Ragam Wacana Budaya, Sastra, dan Sosial Terkini 2025 dari Kosapoin

ragam budaya indonesia

Ragam Wacana Budaya, Sastra, dan Sosial Terkini 2025 dari Kosapoin tahun 2025 menjadi momen penting bagi geliat budaya, sastra, dan wacana sosial yang terus berkembang di Indonesia. Melalui Kosapoin.com, para penulis muda dan kontributor lintas disiplin hadir membawa perspektif segar tentang tradisi, nilai, serta perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Berikut kami rangkum sepuluh artikel pilihan terbaru yang layak untuk dibaca dan direnungkan.

Menggali Tradisi Leluhur di Kampung Naga [lihat], tulisan karya Galih M Rosyadi ini ini tidak hanya berbicara prihal Kampung Naga saja yang terkenal dengan Rumah Panggung dan Hutan Larangan-nya. Galih lebih luas menelusuri kearifan lokal masyarakat Kampung Naga yang hidup selaras dengan alam dan memegang teguh warisan budaya leluhur.

Keteladanan Ulama Multitalenta. Tulisan dari redaksi yang menurunkan judul berita: Haul ke-64 KH. Muhammad Sudjai Digelar: Mengenang Keteladanan Ulama Multitalenta Tanpa Sekat Ormas [lihat]. Disamping sebagai informasi acara, akan tetapi sebuah refleksi mendalam tentang sosok KH. Muhammad Sudjai dan relevansi ajarannya di tengah tantangan sosial keagamaan masa kini terasa hidup kembali.

Refleksi Sastra dalam Kalampeda [lihat], sebuah prosa yang ditulis oleh Adhy Rical, mengindikasikan bahwa dari ragam perjalanannya tersebut ia mampu merangkum ragam rasa, kritik, dan kepekaan sosial dalam format padat dan tajam dari hasil telisiknya, selama perjalanan berlangsung.

Drama dan Imajinasi Kritis dalam tulisan essai [lihat] Semangat Panggung, Otak Tertinggal: Pesta Pencitraan Kita karya Yoyo C. Durachman tersebut tidak sekadar berbicara akan kritik sosial yang dikemas melalui pendekatan dramatik oleh tokoh teater yang tidak hanya menyoal naskah, tapi juga kesadaran kolektif pada ragam jejaring media sosial dengan plus dan minusnya.

Sebagaimana sebuah reportase perihal Perjalanan dan Berbagi dengan judul Idul Adha dan Perjalanan Berbagi [lihat], di sini Syifa Siti Sofia tidak cenderung pada catatan naratif saja, tetapi sekaligus reflektif tentang momen Idul Adha dari sudut pandang perempuan muda yang peka sosial.

Maka jatuhlah pada judul Hanya yang Bisa Membaca [lihat], dalam tulisan dari Usep Asa’dullohil Masllul, itu menyoal literasi spiritual dan makna tersirat dalam kehidupan sehari-hari melalui renungan ringan.

Kritik pedas lewat celoteh Sadar Rasa dalam judul Samar Polah Sadar Rasa [lihat] yang ditulis oleh Hasbi Afifi tersebut menyoroti perpaduan antara perlawanan batin, keresahan, dan kesadaran akan arah hidup manusia urban dalam era digital.

Memoar dan format semi monologHai Mata Hatiku[lihat] yang masih ditulis oleh Hasbi Afifi tak sekadar naratif lirih yang menyentuh tema kehilangan, harapan, dan pengharapan dalam dekapan spiritualitas yang personal.

Hal ini berkait erat denga Wisata Budaya dan Refleksi Diri dalam 10 Tempat Wisata Terbaik Indonesia 2025 [lihat], yang ditulis oleh Aca ini sebagai sebuah refleksi dari ragam kepenatan hidup dengan cara menikmati keindahan alam dan budaya lokal sambil merenungkan bagaimana pariwisata bisa menjadi sarana penyadaran diri.

Sehingga lahirlah Qurban, Makna, dan Tafsir Ulang, dalam judul tulisan Qurban Nama yang Tak Disebutkan [lihat], Galih M Rosyadi memaparkan bukan sekadar perihal tafsir kontekstual dari kisah qurban yang sering terlewatkan, dengan ditulis dalam gaya naratif penuh simbol dan rasa, jadilah sublime dalam renungan.

Sebagaimana sajak-sajak dari Gusjur Mahesa [lihat], Rachman Sabur [lihat] dan Yesmil Anwar [lihat], Rika Rostika Johara [lihat] bukan semata sekadar jejak renung saja. Namun ada sesuatu yang sublim dalam teks, konteks dan Intertek-nya untuk bisa dipecahkan bersama.

Dari pilihan senarai ini, kosapoin tak sekadar meluncurkan karya sastra dan berita saja, melainkan sebuah refleksi untuk bisa direnungkan ulang oleh para pembacanya. Baik dan buruknya. Plus dan minusnya mutlak ada di tangan pembaca. []


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *