SITI PURNAMASIDI

Siti Purnamasidi kosapoin.com

Muncul Siti Purnamasidi yang menyanyi lagu padang bulan

Yo pra konco dolanan ing jaba
Padhang wulan padhange kaya rino
Rembulane sing awe-awe
Ngelingake ojo pada turu sore…

(Pada penonton)

Kenangan dulu semasa kecil di kampung. Terang bulan atau padhang wulan menjadi obsesi hidup saya, sehingga saya menambahkan nama saya Purnamasidi. Ada pepatah bagai pungguk merindukan bulan, itu saya patahkan dengan segala sesuatunya tentang bulan. Aku bukan pungguk, aku pengejar  ilmu, aku bekerja di perpustakaan secara bertahap  dari perpustakaan kecil sampai ke perpustakaan besar.  Aku sengaja memesan kaos yang bertuliskan pungguk menaklukkan bulan. Sampai akhirnya aku punya perpustakaan sendiri. Taman 1000 bulan. Aku dibantu Mas Kemok nama aslinya Adiraja Jayalengkara anak seorang pengusaha batik. Lakon drama anak-anak taman 1000 bulan di garap Mas Kemok dengan mengajak anak-anak yatim piatu asuhan ustadz Jamali.

Pertunjukan taman 1000 bulan sukses. Mas Kemok kembali diakui orangtuanya karena taman 1000 bulan. Mas Kemok membujuk orangtuanya mengeluarkan batik motif 1000 bulan dan bulan Purnomosidi, pada pertunjukan drama taman 1000 bulan yang selanjutnya, disaksikan menteri pariwisata. Sukses dramanya, sukses batiknya. Aku dibawa pameran keliling negara Aslan. Tapi itu dulu ketika aku masih muda. Sekarang aku sudah sepuh 70 tahun. Aku menjadi pendongeng pada cucu kalau mereka datang berlibur. Anak-anak tetangga yang rumahnya di bukit Purnamasidi. Aku membuat rumah dongeng 1000 bulan, dan ruang pameran lukisanku dari Dewi bulan, nenek tenun, Mbak Lurik dan bulan anak-anak bulan. Pokoknya obsesiku tentang bulan. Terus dikembangkan, ternyata anak-anak suka. Inilah dongengku tentang Dewi bulan dan anak kucing, yang dimasa tuanya menjadi Nenek Tenun dan kucingnya si Candra padang artinya bulan yang terang benderang. (mengambil wayang kulit empat buah). Merubah suara sesuai peran. Mengambil wayang dewi bulan (Merubah suara) “Aku Dewi bulan yang selalu mencintai bulan. Aku di temani kucingku yang mungil kupanggil si Dedari Si Bulan kecil, lucu bukan. (Mengambil wayang kucing kecil). “Dedari kemari temani aku menanam kapas untuk aku membuat benang nantinya.”

(Tataran waktu)

Sekian ratus tahun kemudian, Dewi bulan sudah jadi Nenek Tenun dan Si Dedari sudah jadi Si Candra padang.

(Muncul wayang Nenek Tenun dan Candra padang)

(Merubah suara, suara tua) “Candra padang kucingku si Dedari yang setia. Dongeng hidup kita selalu di wedarkan pada generasi kapanpun.”

(Kepada penonton)

Itulah sekilas dongengnya. Akupun sekarang dipanggil nenek Siti Purnamasidi. Terdengar lagu padhang bulan dinyanyikan anak-anak.

Tamat

10 Agustus 2023


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *