SAJAK-SAJAK Galih M. Rosyadi

PUISI GALIH M ROSYADI e1750497202698

TENTANG KATA
buat: SS(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(1)
merawat getar
kata-kata terbagi
di rahim bunyi(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(2)
merawat getir
kata-kata menanti
di sunyi dada(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(3)
merawat kata
getar getir tak sama
di ujung lidah(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

Desember, 2023.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur

KAMPUNG NAGA(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(1)
hutan larangan
di seberang sungai itu
menjaga musim(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(2)
sawah dan ladang
padi kuning merunduk
menyimpan harap(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(3)
beratap ijuk
rumah panggung berbaris
merawat cinta(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(4)
berdesir lembut
tarian daun-daun
bening udara(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(5)
telanjang dada
tangan menganyam bambu
zikir sejati(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

(6)
tak lagi sama
di tiap pasang mata
o, masa depan(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

Desember, 2023.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

PUISI Galih M. Rosyadi
Baca Tulisan Lain

PUISI Galih M. Rosyadi

DI PEMAKAMAN(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

bunga dan daun-daun
menunggu waktu
sunyi angin
menggugurkannya.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

gugur bunga
dan gugur daun
perlahan jadi hara
bagi pohon di dekatnya.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

serupa pesta:
angin, bunga, dan
daun-daun menari-nari
dalam titahNya.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

Desember, 2023.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

ZIARAH
: KH. Zainal Musthafa
(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

lubuk kubur memutar waktu
batu nisan mengabadikan namamu
perang yang dulu pecah
darah yang dulu bersimbah.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

di hadapan tiang bendera
aku hanya memerah kata
kala langit kian melipat cahaya.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

tak kudengar denting pedang
tak kulihat bambu runcing
sebab kau dan 17 santri
telah begitu lama
dihantarkan bala tentara
ke ambang sunyi.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

lantaran aku tak pernah hadir
pada masa lampau
yang amat getir
kala para kampetei
mengacungkan bedil
di tiga arah mata angin(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

aku pun tak pernah paham
kala kau menolak Sandebu
juga Seikerei pada Amaterasu.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

tak kudengar pekik takbir
tak kudengar pula khotbah
pada jumat yang bergetar.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

jalan panjang yang merebahkan doa
dari Singaparna hingga Batavia
tak pernah sempat memberikan pertanda.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

waktu kian mengekalkan namamu
setelah kau hantarkan kecemasan
pada Gunseikan-bu(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

dan hu-mu tak pernah ragu
meski dua belas senapan
juga tiga pucuk pistol
kian meletuskan rasa haru.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)

2018.(Source: kosapoin.com/puisi-galih-m-rosyadi)


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.204
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *