(Ketika mesjidku terkepung kayu glondongan Mengingatkan kita pada Kabah yang di kelilingi jamaah peziarah)
Kampungku luluh lantak diterjang kayu glondongan teringat Firaun Abu Jahal Hitler Musolini Idi Amin Yang berselancar dengan dosa glondongan yang memporak- porandakan peradaban Semut diseberang lautan tampak jelas… Gajah di pelupuk mata hilang dalam penglihatan Kita menunjuk orang dengan satu jari_ tiga jari mengarah pada diri sendiri… Dosa glondongan lahir dalam banjir bandang tata moral dan etika yang runtuh, kasih sayang yang ditelantarkan tanpa perawatan…
Yesmil Anwar, S.H., M.Si. (lahir 11 September 1954) adalah seorang ahli hukum Indonesia yang berprofesi sebagai pengajar dan ahli kriminologi (kriminolog). Seniman Teater dan penyair_ sebelum pensiun, staf pengajar mata kuliah HAM di Unpad dan Unpas Bandung. Yesmil Anwar juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Merah penghargaan Rucita Wicara dari Unpad. Menulis puisi sejak tahun 1975, yang sebagaian besar di pubikasikan di HU PiKIRAN RAKYAT. Bergiat di group HaikuKu dan Haiku Nusantara. Kumpilan puisi terbarunya ‘DARI SEBUAH PENGABDIAN’ (2014)
DYING II Pukulan telak nakTepat di ulu hatiTerasa sampai ingin lari jauhMenghindari pukulan tak terdugaHingga keberanian bolong oleh ketakutanTulisan cinta…