Telah tertoreh jutaan kata yang jadi tafsir langkah hidup ini. Jangan biarkan kalam hanyut bagai kapal tanpa nakhoda, yang mengabaikan garis cakrawala dan bintang kamukus. Ada beberapa kelepak elang yang menjanjikan tanah harapan. Mungkin saja ada sedikit rasa duka ketika kabut turun. (Tapi tak perlu kau ciptakan badai, dalam cangkir jiwamu…) Biar semuanya berjalan apa adanya. Karena tak akan ada yang mampu menghapus jejak sejarah. Walau pun dengan berjuta-juta kata yang menuai tuba, Segalanya telah tercipta, pada Maha Kitab yang tersedia untuk kita : Subhanallah.
Bandung, 2013 Dipetik dari buku puisi yesa ‘DARI SEBUAH PENGABDIAN’ (2014)
Yesmil Anwar, S.H., M.Si. (lahir 11 September 1954) adalah seorang ahli hukum Indonesia yang berprofesi sebagai pengajar dan ahli kriminologi (kriminolog). Seniman Teater dan penyair_ sebelum pensiun, staf pengajar mata kuliah HAM di Unpad dan Unpas Bandung. Yesmil Anwar juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Merah penghargaan Rucita Wicara dari Unpad. Menulis puisi sejak tahun 1975, yang sebagaian besar di pubikasikan di HU PiKIRAN RAKYAT. Bergiat di group HaikuKu dan Haiku Nusantara. Kumpilan puisi terbarunya ‘DARI SEBUAH PENGABDIAN’ (2014)
Demo Indonesia 2025. bulan tak nampakJeritan IndonesiaPertiwi nangis Cekam Agustusmahasiswa membelarakyat terpuruk menjelang pagiberita kian ramaimurkanya rakyat Oh Indonesiabahasa para…
Dalam konteks sistem feodal-kapitalis (sinkretisme antara hierarki tradisional dan logika pasar), pilar-pilar seni mengalami perubahan radikal yang sering dianggap sebagai…