PUISI Husni Hamisi
SEBELUM ISYARAT (1) Kami tidak bermimpi apa-apa malam itu.Itulah yang paling mencurigakan. Jam bertiktak di dindingBayangan kipas angin berputarSeolah menjaga…
Husni Hamisi, penyair Kontemplatif dari Ternate, Maluku Utara, yang di kenal dari puisi-puisinya yang menyalakan spiritualitas, buku puisi antologi tunggalnya adalah " Api, Kita dan Tuhan (2022) ", dan " Rendaman Arwah (2025) " , puisi-puisi juga di muat beberapa media cetak dan online dan berbagai antologi bersama lainnya, Husni Hamisi percaya bahwa puisi bukan sekadar seni kata, melainkan ritus batin yang terus tumbuh dalam jiwa manusia. Memenangkan sayembara Puisi tingkat Nasional dan Negeri Serumpun Asia Tenggara. Dapat di hubungi di husni.hamisi@gmail.com / husnihamisi.wordpress.com, Ig @husni_alikhsany. Kini Menetap di Jakarta.
SEBELUM ISYARAT (1) Kami tidak bermimpi apa-apa malam itu.Itulah yang paling mencurigakan. Jam bertiktak di dindingBayangan kipas angin berputarSeolah menjaga…
LIMA PERIHAL YANG TAK DITEMUIDI BUKU PUISI MANAPUN, SELAIN DISINI. 1/ Hantu Penawar Harga Di pasar lama Depok, udara penuh…
Nenek Sri Mulyani yang Pura–Pura Guoblok; “Apakah semua harus dari negara?Ataukah ada partisipasi dari masyarakat?”katamu, nenek Menteri. Seperti hujanyang…
Monolog Alat-Alat di Bengkel Motor Di ujung gang yang jarang tercatatkami, para alat bengkel, berkumpul dalam zikir yang sunyi.Dari lubang…
— Ada yang datang di kepala, memilih menjadi puisi, saat pengumuman amnesti dan abolisi diumumkan orang-orang itu, seraya mereka berjabat…
Kitab Arang Laborombonga (kutukan yang ditanam di tenggorokan para penambang tanah moyang) Malam itu, kami terbangun dari…