PUISI Muh Husen Arifin

muh

Di Negeri Tak Bernama(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

sampai pagi kita masih terjaga
menunggu ayat kehidupan yang tersandera
sembari menatap langit tua
kita merisau pada angka di kalender terluka(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

kita mencari resep sederhana
tentang hidup tetapi sekadar bernafas
hanya bayangan dan harapan moksa
sementara di tengah malam kita tempias(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

pada nuansa paling murka
menatap peristiwa demi peristiwa
di negeri tak bernama
seandainya kita mampu bersuara(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

lantas suara siapakah yang terdengar
oleh mereka? sementara kita terbakar
pada kebijakan laksana pembunuhan terakbar
hingga kita menjadi debu dari mimpi yang gusar(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

Bandung, 2026(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)


Wajah Negeri Tak Beruba
(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

kita adalah sepeda motor atau mobil
di negeri yang labil
menginjak tanah sendiri
membayar pajak sendiri
tetapi tersembelih oleh aturan tak manusiawi(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

kita tersiksa pada hari-hari
menjadi roda, menggelinding
dan menabrak kota tua sepi
lalu kita merapal di ruang hening(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

wajah negeri tak berubah
terlihat lipstik di bibir pemerintah
tak pernah memberi arah
selalu mempermainkan jalan kita yang lemah(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

Bandung, 2026(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary


Sebungkus Nurani Mahasiswa Bar
(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

genggamlah masa depanmu
di balik laptop dan gawai baru
tulislah sekumpulan opini
dan imajinasi-imajinasi
tergambar di kepala api
untuk sebungkus nurani(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

dekaplah jas almamatermu
bergumul dalam pemikiranmu
melintasi buku dan potret negerimu(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

kelak jiwamu memburu
sekarung mimpi yang terbelenggu
kakimu tergerak melangkah
melewati jembatan politik merah(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

tegaklah dayamu
melenggang ke atas podium
dan menahan tangis yang ranum
bagimu, negeri ini harus kembali
ke jalan baru
ke dunia baru
agar rakyat tertantang maju
agar isi gedung adalah rakyat merenung
mencuat ide bagi negeri tak terus berkabung(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

Bandung, 2026(Source: kosapoin.com/puisi-muh-husen-arifin-2)

PUISI Yusef Muldiyana
Baca Tulisan Lain

PUISI Yusef Muldiyana

Muh. Husen Arifin

Apakah artikel ini membantu?

Tulisan Lain dari Penulis :

IP: 216.73.217.126
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *