Suara Dari Simpang(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
dari simpang masa
kami bawa tanya yang lahir dari cinta
apakah hukum masih bernama cahaya
bila bayang teramat mudah dibaca?
tidak untuk menggugat takhta
cuma memastikan langkah tak buta(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
duhai penjaga garis tegas batas dan jalan
di dadamu kami titip harapan
suara yang lemah jangan diabaikan
sebab hukum tak punya wajah dan nama
maka adil tak boleh memilih siapa(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
seragammu harus menjadi pelita
bukan kabut menutup kami punya mata
lantaran kau tak dibesarkan puja
tapi dari keberanian untuk menjaga
maka setialah pada sumpah yang diikrarkan
sekali pun angin kepentingan tandang menyerukan(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
kami tak menuntut langit bersih
selamatkan langkah jujur di jalan tersisih
tegas bagi yang merusak nurani
lembut bagi yang menandaskan arti(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
dekatlah pada rakyat tanpa sekat
dengarlah keluh dari nasib yang terikat
bila pelindung sejati bukan benteng yang tinggi
maka datanglah peluk pada hari-hari sepi(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
kami generasi yang tumbuh dari luka
masih percaya pada makna negara
kamilah suara
yang menjaga langkah kalian tetap setia(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
di bawah gugus bintang dan siang yang terang
tegaklah tanpa condong ke utara atau selatan
bila hukum adalah rumah bersama
tempat setiap jiwa merasa merdeka(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
2025(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)

SAJAK-SAJAK Ramdiana
Ketika Senja Gugur di Mataku I(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
bisikmu merambat di tepi jendela
angin membawa sisa rautmu
seperti lagu yang kehilangan suara(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
daun-daun menampung cahaya renta
sedang waktu mencoba menenun kata
aku memanggilmu,
lewat hujan yang diam-diam(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
riuh kota jadi gema tak tentu
di jalanan basah langkahmu berlalu
meninggalkan bayang ragu(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
langit menulis puisi di kaca kereta
jatuh satu-satu hurufnya
pecah di dada seperti rahasia(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
kukenang langkahmu di pelabuhan
kau bawakan aku payung biru
aku bawakan untukmu kesunyian
kapal tak pernah benar-benar berangkat
sedang doa terus berlayar begitu lambat(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
sepi bergetar di kawat burung
padam harapan di udara kelu
kenanganku bising di langit murung(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
di bawah lampu jalan
kelak kau kembali sebagai ingatan
dan sebelum malam menutup pintunya
kukembalikan cintamu pada hujan dan cahaya(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
2025(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)

PUISI Yesmil Anwar
Ketika Senja Gugur di Mataku II(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
langkah-langkah lembutmu surut dari halaman waktu
bila napasku berburu rindu
kukenang kau sebagai bayangan ragu(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
pada kabut, malam jatuh tak bernama
di sela genting dan aroma bunga
lalu detak jam berhenti di dada
rinduku menjelma doa yang sia(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
pada retakan di jendela
di bawah langit yang sama
bisikku tenggelam di tengah suara
hujan yang tak selesai jatuhnya(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
kupungut daun dari jejak perjalanan
di tengah suaramu yang terus bergema
di antara tenun tahun kehilangan(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
ketika senja gugur di mataku
malam menulis wajahmu di kaca
sedang setiap garisnya adalah waktu yang lupa
aku menghapusnya, sebab di situ aku pernah percaya(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
2025(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)

PUISI Sosiawan Leak
Barangkali Luka Adalah Rumah(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
barangkali luka
adalah jalan menuju sunyi yang jujur
kau mencari jawab di antara detik berdarah
sementara waktu hanya tahu cara mencuri(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
di reruntuhan aku pernah berdoa
dengan nada timbul tenggelam menyebut nama
dari tatap menjadi kenang, dari genggam menjadi gema(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
dan ketika kau bertanya,
mengapa takdirnya tetap luka?
sebab semesta tak pandai menulis akhir bahagia
diajarkannya kehilangan, agar kita tahu arti bertahan(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
maka biarkan perjumpaan menjadi perpisahan
seperti laut yang setia mengirim ombak kepada pantai
sebagaimana kenang mengekalkan pelukan(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
barangkali luka adalah rumah
tempat kita pulang dengan dada retak
menyalakan setitik cahaya
dari nyaris sisa padamnya doa(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
di jendela aku melihatmu
membaca ulang nasib di antara kaca dan kabut
di situ, cinta berhenti sebagai isyarat lembut(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
hingga kelak takdir menyisakan namamu
sebagai alamat bagi rindu(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)
2025(Source: kosapoin.com/puisi-agung-maulana)

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
Negara: Brazil (Santa Catarina)
Device: Desktop
OS: macOS, Browser: Chrome
