Yogyakarta | Perhelatan seni rupa bertajuk PERTELON akan segera menyapa publik pada Rabu, 15 April 2026, pukul 16.00 WIB di Indie Art House, Jalan AS Saniawaat Barat No. 008, Bekelan, Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul—Yogyakarta. Eksibisi yang dikuratori oleh Jajang R. Kawentar ini rencananya akan dibuka oleh pelukis kondang Nasirun, menghadirkan 42 karya dari tujuh seniman dengan latar belakang berbeda. Kehadiran Deni Setiawan, Antonius Ruli, D. Koestrita, N. Rinaldy melalui gaya abstrak, Moko Jp dan Deden FG dalam napas surealis, serta Riduan dengan karya impresifnya, menjadi bukti nyata eksistensi mereka yang terus menyala.
Jajang R. Kawentar dalam catatan kurasinya menegaskan bahwa PERTELON bukan lagi ruang untuk membicarakan gimik atau sengkarut dunia seni rupa. Fokus pameran ini adalah perayaan suka cita atas pilihan hidup serta apa yang dimiliki saat ini, mencerminkan posisi mapan dalam jalur kesenian masing-masing. Peristiwa budaya ini menandai proses pergeseran cara memandang seni dan proses kreatif secara lebih personal dan mendalam.
Makna “Pertelon” yang berarti pertigaan dalam bahasa Jawa tidak diposisikan sebagai titik konflik. Pertigaan ini justru menjadi titik temu sakral untuk refleksi diri, penerimaan, serta perayaan atas segala pencapaian. Di sinilah Antonius Rulli, Deni Setiawan, Deden FG, D. Koestirta, Moko Jp, N. Rinaldy, dan Riduan menanti kehadiran seniman lainnya untuk turut serta nyengkuyung atau memberi dukungan moral bagi kebersamaan ini.
Seluruh jalan di PERTELON pada akhirnya berujung pada tanggung jawab pribadi, takdir, dan introspeksi. Para seniman ini berani menghadapi konsekuensi serta keputusan hidup berkesenian secara mandiri tanpa harus bergantung pada pengaruh luar. Eksibisi ini merupakan bentuk investasi manifestasi kreatif sekaligus konsistensi eksistensi para perupa dalam menghirup kekayaan estetika privat. Mereka memilih tidak terjebak dalam perdebatan teoretis rumit yang sering kali membingungkan di jagat seni rupa.
Sikap luweh yang diusung menjadi sinyal keikhlasan dalam melepaskan beban ekspektasi orang lain serta berfokus pada fleksibilitas ambigu saat berkarya. Melalui perayaan keputusan artistik personal, pameran ini tidak lagi sekadar mengejar reputasi yang berisiko menambah beban hidup. Sebaliknya, seni dijadikan alat untuk melepaskan beban berkesenian sekaligus sarana menikmati hidup secara utuh.
PERTELON menegaskan kematangan posisi para seniman, baik secara teknis maupun konseptual, serta keyakinan untuk tetap melangkah pada jalur yang ditempuh tanpa perlu mengikuti arus lain. Terdapat keyakinan kuat bahwa seni yang diampu adalah bagian dari kebahagiaan hidup dan penerimaan diri secara total. Publik dapat mengunjungi pameran ini mulai 16 hingga 30 April 2026, setiap pukul 11.00 sampai 17.00 WIB. []









