Sisa Amplas Di Lantai Kelas

sisa amplas di lantai kelas

Meja kayu kelas tiga itu selalu berbau daki hitam dan torehan pisau saku bertahun-tahun. Namun, bagi Fajar, sebilah kapur tulis putih yang ia curi dari kolong lemari adalah satu-satunya alat untuk membangun dinding rumah tanpa perlu surat izin. Di atas permukaan kayu yang kasar, ia gemar menggoreskan garis demi garis; membentuk tiang penyangga yang tebal, pintu dengan kait besi besar, dan jendela yang menghadap langsung ke arah tanah kosong. Fajar tidak pernah menggambar rumah di buku gambarnya sendiri. Ia tahu kertas putih itu harus disimpan bersih untuk tugas mingguan yang akan diperiksa oleh guru wali kelasnya yang galak.(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

“Jangan coret-coret meja itu lagi, Fajar! Kalau ketahuan Kepala Sekolah, orang tuamu harus membeli kaleng cat untuk menutup seluruh permukaan ini!” bentak guru kelas saat melihat telapak tangan Fajar penuh dengan bubuk kapur putih.(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

Fajar buru-buru menghapus gambar rumah kapurnya menggunakan telapak tangan hingga kulitnya terasa baal dan perih oleh serat kayu yang tajam. Keluarganya hidup menumpang di sebuah bedeng tripleks pinggir rel kereta api, hanya sejangkauan lengan dari perlintasan besi. Setiap kali kereta barang melintas membawa muatan semen dari hulu, dinding tempat tidurnya akan bergetar seolah mau runtuh ditelan bumi. Meja sekolah berukuran satu kali setengah meter tersebut adalah sepetak tanah pribadinya yang paling aman—sebuah ruang tempat ia bisa mendirikan fondasi tanpa takut digusur oleh deru mesin ekskavator proyek jalan tol.(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

Namun, sekolah dasar negeri tempat ia mencari ilmu sedang bersiap menyambut kompetisi kelas paling estetis tingkat kabupaten. Program itu menjanjikan piala dan dana insentif dari dinas pendidikan kota. Hari Jumat siang, setelah seluruh murid pulang, sebuah regu kebersihan masuk membawa ember berisi cairan tiner yang berbau tajam, sikat besi, dan lembaran amplas kasar sewarna pasir. Tugas mereka adalah mengikis habis seluruh jejak kehidupan, coretan, dan sisa kapur yang tertinggal di atas permukaan kayu selama bertahun-tahun agar semuanya terlihat seragam, mengilap, dan steril di depan dewan juri.(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

Ketika Fajar masuk kelas pada hari Senin pagi, ia langsung terpaku di depan bangkunya. Meja kayunya telah berubah wajah; permukaannya bersih, pucat, berbau pelapis kimia yang menusuk hidung, dan sepenuhnya asing. Gambar rumah kapur yang ia rencanakan untuk diselesaikan hari itu telah terkelupas bersama lapisan kayu yang diamplas paksa demi mengejar angka penilaian kebersihan kota.(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

Wali kelas masuk dengan senyum lebar, memuji kerapian ruangan yang kini tampak seperti ruang pameran furnitur yang mati tanpa nyawa. Ujian menggambar dimulai beberapa jam kemudian dengan tema penyeragaman: Lingkungan Sehat dan Bersih.(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

Fajar memegang krayon hitamnya di atas kertas gambar putih bersih yang disediakan sekolah. Ia mencoba menarik garis membentuk atap, namun jemari tangannya mendadak gemetar di atas permukaan meja yang licin. Di bawah lantai kelas, sepasang telapak kakinya yang telanjang merasakan getaran halus yang konstan—getaran dari mesin berat di luar yang mengingatkannya pada kabar bahwa bedeng tripleksnya akan diratakan minggu depan untuk proyek jalur ganda kereta api cepat.(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

Fajar menatap permukaan meja jatinya yang kosong tanpa noda. Seluruh dinding rumah impiannya telah lama diratakan menjadi bubuk putih oleh gosokan amplas orang-orang besar yang menolak mengenali arti rasa belas kasihan bagi manusia-manusia kecil yang kalah. Banjarnegara, Agustus 2026(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)

ENIGMA LIMA KUNCI
Baca Tulisan Lain

ENIGMA LIMA KUNCI

Dwi Scativana Isnaeni

(Source: kosapoin.com/sisa-amplas-di-lantai-kelas)


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *