Jossy Belgradoputra M.H.
DINASTI BOGALAKON: Ketika Ring Tinju Menjadi Ruang Peradaban
Di negeri ini, kita terlalu sering mengukur masa depan anak muda dari angka-angka yang tertulis di rapor, sertifikat, atau status…
Ketika Hukum Kehilangan Nurani: Refleksi atas Tuntutan Nadiem Makarim
Di negeri yang begitu mudah melupakan luka kolektifnya sendiri, hukum sering kali tampil bukan sebagai penjaga nurani publik, melainkan sebagai…
Perjalanan Adit Barli dalam membangun Rasa untuk Lengkapi Jiwa
kunjungan penulis pada tahun 2001 ke kediaman Adit Barli. Kita sedang hidup di sebuah masa di mana perubahan besar datang…
Sayap Tak Lelah Ibu Mulyani
Sore itu, 12 Maret 2026, percakapan kami mengalir tanpa terasa, ketika saya tertarik melihat foto dengan bayi kembar, katanya mendampingi…
Paksya Bogalakon, Gerakan Sunyi yang Bekerja Saat Banyak Orang Hanya Bicara
Ada banyak cara untuk terlihat peduli. Mengunggah, mengomentari, atau sekadar membagikan kabar tentang penderitaan orang lain. Tapi ada satu cara…
Ketika Dunia Berpindah ke Layar Disrupsi Digital dan Nasionalisme yang Diam-Diam Memudar
Bukankah semesta telah memberikan contoh yang paling nyata? Perhatikanlah bagaimana bumi berputar mengelilingi matahari dengan kecepatan yang luar biasa. Meski…
Kisah Sunyi Paksya Bogalakon Menjangkau yang Terlupakan
Di sudut-sudut kota yang sibuk, di antara hiruk-pikuk kendaraan dan gemerlap bangunan yang menjulang, ada cerita-cerita kecil yang jarang terdengar.…
Menemukan Kembali Akar Keadilan Pembelajaran Sosial dari Filosofi Tanah Sunda saat Hukum Formal Menjadi Kering
Ada satu pertanyaan sederhana yang sering kita abaikan, apakah hukum selalu adil? Sebagian orang mungkin akan menjawab, “Ya, selama sesuai…
Judi Online dan Ilusi Keberuntungan Ketika Hukum Berhadapan dengan Hasrat Manusia
Pernahkah Anda membayangkan sebuah lubang hitam yang tidak berada di luar angkasa, melainkan terselip rapi di dalam saku celana Anda?…
Pancasila yang Terlupakan: Dari Warisan Leluhur ke Sekadar Hiasan Dinding
Ada satu ironi yang diam-diam hidup di tengah kita. Sesuatu yang begitu sakral, begitu mendasar, justru perlahan kehilangan makna. Ia…
