NOISE OF HEAD: LADANG YANG DITANAM

pameran 1

Ruang pameran tunggal Kriss Kronx (AdhikKristiantoro) di MIRACLE PRINTS. dok. All foto Jajang R. Kawrentar

Catatan Pameran Tunggal Kriss Kronx

Yogyakarta | Pembukaan Pameran tunggal Kriss Kronx (AdhikKristiantoro) di MIRACLE PRINTS Jl. @Kadipaten no.32 Kadipaten Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Jumat, 1 Mei 2026 sekalian memperingati Hari Buruh dibuka Patub Porx. Sejumlah anggota kelompok seni Barbaradoz hadir, dimana Kriss bagian dari kelompok itu, menambah keseruan pembukaan.

Semula 50 karya yang akan dipamerkan dengan media kanvas, kertas dan satu artefak tenda komando gempa bumi Yogyakarta, 24 Mei 2005 namun ditambah 30 karya di kertas yang dibuat sewaktu dalam penjara. Karya-karya visualisasi dari noises of head, memperkenalkan, mendokumentasikan wajah siapapun sebagai sifat dan karakter terbaik hingga terburuk.

cover pameran 1000
Pelkukis Kriss Kronx (AdhikKristiantoro) di depan karya-karyanya

Noises of Head itu seperti suara-suara mendengung. Istilahnya, ‘kesalahan bukan terdapat pada penyiarnya namun kerusakan pada Handphone anda’. Bisa jadi bukan saja karena telinganya terganggu gangguan, namun terdapat gangguan-gangguan lainnya.

Suara di kepala ini bisa jadi bisikan-bisikan tetangga, bisikan pemerintah, atau percakapan, seperti suara dari dalam diri, semacam halusinasi. Kemungkinan kebisingan di kepala ini gejala awal gangguan kejiwaan atau gangguan mental, mendengar dan merespon suara-suara, yang orang lain tidak dengar. Maksudnya, orang lain tidak mempedulikan suara-suara itu, namun bila semua suara diterima dimasukkan dalam pikiran dan perasaan terjadi bising berdengung. Suara-suara membuat cemas, atau memerintahkan sesuatu.

Suara-suara itu menjadi akan semakin bising sebab arus banjir badai informasi tanpa henti membentur-benturkan otak. Tubuh berusaha bereaksi melawannya, mengelak, mengalah dan berdamai. Di era digital sulit dihindari, di mana pendapat mudah diakses dan disebarkan. Suara-suara terus bergema seperti denyut nadi atau oksigen yang masuk lewat hidung mengembangkan paru-paru disebarkan ke seluruh tubuh lalu dikeluarkan lagi.

Membiarkan berpikir sesuatu secara berlebihan yang terus-menerus, berulang-ulang tanpa menemukan jalan ke luar, membuat fokus pada kekhawatiran masa depan atau penyesalan masa lalu. Kondisi ini menyebabkan lelah, linu pegal-pegal pikiran, stres, cemas, serta mengganggu kerja otak dan fisik.
Sesungguhnya kebisingan sebanyak buih dilautan datang tidak masalah seandainya kebisingan itu dibiarkan pergi dari kepala setiap waktu. Pertanda seseorang sedang mengalami dan mendalami kehidupan normal sebagai manusia. Suatu pelajaran bahwa apa yang dipikirkan terkadang sering tidak sesuai kenyataan.

pameran 2
suasana pembukaan pameran

Bahayanya jika kebisingan itu datang serentak tak mau pergi-pergi malah bercokol membuat sarang dan nyaman dipelihara di kepala, menggerogoti tubuh dan menguasai kendali pikiran. Bisa kehilangan kendali, karena kendala kehidupan merubahnya abnormal.

Bagi Adhik Kristiantoro sebagai perupa dan pemusik kebisingan yang dikeluarkan dari alat musik melahirkan karya musik diekspresikan dipanggung musik. Sementara kebisingan yang riuh bersumber dari rayuan iklan, politikus, motivator, berita tuduhan-tuduhan, aksi sensasional, prilaku asusila, MBG, Pajak, kekerasan, kesewenang-wenangan, suara pendapat orang lain itu mendorong munculnya gagasan untuk berkarya seni rupa. Justru kebisingan menjadi sumber daya alam yang perlu digali diaplikasikan menjadi drawing dan lukis.

Pengamatan Adhik Kriss yang mendalam atas realitas sosial, ekonomi, politik, selebriti dan intrik, dipilihnya dua sisi, terang dan gelap. Dua warna menjadi ciri khas yang tak terhindarkan dari karya-karyanya pada edisi saat ini.

Namun tidak demikian semuanya, karena Roker juga manusia punya sisi romantis, dan melankolisnya. Tidak selamanya hitam putih, gelap terang, ada juga karyanya menggunakan warna-warni jablay dan alay atas nama cinta dan kerinduan sebagai insan yang humanis.

Gayanya drawing dan lukis Adhik Kriss ini kalau dalam musik menganut aliran Heavy Metal. Dengan garis menggunakan tinta tebal bleberan kuasnya berkarakter susu murni atau fermentasi salak pondoh yang disuling. Terasa lokalitas Jawanya.

Setiap garisnya membaca dan menuliskan berbagai karakteristik orang-orang yang pernah dijumpainya di media sosial, mungkin seperti presiden dan wakilnya, Donald Trump, mentri HAM, mentri Pertanahan, teman-teman dekatnya, tukang ojek online, mungkin juga istri dan putranya ditumpahkan di media tersebut.

Banyak wajah dan figur manusia yang terdistorsi dengan gaya geometris figuratif. Rekaman wajah-wajah itu bercerita sendiri bagaimana nyinyirannya atau mengungkapkan tokoh yang dapat dibanggakan. Meskipun kemudian mengecewakannya. Karena terjebak narasi viral yang dibagikan ribuan kali dan disampaikan seseorang yang terlihat berwibawa sehingga dianggap benar.

Padahal kebenaran tidak lahir dari suara yang paling keras atau dari jumlah orang yang paling banyak setuju. Kebenaran lahir dari kesesuaian antara akal, bukti, dan kenyataan, kata Ibnu Sina.

Namun masalah-masalah itu diadopsi Adhik Kriss menjadi karya drawing dan lukis yang artistik. Masalah itu ternyata membawa berkah. Kebisingan di kepala dikembalikan dalam bentuk karya yang komunikatif. Menjadi ladang pertanian seni rupa untuk bercocok tanam. Mestinya dalam setahun akan tumbuh ribuan karya dan suatu saat akan panen, memetik hasilnya.

80 karya yang dipamerkan kali ini di Miracle Art, menggunakan media kanvas, kertas dan satu artefak tenda komando gempa bumi Yogyakarta, 24 Mei 2005 adalah ladang yang ditanam. Menjadi bunga serta buah siap dipanen.*)

Kulonprogo, 25 April 2026



Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *