatera Barat adalah pemenuhan fungsi edukatif teater sebagai penawar dari gempuran digitalisasi yang cenderung mengisolasi individu. Seni pertunjukan adalah kerja kolektif yang tidak dapat tegak oleh satu orang saja. Melalui proses latihan yang panjang dan manajemen produksi yang melelahkan, para siswa secara tidak sadar sedang ditempa menjadi manusia yang memiliki empati tinggi, disiplin baja, rasa tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim. Visi jangka panjang dari keberlanjutan gerakan ini bermuara pada cita-cita lahirnya Festival Teater Pelajar Se-Sumatera Barat, sebuah panggung festival yang nantinya akan menjadi altar bagi bertemunya ide-ide segar remaja, wadah pertukaran budaya antar-daerah, sekaligus laboratorium yang subur bagi lahirnya generasi baru seniman, pemikir budaya, dan apresiator seni pertunjukan yang kritis di Indonesia. [](Source: kosapoin.com/bercermin-dari-skansa-berdrama-jilid-2)

TUBUH BUNYI
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown








