Puisi Aditiya Widodo Putra

PUISI ADITIYA WIDODO PUTRA

Bintang Kecil(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Pendar-pendar, bintang kecil,
Bertanya aku pada rahasiamu yang mungil.
Bertahta tinggi di angkasa raya,
Bagai intan berkilau mulia.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Kala sang surya selesai bertugas,
Padam cahayanya di bentang luas,
Saat itulah engkau memperlihatkan sinar,
Berpendar lembut hingga pagi bertukar.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Langkah pengembara di tengah malam,
Terselamatkan oleh percikmu yang diam.
Tak tahu ia arah yang harus dituju,
Tanpa hadirmu pembawa petunjuk itu.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Di tirai langit engkau bertakhta,
Mengintip lembut di balik jendela.
Mata mungilmu tak pernah terpejam,
Menjaga bumi sepanjang malam.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Secercah sinarmu sungguh berarti,
Menuntun jiwa yang hampir mati.
Meski tak terjangkau rahasia wujudmu,
Tetaplah berpendar, bintang kecilku.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

Ketika Kudengar Sang Ahli Antariksa(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Ketika kudengar sang ahli antariksa bersuara,
Saat rumitnya angka dan data berderet di depan mata,
Saat bagan dan rumus dipajang untuk dihitung dan dikira,
Saat aku duduk menyimak ceramah yang disambut riuh gempita,
Tiba-tiba rasa jenuh dan mual merayap tanpa duga,
Hingga aku beranjak melangkah, keluar menepi sengaja,
Merasa embun malam yang basah, berkelana memeluk semesta,
Lalu sesekali mendongak menatap bintang, dalam diam penuh pesona.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

Sang Satria(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Tak perlu kau menjadi manusia sempurna,
juga tak usah berlutut merayap pasrah,
merintih bertobat di gurun pasir nan dahsyat.
Cukup biarkan raga serta jiwamu bernapas bebas,
mencintai segala hal yang membuatnya bahagia.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Bicaralah padaku tentang getir penyesalanmu,
maka akan kubagi pula kisah dukaku padamu.
Di saat bersamaan, jagat raya terus berputar.
Sang surya dan bulir hujan yang jernih
menari melintasi hamparan bumi,
membasahi rimba lebat serta padang hijau,
menelusuri megahnya gunung dan alur sungai.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Lihatlah kawanan angsa liar di angkasa biru,
mereka mengepakkan sayap, terbang pulang menuju rumah.
Siapa pun engkau, seberapa pun meratapi kesendirian,
semesta senantiasa membentang bagi imajinasimu.
Ia memanggilmu bak jeritan angsa liar—lugas dan membakar asa,
berulang kali menegaskan kehadiranmu,
bahwa engkau adalah bagian utuh dari keagungan alam semesta.(Source: kosapoin.com/puisi-aditiya-widodo-putra)

Aditiya Widodo Putra

Apakah artikel ini membantu?

Tulisan Lain dari Penulis :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *