WAYANG
Wayang-wayang
dimainkan dalang
di balik tancap kayon
lakon terbayang
lakon dari segala lakon
bukan semata
kehendak dalang.
Wayang-wayang
di balik bayang
sang dalang
tembangkan suluk peperangan.
Wayang-wayang
serentak
menghentak kayon
menentang kehendak dalang.
Di akhir lakon
dewa-dewa
datang menghadang.

PUISI Yoyo C. Durachman
TOPENG PANJI
Gemuruh bunyi gamelan
menghentak bertalu-talu
mengiringi gerak peradaban.
Bergeraklah tubuhnya
menarikan kesadaran jiwa.
Wajahnya seputih kapas
bagai bayi yang baru lahir.
Matanya sipit alit
mengintip dunia
yang memabukkan.
Wahai penari
topeng panji!
Menarilah terus menari!
selagi kesadaran
jiwa terjaga.
Bergeraklah terus bergerak!
Pada puncaknya
adalah diam

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
MURAL
Bersama gerimis jatuh
aku menyelusuri kotamu
masih seperti dulu
basah dan kumuh.
Dinding sepanjang jalan
dipenuhi mural
tubuh-tubuh beringas
liar!
Tak sepi
Tak juga mati

PUISI Yesmil Anwar
MADURA
Keringat mengucur
dari tubuh-tubuh
para leluhur
jadilah lautan garam
berdarah garam
darah bagi kehormatan
tubuh-tubuh
berkalang tanah
O madura

SAJAK Juniarso Ridwan
PENARI HUJAN
Aku mendengar
hujan menyanyi
bersama angin
berpelukkan.
Aku menyaksikan
tubuhmu menari
bersama hujan
berurai airmata

SAJAK-SAJAK Ayie S. Bukhary
NEGERI BATU
Di negeri batu
batu bertubuh bapak
batu bertubuh ibu
batu beranak batu
batulah aku!

PUISI Husni Hamisi
TUBUH RUNTUH
Daun-daun jatuh
matahari membakar tubuhku.
Tak setangguh batu.
Bila waktunya tiba
tubuhku tak lagi bertubuh
seperti pohon
runtuh

SAJAK-SAJAK Mataya Sutiragen
SI PALSU
Kemaluanmu Mul
bertengger di jidatmu
semakin besar kepalamu
tanpa malu
mengencingi Reformasi
memberaki demokrasi

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
PALSU
Rupa tubuh aktor
di panggung riuh
Kata-kata berseliweran.
Rupa-rupa tubuh aktor
tubuh pura-pura
di panggung gelap
sunyi tanpa penonton

PUISI Ayie S Bukhary
DOA
Tubuhku ingin menjelma
padi merunduk









