[Apa arti Mikro Interval? Dan Prinsip Sistem Mikro interval atau Mikro Tonal dalam musik barat itu seperti apa?]
Mikro interval (micro-interval) ini adalah jarak nada yang lebih kecil daripada semiton (setengah nada) dalam sistem musik Barat modern.
Pada umumnya dalam musik Barat yang selalu digunakan pada saat ini: Satu Oktaf dibagi menjadi 12 nada yang sama jaraknya, yaitu: 12-TET / Twelve-Tone Equal Temperament. Jarak terkecil yang biasa dipakai adalah 1 semiton. Misalnya; dari C ke C♯ atau dari E ke F.
Namun dalam musik mikrotonal (microtonal music), oktaf dapat dibagi menjadi lebih banyak bagian; dan sehingga muncullah nada-nada, yakni; di antara nada-nada yang biasa kita kenal. Dan Nada-nada inilah yang disebut mikroton – mikrotonal atau mikro interval (dalam Karawitan Sunda: Swarantara Nada Kerep).
Sebagai Contoh Mikro Interval:
Dalam teori musik, oktaf sering diukur dalam cents:
• 1 oktaf = 1200 cents,
• 1 semiton = 100 cents,
• 1 quarter-tone (seperempat nada) = 50 cents,
• Jadi mikro interval bisa berupa:
• 50 cents (¼ nada),
• 25 cents,
• 33,3 cents,
• 75 cents,
atau bisa disebut ukuran lain yang lebih kecil dari semiton.
Prinsip Sistem Mikrotonal Barat:
Membagi Oktaf Menjadi Lebih Banyak Nada:
Alih-alih 12 nada per oktaf, beberapa sistem menggunakan:
• 19 nada per oktaf,
• 24 nada per oktaf (quarter-tone),
• 31 nada per oktaf,
• 53 nada per oktaf.
Semakin banyak unsur pembagian, maka semakin halus perbedaan nadanya.
Mencari Intonasi yang Lebih Akurat:
Beberapa komponis merasa sistem 12 nada tidak selalu menghasilkan rasio harmonik yang paling murni. Mereka menggunakan sistem seperti: Harry Partch, dan Ben Johnston yang mengembangkan musik berdasarkan rasio frekuensi alami (Just Intonation).
Memperluas Warna Ekspresi Musik:
Mikrotonalitas memungkinkan nuansa yang tidak dapat dicapai oleh piano standar. Misalnya:
Melodi terdengar “melengkung” di antara nada. Harmoni menjadi lebih kaya. Ekspresi emosional lebih halus. Karena itu mikrotonal banyak digunakan dalam musik eksperimental, kontemporer, dan lintas budaya.
Hubungan dengan Musik Tradisional Dunia:
Menariknya, konsep mikro interval ini sebenarnya bukanlah hal yang baru, karena banyak sekali tradisi musik yang telah lama menggunakan nada di antara sistem 12 nada Barat, misalnya: Timur Tengah melalui sistem maqam, serta India melalui konsep shruti, juga Indonesia melalui laras slendro dan pelog yang tidak identik dengan tangga nada piano Barat.
Karena itu, dari sudut pandang etnomusikologi, justru sistem 12 nada Barat modern dapat dianggap sebagai salah satu cara mengatur nada, bukan satu-satunya cara.
Jika Dikaitkan dengan Ahata dan Anahata:
Dalam pendekatan filsafat suara yang sering muncul dalam tradisi Yoga dan spiritualitas India, maka mikro interval dapat dipahami sebagai upaya menangkap getaran-getaran nada yang sangat halus di antara nada utama. Dan secara musikal inilah, yaitu yang disebut fenomena akustik dan estetika, sedangkan secara spiritual sering dihubungkan dengan kepekaan mendengar resonansi batin (anahata nada). Namun hubungan tersebut lebih bersifat filosofis daripada teori musik ilmiah.
Secara singkatnya; mikro interval adalah jarak nada yang lebih kecil dari semiton atau setengah nada, sedangkan sistem mikrotonal adalah sistem musik yang menggunakan pembagian oktaf lebih rinci daripada 12 nada Barat standar, hal ini adalah untuk memperoleh ketepatan intonasi dan lebih memperkaya warna ekspresi.
Sekian Terimakasih
Bandung, 12.Juni.2026









