SAJAK DARI RUMAH SAKIT JIWA (Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Begitu tenang kujaring bulan
Di atas bayang-bayang, cermin
Yang menghadang, rumus dan dongeng
Dari sudut mata setiap orang(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Atap rumahku menyimpan salju
Dan kini aku bunuh diri di ruang
Yang tak kau ketahui: hujan, angin
Halilintar, ada di dalam diri(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Kekasih, rabalah dada ini
Tak usah kau tebak arah kata-kataku
Sebagai teka-teki atau kartu mati
Kekasih rabalah dada ini(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Aku memilih hujan dari senyuman
Seorang lelaki yang dingin dan menghilang
Aku rindu kematian, angin
Telah membawaku pergi dari bangkai malam
Mata dunia, potret-potret hujan sementara
Yang sembunyi di luar nalar(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Di balik ruang-ruang yang samar dan bergetar
Aku memilih kematian sebelum kauciptakan
Mawar, alamat yang tak pernah kautuju
Aku memilih mata angin, bagi rasa sepi
Yang kekal dan dingin(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Aku memilih kematian, kekasih
Bulan separuh meruang di atas batu
Lalu mawar itu kubawa sebagai lagu
Sebagai kelahiran yang datang dari lukamu(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Aku bukanlah pengecut, kekasih
Dan tidak pernah takut, aku ingin
Memenggak racun langsung dari mulutmu
Sebuah cahaya datang setelah malam
Mengolah laut di dasar kalbu(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)

PUISI Ihya M Kulon
LANGIT KACA(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Tengadah ke bintang-bintang
Cahaya menarikan ritus purnama
Cermin melayang-layang
Berdenting ke udara
Jalan di atas muara dengan lampu-lampu
Memblokir sebuah kenangan
Patung-patung putih berlinang
Menuding langit, gumpalan awan
Bergerak sebelum hujan
Membasuh aura malam(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Cahaya mahkota pada sepotong ingatan
Mengukir peta perjalanan
Tubuhmu menari-nari di nanar tiang-tiang
Jembatan layang, persembahan setetes embun
Yang jatuh dari keinginan tersusun
Dalam sketsa biru jendela-jendela udara
Benang-benang langit dan cahaya(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)
Lewat sungai tanpa arus
Lewat senandung yang menelikung
Sebuah lukisan menengok lautan
Sepiku tanpa batas, angin yang memusar
Ke tebing-tebing, guguran ingatanku
Memeluk gunung-gunung, memeluk jiwamu
Yang tergantung, suara biola dari sebuah ruang
Alamat yang sempat kukenal dari letih napasmu
Aku menembus lalu-lalang hatimu(Source: kosapoin.com/puisi-nina-minareli-6)

PUISI Iwan M Ridwan
Negara: United States (Texas)
Device: Desktop
OS: macOS, Browser: Chrome





