Di Negeri Tak Bernama
sampai pagi kita masih terjaga
menunggu ayat kehidupan yang tersandera
sembari menatap langit tua
kita merisau pada angka di kalender terluka
kita mencari resep sederhana
tentang hidup tetapi sekadar bernafas
hanya bayangan dan harapan moksa
sementara di tengah malam kita tempias
pada nuansa paling murka
menatap peristiwa demi peristiwa
di negeri tak bernama
seandainya kita mampu bersuara
lantas suara siapakah yang terdengar
oleh mereka? sementara kita terbakar
pada kebijakan laksana pembunuhan terakbar
hingga kita menjadi debu dari mimpi yang gusar
Bandung, 2026

PUISI Yesmil Anwar
Wajah Negeri Tak Beruba
kita adalah sepeda motor atau mobil
di negeri yang labil
menginjak tanah sendiri
membayar pajak sendiri
tetapi tersembelih oleh aturan tak manusiawi
kita tersiksa pada hari-hari
menjadi roda, menggelinding
dan menabrak kota tua sepi
lalu kita merapal di ruang hening
wajah negeri tak berubah
terlihat lipstik di bibir pemerintah
tak pernah memberi arah
selalu mempermainkan jalan kita yang lemah
Bandung, 2026

PUISI Rachman Sabur
Sebungkus Nurani Mahasiswa Bar
genggamlah masa depanmu
di balik laptop dan gawai baru
tulislah sekumpulan opini
dan imajinasi-imajinasi
tergambar di kepala api
untuk sebungkus nurani
dekaplah jas almamatermu
bergumul dalam pemikiranmu
melintasi buku dan potret negerimu
kelak jiwamu memburu
sekarung mimpi yang terbelenggu
kakimu tergerak melangkah
melewati jembatan politik merah
tegaklah dayamu
melenggang ke atas podium
dan menahan tangis yang ranum
bagimu, negeri ini harus kembali
ke jalan baru
ke dunia baru
agar rakyat tertantang maju
agar isi gedung adalah rakyat merenung
mencuat ide bagi negeri tak terus berkabung
Bandung, 2026


