PUISI Doni Muhamad Nur

doni muhamad nur puisi

PALUNG RASA(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Jiwa menari ringan di ujung fana
Bagai tetes pagi luruh ke bumi(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

SAJAK-SAJAK Husni Hamisi
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Husni Hamisi

PERIGI PURBA(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Matahari tidak terbit di atas langit
Ia menyala di dasar sunyi batinmu(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Pecahkan cermin pembatas hati
Seisi jagat mengalir dari hulumu(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

AKAR SUNGAI(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Orang-orang riuh memadati jembatan
Aku berjalan tingkuh di atas buritan(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Mulut-mulut bising melempar kerikil
Dadamu palung menampung gigil(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Ranting pengetuk memeluk sepi
Kau telah rebah di urat nadi(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

LANGIT MERDEKA(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Dinding-dinding batu runtuh berantakan
Pucuk-pucuk pinus tegak menantang awan(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Lembah sunyi melepas mata air jernih
Membasuh pasir gersang yang letih(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Akar-akar tua memutus pasrah
Ranting patah kembali berdarah(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Fajar subuh mengetuk pintu cakrawala
Negeri terjaga dalam pelukan semesta(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

LUMUT WAKTU(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Wajahmu berulang lahir pada ranting berbeda
Menetap jadi hijau yang abadi di urat kayu tua(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Kisah-kisah runtuh melintasi ribuan gugur
Air mata lama mengendap di dalam lumpur(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Kunang-kunang membelah pekatnya belukar
Menembus rimbun tempat akar melingkar(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Kita pernah hanyut dari mata air yang sama
Membawa dingin luruh sejak hujan pertama(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Hari ini seluruh aliran bermuara di kakimu
Membasuh jejak sunyi yang mencintaimu(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

ARANG SEPI(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Angin lembah meniup sisa pembakaran
Ranting-ranting hangus rebah di tepian(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Asap tipis menguap ke udara
Meninggalkan jelaga tanpa suara(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Hujan subuh membasuh sisa lereng
Menimbun arang mati di sisi bedeng(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Likat tanah kian mengendap pekat
Akar-akar rumput pelan menyekat(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Matahari terbit melintasi lipatan hari
Liarnya sepi membusuk di dalam diri(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Jejak abu lamat-lamat tertutup lumut baru
Kabut tua memintal pintal lupa masa lalu(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

KARANG JIWA(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Jangan memburu mata air di luar edar
Rimbun semak di dadamu belum kau bakar(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Tanganmu sibuk menanam pagar haur cucuk
Menghalangi angin gunung hendak masuk(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Canngkul dalam-dalam litanya endapan tua
Runtuhkan gundukan tanah pembatas jiwa(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Biarkan parit buntu pecah terbelah
Aliran liarnya bebas meluap tumpah(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Singkirkan cadas hitam yang melintang
Membuka jalan bagi hijau yang datang(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Tanah lereng kini semakin terbuka sunyi
Menanti benih pertama jatuh dari samawi(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Hujan turun membasuh sekujur badan
Menyatu murni dalam pelukan ladang(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur

PADANG SENYAP(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Melepas timbangan salah dan benar
Melangkah ke sabana yang melebar(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Kabut tipis turun menyelimuti lereng
Dua bayang berbaring di sisi lereng(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Desau angin lembah berayun di sela ranting
Jadi nyanyian dingin yang pelan mengiring(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Batin mengendap diam dalam senyapnya raga
Menolak ingatan pada riuh liar semburat jelaga(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Pucuk-pucuk hijau pelan merunduk tidur
Menatap sisi cahaya yang kian mundur(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Tetes air mengental di ujung daun muda
Membasuh sisa sengketa yang pernah ada(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Malam pekat pelan menutup pandangan mata
Melenyapkan seluruh rupa di permukaan dunia(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Dua sunyi kini mengunci seisi ruang
Tiada yang datang, tiada yang pulang(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

KILAU SENJA(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Biarkan ingatan ini datang mengetuk batinmu
Bagai rona merah yang tertinggal di balik bukit itu(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Ia menyusup pelan di batas sunyi yang rawan
Kala bintang-bintang mulai berebut tempat di awan(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Ada retakan menganga pada batang pinus tua
Tempat embun subuh merembes masuk ke dalam jiwa(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Jangan lagi mengutuk robeknya kulit kayu yang pecah
Nun di sanalah rahim tempat fajar baru mulai merekah(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Berhentilah meringkuk seolah kau tanah yang mati
Lihatlah liarnya akar yang diam-diam menari sunyi(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Ribuan getah dingin meluncur di dalam urat dadamu
Menghidupkan kembali hijau yang sempat luruh dulu(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

LEBUR TUNGGAL(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Pagar dan pematang telah roboh rata
Tiada lagi batas yang mengepung mata(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Tiang-tiang rumah lapuk dimakan rayap
Sarang burung di dahan menyulam senyap(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Lampu minyak padam kehabisan sumbu
Segenap ruang kamar menjelma bulan biru(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Tali timba terputus di dalam sumur
Gagang cangkul patah terkubur lumpur(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

Kunci berkarat lepas dari pintu tua
Hening membeku melarutkan segala(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-doni-muhamad-nur-5)

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

Doni Muhamad Nur

Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.90
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *