SIRAH CAI

sirah cai cover

SIRAH CAI
Seni Bina Kampung(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(SEORANG TOKOH TUA BERDIRI DI DEKAT SEBUAH MATA AIR. IA MEMBAWA EMBER KECIL. SESEKALI IA MEMBUNGKUK, MENGAMBIL SAMPAH YANG BERSERAKAN. SUARANYA MULA-MULA LIRIH, SEPERTI SEDANG BERBICARA KEPADA AIR.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

TOKOH:(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Cai…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Cai…
Sirah cai…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kau masih mengalir?(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Masihkah kau mengenali kami?(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Aku takut suatu hari nanti, ketika aku datang ke tempat ini, kau sudah tidak menjawab.
Bukan karena kau marah…
tetapi karena kami telah membuatmu kehabisan suara.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(MENGAMBIL SELEMBAR PLASTIK.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dulu…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Tempat ini bersih.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Anak-anak berlari tanpa takut menginjak pecahan kaca.
Orang-orang datang membawa ember, membawa kendi, membawa harapan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Di sini orang mencuci,
di sini orang mandi,
di sini orang saling menyapa.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Punten, Akang!”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Mangga, Bu!”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Airnya masih deras?”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Alhamdulillah, masih.”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ah…Sesederhana itu hidup kami dahulu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Tapi sekarang…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(MENUNJUKKAN SAMPAH DI TANGANNYA.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Yang mengalir bukan hanya air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Plastik ikut mengalir.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Bekas makanan ikut mengalir.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Sisa sabun ikut mengalir.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Sampah dari rumah-rumah ikut mencari jalan menuju mata air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Lalu kita bertanya,(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Kenapa airnya keruh?”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kita sendiri yang mengeruhkannya!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Kenapa baunya tidak seperti dulu?”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kita sendiri yang membuang busuk ke dalam tubuhnya!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Kenapa anak-anak sering sakit?”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Karena kita telah menjadikan alam sebagai tempat sampah, lalu meminta alam memberi kita kehidupan!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(HENING. TOKOH MEMANDANG KE ARAH MATA AIR.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Cai…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Maafkan kami.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kami terlalu sering meminta.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ketika haus, kami mencari air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ketika sawah kering, kami mencari air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ketika tubuh lelah, kami mandi dengan air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Tetapi ketika kami selesai menggunakanmu…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

kami lupa menjagamu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kami hanya tahu mengambil.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kami lupa merawat.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kami hanya tahu meminta kehidupan…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

tetapi lupa memberi kehidupan kembali.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(NADA BERUBAH LEBIH TEGAS.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Hei!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jangan hanya pandai berkata:(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Ah, cuma satu bungkus plastik!”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Satu dari kamu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Satu dari dia.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Satu dari mereka.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Hari demi hari.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Bulan demi bulan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Lalu sampah itu menjadi gunung!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dan gunung sampah itu menutup jalan air!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ketika hujan datang, air tidak lagi menemukan jalan pulang.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ia masuk ke rumah-rumah kita!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ia merobohkan pagar!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ia menggenangi dapur!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Lalu kita menyebutnya:(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Bencana!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Padahal…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

kadang-kadang bencana itu berawal dari tangan kita sendiri.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dari satu tangan yang malas berjalan menuju tempat sampah.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dari satu pikiran yang berkata:(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Sudahlah, buang saja!”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(MENATAP PENONTON.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Saudara-saudara…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Menjaga mata air bukan pekerjaan satu orang.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kalau hanya aku yang membersihkan, sementara kalian terus membuang sampah…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

aku akan kalah.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kalau hanya satu rumah yang menjaga kebersihan, sementara rumah yang lain mengotori…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

kampung ini akan tetap sakit.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kebersihan tidak mengenal pagar!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Sampah dari rumahmu bisa sampai ke halaman tetanggamu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Air kotor dari belakang rumahmu bisa mengalir ke sumur orang lain.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Karena itu…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

jangan merasa hidup sendiri!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kita bertetangga.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Hari ini mungkin aku tidak membutuhkanmu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Tetapi siapa tahu besok…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

akulah yang datang mengetuk pintumu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Hari ini mungkin rumahmu tidak kebanjiran.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Tetapi siapa tahu besok…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

air dari saluran yang kita abaikan bersama masuk ke rumahmu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Maka, rukunlah!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kalau tetangga sedang membersihkan selokan, jangan hanya berdiri di pintu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ambil sapu!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kalau ada kerja bakti, jangan sembunyi di dalam rumah.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Bawalah tenaga!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Kalau ada yang membuang sampah sembarangan…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

jangan langsung bermusuhan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Tegurlah dengan baik.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Karena menjaga kampung bukan soal siapa yang paling kuat berteriak.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Menjaga kampung adalah soal siapa yang mau saling mengingatkan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(LEMBUT.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Rukun itu bukan berarti tidak pernah berbeda.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Rukun itu…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

ketika berbeda, kita masih mau duduk bersama.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Masih mau berbicara.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Masih mau mencari jalan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Seperti air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Air tidak pernah memilih jalan hanya untuk dirinya sendiri.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ia mengalir.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ia memberi.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Ia menyambungkan kehidupan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(TOKOH BERLUTUT DI DEKAT MATA AIR.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Sirah cai…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Engkau adalah kepala kehidupan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dari sinilah semuanya bermula.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Maka jangan kotori awal kehidupan kita.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jangan tunggu air mengering baru kita menangis.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jangan tunggu sungai menjadi hitam baru kita menyesal.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jangan tunggu anak cucu kita bertanya:(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Kakek… dulu air itu seperti apa?”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Lalu kita hanya bisa menjawab…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

“Dulu, air di sini jernih sekali.”(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jangan!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jangan sampai masa depan hanya mengenal kejernihan sebagai cerita.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Mari…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Mulai dari tangan kita.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Mulai dari rumah kita.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Mulai dari halaman kita.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Buang sampah pada tempatnya.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Bersihkan saluran air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Rawat pepohonan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jaga mata air.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dan jaga hubungan dengan tetangga.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Sebab kampung yang bersih bukan hanya karena jalannya disapu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Tetapi karena hati warganya masih mau saling peduli.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(TOKOH MENGAMBIL AIR DENGAN KEDUA TANGANNYA.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Cai…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Teruslah mengalir.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Jangan berhenti memberi kami kehidupan.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dan kami…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

kami berjanji akan belajar.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Belajar tidak membuangmu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Belajar tidak mengotorimu.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Belajar hidup bersih.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Belajar hidup rukun.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Karena kami akhirnya mengerti…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

menjaga mata air berarti menjaga hidup.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Dan menjaga hidup…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

berarti menjaga sesama.(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(TOKOH MENENGADAHKAN AIR DI KEDUA TANGAN. LAMPU PERLAHAN REDUP. TERDENGAR SUARA GEMERICIK AIR.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

TOKOH (lirih):(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

Sirah cai…
ulah pegat…
ulah pegat…
ulah pegat…(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

(Gelap.)(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

23-08-2026. Selesai…!(Source: kosapoin.com/sirah-cai)

MENCARI HIJAU
Baca Tulisan Lain

MENCARI HIJAU

Giri Mustika Roekmana M.Sn.

(Source: kosapoin.com/sirah-cai)


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.124
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *