PUISI Fardan Romdhoni

COVER PALMA

TARIAN TERAKHIRKU
(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Aku pernah menari
Di tepi hutan dengan pohon-pohon
Menjulang tinggi
Di antara batuan karang
Yang manusia juluki surga bumi(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Aku menari dengan sepenuh hati
Bukan karena ingin dipuji
Tetapi karena di hadapanku Tuhan membentangkan keindahan
Yang tak meminta apa-apa selain disyukuri(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Aku menari
Diiringi riuh angin sebagai musikku
Hijau hutan sebagai punggungku
Dan manusia
Masih menjadi penonton
Yang berjarak(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Tapi semua tak bertahan lama(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Sampai suatu pagi manusia datang
Bukan lagi dengan kekaguman
Tapi jemari yang sibuk menghitung
Membawa peta dan rencana
Menadai pohon dengan warna merah(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Pohon tempatku bernyanyi mereka tebang
Hutan pangungku menari mereka lubangi
Sungai tempatku minum perlahan keruh
Oleh jejak sepatu dan janji janji
Yang tak pernah kami mengerti(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Satu persatu temanku menghilang
Entah sudah mati
Entah sudah pergi
Karna tempat ini sudah bukan rumah lagi
Melainkan halaman investasi(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Sekali saja..(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Aku ingin menari
Meski ini terakhir kali
Tapi langit tempat ku berkicau
Penuh asap dan debu tambang
Pohon tempatku menari Semuanya tumbang(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Kini aku bukan lagi penari
Aku hanyalah seekor burung cenderawasih
Sisa-sisa dari panggung yang diratakan
Dari nyanyian yang dihentikan
Dari hidup yang kalian tebus dengan keserakahan(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Maka jangan heran bila kelak
Keindahanku hanya bisa kau temui
Di halaman buku anak-anakmu,(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Karena kalianlah
Yang menuliskannya
Dengan debu tambang
Dan batang pohon tumbang(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Lalu menyebutnya: pembangunan(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

2025(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

PERSIMPANGAN PALMA(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Disebuah rimbun pohonan
Mataku menengadah
Sedikit kesilauan
Membiarkan hangat itu
Masuk disela dingin-gigilku,
Sisa malam kemarin(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Udara pagi yang memeluk embun
Basah jatuh di keningku
Aku menyukainya
Hingga ingin berdiri lebih lama
Sebelum sesuatu menggoyah
Tanah yang kupijak(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Riuh angin menghantar suara
Jejak sepatu, ayunan cangkul
Dan bisik yang tak ku mengerti
Terhembus bersama asap rokok
Sesakkan napas.(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Ah, kukira hijau akan semakin meluas
Akar-akar akan saling mencari
Tetapi, kulihat di peta mereka ingin mengganti
Zamrud katulistiwa dengan ketamakan
Yang berjajar rapih
Tak peduli tanah luruh
Tak peduli akar rapuh(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Yang mereka dirikan tegak perkasa
Menyisir kabut dengan pelepah berduri
Di akarnya tanah merintih
Di buahnya manusia berebut emas cair(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Tak sesempurna Kelambir
Dengan julukan pohon seribu guna
Yang memang paripurna bagi sesama
Sawit sekadar fatamorgana
Mengenyangkan nahkoda bangsa.(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Aku lemah tak berdaya
Kulihat teman-teman hijauku dicabut paksa
Saat ini hanya Tuhan temanku berbicara
Tuhan selamatkan yang tak bersalah
Tuhan ampuni yang tak berdosa
Tuhan sadarkan si buta dunia.(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Bilamana bumi murka
Tidak ada akar yang siap
Usap tangisan semesta(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Wahai kau yang bertangan besi
Andai kata itu terjadi
Apa kalian akan memutar balikkan fakta
Atau cukup melabeli itu
Atas nama musibah dari tuhan?(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Mungkin dingin-gigilku akan sedikit berbeda
Dari hujan yang menghidupkan
Hingga tenggelam yang menyakitkan(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

Demam-gigilku melarungmu.(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

2026(Source: kosapoin.com/puisi-fardan-romdhoni)

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.244
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *