Kota Tasikmalaya || (Humas Kankemenag kota Tasikmalaya) – Kantor Kementerian agama kota Tasikmalaya menggelar Forum Diskusi Lintas Sektoral dalam upaya memperkuat kerukunan antar umat beragama, Rabu, 10/09/2025.
Turut Hadir Kepala kanwil Kemenag Jawa Barat untuk memberikan sambutan di sesi pembukaan acara, sekaligus perkenalan dengan para tokoh yang hadir dikarenakan beliau baru saja dilantik menjadi kepala kanwil. Kemudian turut hadir juga wali kota Tasikmalaya, menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara forum Grup Diskusi ini secara resmi, tepat pada pukul 09.00 WIB di Ballroom Hotel City.
Selanjutnya sesi kedua yang merupakan sesi inti pada kegiatan ini, yakni acara diskusi dengan para pemateri handal yang dipandu meriah oleh sosok moderator enerjik, yaitu DR. Ahmad Zaki Mubarak dari civitas akademika.
Materi pertama disampaikan oleh Aep Naon, S. H dari KaSat Intel Polresta Tasikmalaya mengenai 4 tahap pencegahan konflik dan intoleransi pada geberasi. Pertama dimulai sejak dini di lingkungan keluarga, orangtua mempunyai peran sangat penting dalam menanamkan sikap toleran dan saling menghargai, maka peran para Agamawan dalam menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat sebagai para orangtua dirumahnya adalah hal inti. Kedua di lingkungan pergaulan anak, baik di sekolah maupun di permainannya.
Pentingnya kolaborasi antar tenaga pendidik, orangtua dan tokoh masyarakat untuk menjaga kekuatan saling mencegah generasi muda kita. Ketiga di lingkungan kerja. pentingnya kita mempraktikkan nilai nilai Pancasila dilingkungan kerja dan keempat di dunia Maya. Kita harus berjuang bersama dalam menangkal informasi hoaks di media sosial. Pungkasnya.
Materi kedua disampaikan oleh Kepala Staff Kodim Kota Tasikmalaya tentang pemahaman mendasar dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. “Kita harus menanamkan pemahaman 4 pilar Negara kepada anak anak, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI”, imbuhnya. Kerukunan hadir karena adanya keharmonisan, keharmonisan hadir karena adanya cinta. Maka tanamkan dan praktikan nilai nilai cinta tanah air dan wawasan kebangsaan di kehidupan kita supaya menjadi teladan untuk generasi baru kita, pungkasnya.
Materi ketiga merupakan materi terakhir yang disampaikan oleh Ade Hendra dari Kesbangpol Kota Tasikmalaya. Beliau menyampaikan materi tentang peran pemerintah dalam menjaga kerukunan.
“Pemerintah sebagai pelayan masyarakat harus menjadi pegawai yang dipercaya, dicintai dan dirindukan masyarakat, bukan sebaliknya.” Tuturnya. “Pelayanan yang baik bagi masyarakat adalah salah satu kunci terjaganya kerukunan di masyarakat sebab dari pelayanan yang baik akan mewujudkan kondusifitas dan dari sana akan hadir kerukunan”. tambahnya.
“Perjuangan kita saat ini diantaranya adalah menjaga komunikasi yang baik dengan lintas sektoral demi terjaganya sinergitas antara pemerintah, ketokohan dan masyarakat”. pungkasnya.
Sesi selanjutnya sesi dialog tanya jawab. Terlihat antusias dan kemeriahan yang tampak dari para peserta yang hadir. Agus perwakilan dari ormas PUI memberikan tanggapan berkaitan kegiatan ini, “Bahwa masyarakat adalah pelaku utama penjaga kerukunan dan punya ketahanan hidup yang kuat, sehingga justru yang perlu menjaga nilai nilai kerukunan itu pihak pemerintah, jangan sampai terjadi kembali hal hal anarkisme dari peristiwa kemarin sebagai output dari kekecewaan masyarakat”. Tuturnya.
Sementara Emin Muhaemin, Penyuluh Agama Islam Cibeureum ikut menanggapi dalam kegiatan ini, “Kita akan selalu siap sedia menjaga kerukunan, sinergitas dan keutuhan bangsa sebagai warisan leluhur kami, sehingga kegiatan ini alangkah baiknya diselenggarakan tiga bulan sekali”. Imbuhnya yang disambut gelak tawa peserta.
Selepas sesi materi dan diskusi, acara dilanjutkan dengan sesi pengucapan deklarasi damai oleh seluruh peserta yang di pandu oleh Kesbangpol kota Tasikmalaya dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Damai Bersamamu dan bersalaman.
Semoga dengan adanya kegiatan yang sangat bermanfaat ini bisa menjadi energi yang senantiasa hadir membersamai gerak langkah kita dalam menjaga keutuhan, persatuan dan kerukunan antar umat dns bangsa Indonesia.









