Tiga tanda orang munafik yang disabdakan Rasulullah itu menjadi rumus dalam mencermati tanda-tanda orang sombong, ia yang paling benar sendiri, siapa pun itu.(Source: kosapoin.com/sarapan-pagi)
Isi dalam pembicaraannya cenderung banyak mengarah pada “riya” – “ke-aku-an”, langsung atupun tidak – “ingin” pengakuan – diakui – dari dan oleh orang disekitarnya. Baik gayanya blak-blakan atau lemah lembut, gambling atau metafora. Bisa diteliti oleh rasa netral (bening jiwa) dari kata saya atau aku atau kata lainnya yang ia lontarkan.(Source: kosapoin.com/sarapan-pagi)
Pura-pura lupa terhadap apa yang menjadi komitmen dirinya, ‘pemanis buatan’. Contoh umumnya di masyarakat itu soal ‘hutang-piutang’, mau hutang uang atau piutang jasa. Padahal menyegerakan hal itu harus diutamakan.(Source: kosapoin.com/sarapan-pagi)
Sering beralasan berisi alasan pembenaran padahal sikap kemalasan dirinya yang menjadi kebiasaan.(Source: kosapoin.com/sarapan-pagi)
“Dan tentu ketiga hal itu saling berkaitan”. Rasulullah selalu mengajak berdialektika dengan para ‘pembaca’ [ihfa](Source: kosapoin.com/sarapan-pagi)

Spiritual Defense – Menemukan Nilai Syukur dari Berbagai Penderitaan
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown







