ANAK IBRAHIM YANG DISEMBELIH: MENILIK INKONSISTENSI RIWAYAT IBNU ‘ABBAS RA

Anak ibrahim yang disembelih

Kisah mengenai anak Ibrahim AS yang diperintah Allah untuk disembelih hanya diceritakan satu kali dalam Al-Quran. Dan itu pun tanpa menyebut nama dari anak tersebut (Lihat QS al-Shooffaat ayat 101-111).

Hal inilah yang kemudian memunculkan perbedaan pendapat di kalangan para ulama, bahkan di kalangan para sahabat Nabi Muhammad SAW sendiri mengenai nama dari anak Ibrahim AS yang diperintah untuk diqurbankan tersebut.

Satu nama sahabat Nabi SAW, yakni Ibnu Abbas muncul dalam banyak atsar dan riwayat yang menjelaskan mengenai nama anak Ibrahim AS tersebut.

Namun, yang unik adalah dari berbagai riwayat yang bersandar pada Ibnu Abbas tersebut terkesan telah terjadi adanya inkonsistensi dalam penyebutan nama anak Ibrahim AS yang diperintah untuk disembelih itu.

Dalam beberapa riwayat Ibnu Abbas RA secara tegas menyebut Ishaq; dan dalam beberapa riwayat yang lainnya ia justru begitu tegas menyebut nama Isma’il sebagai anak Ibrahim AS yang disembelih tersebut.

Dalam kitab Al-Durrul Mantsur fii al-Tafsiir al-Quran bil-Ma’tsur yang ditulis Jalaluddin al-Suyuthi, misalnya, disebutkan sebagai berikut:

و أخرج عبد الرزاق و ابن المنذر من طريق الزهري عن القاسم رضي الله عنه في قوله “فبشرناه بغلام حليم” قال: قال ابن عباس رضي الله عنهما هو إسحاق عليه السلام، و كان ذلك بمنى.

Artinya: Abdul-Razzaq dan Ibnu al-Mundzir pernah mengeluarkan sebuah riwayat dari jalur Al-Zuhri yang diterima dari Qasim RA tentang Firman Allah “maka kami memberi kabar gembira kepadanya (Ibrahim) dengan anak lelaki yang penyabar” (QS As-Shooffaat ayat 101), ia berkata: Ibnu Abbas RA pernah berkata bahwa anak lelaki tersebut adalah Ishaq AS, dan peristiwa itu terjadi di Mina. (al-Durrul Mantsur fii al-Tafsir al-Quran bi al-Ma’tsur, juz 15, hlm 102).

Masih dalam kitab yang sama, dan dalam riwayat yang juga sama-sama bersambung kepada Ibnu Abbas RA juga disebutkan sebagai berikut:

و أخرج عبد بن حميد و ابن جرير من طريق يوسف بن مهران و أبي الطفيل عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: الذبيح إسماعيل عليه السلام.

Artinya: Abd bin Humaid dan Ibnu Jarir telah mengeluarkan satu riwayat dari jalur Yusuf bin Mahran dan Abi al-Thufail diterima dari Ibnu Abbas RA, di mana ia pernah berkata: yang disembelih adalah Isma’il AS. (al-Durrul Mantsur fii al-Tafsir al-Quran bi al-Ma’tsur, juz 15, hlm 105).

Bahkan ketika menceritakan detail kronologi dari peristiwa penyembelihan anak Ibrahim AS tersebut, Ibnu Abbas RA juga dalam riwayat-riwayat yang disandarkan kepadanya menyebut kedua nama dari anak Nabi Ibrahim AS itu.

Dalam riwayat yang dikeluarkan oleh Al-Thabrani, misalnya, Ibnu Abbas menyebut Ishaq, seperti dalam riwayat berikut ini:

و أخرج الطبراني عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: لما أراد إبراهيم عليه السلام أن يذبح إسحاق قال لأبيه: إذا ذبحتني فاعتزل لا أضطرب فينتضح عليك دمي فشده، فلما أخذ الشفرة و أراد أن يذبحه نودي من خلفه (أن يا إبراهيم قد صدقت الرؤيا).

Artinya: Imam al-Thabrani telah mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu ‘Abbas RA di mana ia pernah berkata: ketika Ibrahim AS hendak menyembelih Ishaq maka Ishaq pun berkata kepada ayahnya tersebut: ketika kau menyembelihku maka menjauhlah, supaya aku tidak membuatmu terguncang dan darahku tidak tertumpah kepadamu. Kemudian dia (Ibrahim) mengikatnya. Ketika ia mengambil pisau dan hendak menyembelihnya, terdengar suara memanggil dari belakangnya, “Hai Ibrahim, engkau telah membenarkan mimpimu.” (al-Durrul Mantsur fii al-Tafsir al-Quran bi al-Ma’tsur, juz 15, hlm 104).

Namun dalam riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abbas justru menyebut nama Isma’il seperti dalam riwayat berikut ini:

و أخرج أحمد و ابن جرير و ابن أبي حاتم و البيهقي في شعب الإيمان عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: لما أمر إبراهيم عليه السلام بالمناسك عرض له الشيطان عند المسعى، فسابقه، فسبقه إبراهيم عليه السلام ثم ذهب به جبريل عليه السلام إلى جمرة العقبة، فعرض له الشيطان، فرماه بسبع حصيات حتى ذهب، ثم عرض له عند جمرة الوسطى فرماه بسبع حصيات ثم تله للجبين و على إسماعيل عليه السلام قميص أبيض، فقال: يا أبت ليس لي ثوب تكفني فيه غيره، فاخلعه حتى تكفني فيه، فعالجه ليخلعه، فنودي من خلفه (أن يا إبراهيم قد صدقت الرؤيا) فالتفت فإذا كبش أبيض، أعين، أقرن، فذبحه.

Artinya: Imam Ahmad, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan Imam al-Baihaqiy dalam Syu’bul Iman diterima ari Ibnu Abbas RA di mana ia pernah berkata: ketika Ibrahim AS diperintah untuk melaksanakan ritual (penyembelihan) setan pun kemudian berupaya memalingkan Ibrahim dari ritual itu di dekat tempat sa’i, maka setan mengejar Ibrahim, kemudian Ibrahim mengejarnya lebih cepat, kemudian Jibril pun membawanya ke jumroh ‘aqabah, kemudian setan berupaya memalingkan Ibrahim dari penyembelihan itu, lalu Ibrahim pun melempari setan dengan tujuh kerikil sampai ia kabur. Kemudian ia menampakkan diri kepadanya di Jumroh Wustho, maka ia melemparkan kepadanya tujuh buah kerikil, kemudian meletakkan Isma’il di keningnya, sedang Ismail a.s. memakai baju putih. Ia berkata: “Wahai ayahku, aku tidak mempunyai pakaian apa pun untuk engkau kafaniku kecuali ini, maka tanggalkanlah pakaianku agar engkau dapat kafaniku dengannya.” Lalu ia mencoba melepaskannya, lalu terdengar suara panggilan dari belakangnya: “wahai Ibrahim sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu”, kemudian ia (Ibrahim) berbalik dan melihat seekor domba jantan berwarna putih, bermata bagus dan bertanduk besar, lalu ia menyembelihnya. (al-Durrul Mantsur fii al-Tafsir al-Quran bi al-Ma’tsur, juz 15, hlm 105).

Dari keempat riwayat tersebut terlihat jelas bagaimana Ibnu Abbas RA di satu waktu menyebut Ishaq dan di waktu yang lain menyebut Isma’il sebagai anak Ibrahim yang diperintah untuk disembelih.

Namun, jika kita riwayat sahabat lainnya maka kita akan menemukan nama Isma’il secara tegas disebutkan sebagai anak yang disembelih tersebut.

Dalam riwayat yang disandarkan pada Abu Hurairah RA, misalnya, disebutkan sebagai berikut:

و أخرج عبد بن حميد من طريق الفرزدق الشاعر قال: رأيت أبا هريرة رضي الله عنه يخطب على منبر رسول الله صلى الله عليه و سلم و يقول إن الذي أمر بذبحه إسماعيل.

Artinya: ‘Abd bin Humaid dari jalur Farazdaq al-Syaa’ir pernah berkata: “aku pernah melihat Abu Hurairah RA berkhutbah di atas mimbar Rasulullah SAW dan berkata: “sesungguhnya orang yang diperintah untuk disembelih adalah Isma’il. (al-Durrul Mantsur fii al-Tafsir al-Quran bi al-Ma’tsur, juz 15, hlm 107).

Bahkan, dalam riwayat yang disandarkan pada sahabat Mujahid dan Sayyidina Hasan RA juga disebutkan nama yang sama:

و أخرج عبد بن حميد عن مجاهد و الحسن رضي الله عنهما قال: الذبيح إسماعيل.

Artinya: ‘Abd bin Humaid pernah mengeluarkan sebuah riwayat yang diterima dari Mujahid dan Hasan RA berkata: “yang disembelih adalah Isma’il. (al-Durrul Mantsur fii al-Tafsir al-Quran bi al-Ma’tsur, juz 15, hlm 106).

Bahkan, dalam riwayat yang disandarkan pada sahabat ‘Abdullah bin Salam, yang merupakan sahabat nabi dari kalangan Anshar sekaligus ahli kitab tersebut menyebutkan nama yang sama:

و أخرج الحاكم بسند فيه الواقدي من طريق عطاء بن يسار رضي الله عنه عن عبد الله بن سلام رضي الله عنه قال: الذبيح إسماعيل.

Artinya: Imam al-Hakim pernah mengeluarkan sebuah riwayat dengan sanad yang di dalamnya terdapat al-Waqidiy dari jalur ‘Atha’ bin Yasar RA dari ‘Abdullah bin Salam RA berkata: “yang disembelih adalah Isma’il.” (al-Durrul Mantsur fii al-Tafsir al-Quran bi al-Ma’tsur, juz 15, hlm 106).

Bahkan jika kita melihat hadits lain yang juga diriwayatkan oleh Imam al-Hakim disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

أنا ابن الذبيحين

Artinya: Aku adalah anak dari dua orang yang hendak disembelih. (HR. al-Hakim).

Dan dari hadits ini juga, sebagaimana kita tahu bahwa nabi Muhammad SAW adalah keturunan Ibrahim dari jalur Isma’il AS, bukan dari jalur Ishaq AS.

Wallahu A’lam bis-Showaab.***


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *