Roymon Dan Puisi Yang Saling Membaca
Saya bertemu Roymon Lemosol. Penyelenggara Semesta memberi kesempatan perjumpaan kepada kami melalui sebuah acara sastra yang berlangsung hampir tiga hari,…
Timur Budi Raja, lahir di Bangkalan, 01 Juni 1979. Alumnus S1 Sosiologi, Universitas Trunojoyo Madura. Menulis puisi, prosa lirik, beberapa naskah pertunjukan, esai sastra dan bergiat mengaransir puisi-puisinya ke dalam bentuk musik puisi. Kepada Terima Kasih (2017), merupakan album musik-puisinya yang pertama. Diundang sebagai Penyaji Musikalisasi Puisi di Gedung Tertutup, Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (2024), Forum Brayan NTB (2024) & Basecamp (2024). Bukunya yang telah terbit: Aksara Yang Meneteskan Api (Lingkar Sastra Junok, 2006). Opus 154 (AkarHujan Press, 2012). Tujuh Tipografi Tahun (Penerbit Delima, 2017), dan Penyamun Saleh (Rumah Akar Literasi, 2017). Disamping itu sejumlah essai dan puisinya terhimpun dalam antologi bersama serta sempat tersiar di berbagai media massa baik terbitan lokal, daerah pun nasional. Sempat mewakili Indonesia dalam ajang MASTERA. Kini membangun Komunitas Bawah Arus Bangkalan dan mengelola penerbitan Rumah Akar Literasi Bojonegoro. Selain itu, juga berkiprah di Komunitas Keluarga Padusan.
Saya bertemu Roymon Lemosol. Penyelenggara Semesta memberi kesempatan perjumpaan kepada kami melalui sebuah acara sastra yang berlangsung hampir tiga hari,…
Kelahiran dan Lingkungan Bertumbuh Sebenarnya, saya berada dalam situasi yang cukup rumit untuk mendeskripsikan sosok Syarifuddin Dea: Babe. Hal ini…