Pluralitas adalah lukisan Tuhan Bumi ini kanvas besar warna-warni kehidupan_ membentuk lengkung pelangi jiwa yang tak pernah usai Kita memang berbeda, penyadaran dan disadarkan keberadaan insani Lalu mengapa kita harus membenci sesama yang berbeda atas nama keyakinan agama dan ideologi?
Keberpihakan adalah sebuah kewajaran bila kita menghayatinya dalam belanga jiwa yang jembar, bersih dari keengganan filosofis sisi lain mata uang
Ya, pluralisme adalah lukisan Tuhan Karena perbedaan adalah rahmat bagi seluruh alam semesta Dalam sapuan kuas Maha Rahmam dan Maha Rahim yang tidak terbatas Carilah dirimu dalam diri-Nya Carilah diri-Nya dalam dirimu Dalam lukisan sapuan cinta kasih antar sesama…
Yesmil Anwar, S.H., M.Si. (lahir 11 September 1954) adalah seorang ahli hukum Indonesia yang berprofesi sebagai pengajar dan ahli kriminologi (kriminolog). Seniman Teater dan penyair_ sebelum pensiun, staf pengajar mata kuliah HAM di Unpad dan Unpas Bandung. Yesmil Anwar juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Merah penghargaan Rucita Wicara dari Unpad. Menulis puisi sejak tahun 1975, yang sebagaian besar di pubikasikan di HU PiKIRAN RAKYAT. Bergiat di group HaikuKu dan Haiku Nusantara. Kumpilan puisi terbarunya ‘DARI SEBUAH PENGABDIAN’ (2014)
sebuah puisi renungan peringatan tahun baru: TAHUN BARUYANG BERTAYYAMUM Belum layak rasanya mengusap peluh 2025 dengan acara extravaganza yang spektakuler…