PUISI Ayie S Bukhary

ILUSTRASI PUISI KARYA AYIE S BUKHARY

MELEPAS ANDAI

Pemeranan telah berakhir bersama tutupnya layar panggung
Berlanjut dengan gemuruh penonton meninggalkan gedung pertunjukan
Para aktor berkemas merapikan properti
Berlanjut selebrasi di belakang panggung dengan botol botol minuman keras
Asap rokok memenuhi ruangan altar persembahan
Seperti asap pedupaan yang sakral meninggalkan jejak purba
Gelak tawa muka panas tersiram alkohol
Berceloteh tentang pertunjukan yang baru saja berakhir
Mulut mulut mulai pelo hilang artikulasi
Menertawakan tentang kesalahan dialog sendiri
Improvisasi yang tidak diketahui penikmat dan pengamat
Karangan bunga perlahan melayu
Tepuk sanjung meninggalkan hening
Berat kepala membawa cerita sunyi
Membuka hidup tidak ada andai
Lelap di panggung pengusung
Terbangun tenggorokan panas haus
Seteguk basahi mulut
Bunga srangenge membuka biji mata
Terjaga bala telah kembali
Bicara menunggu cerita
Masih ada laga
Tidak dengan andai

Bandung, 1852026

PUISI Doni Muhamad Nur
Baca Tulisan Lain

PUISI Doni Muhamad Nur

MODE BARU

Pondasi lama keropos
Bangunan runtuh
Untuk kembali sudah tak layak didiami
Telah mematikan kreativitas
Pertumbuhan terlambat tak sehat
Usang mode kaum nomad
Keterbatasan mencakup belenggu
Gelap tempat persembunyian
Tersekat pada batas pola
Mode baru lebih merangsang
Benderang jalan lempang
Memerdekakan awas pencarian
Terang bacaan halaman per halaman
Kesadaran datang dari gelap
Membantu melihat lebih jelas

Bandung, 452026

PUISI Sosiawan Leak
Baca Tulisan Lain

PUISI Sosiawan Leak

BERBATAS DAN LUAS

Sehirup nafas seluas bebas
Setubuh sebatas terbatas
Se ruh seluruh ruang
Hijab badan indah dipandang
Di dalam tempat menenggelam
Dikuliti tubuh mati di bumi segenggam
Kesadaran merapat jadi tuan
Sesuai setepat untaian
Seluruh elemen unsur tergusur
Kembali pada asal bumi melebur
Daya kembali pada esa
Lebur dengan unsur luas luasa
Fana jalan sementara
Mutlak tempat tidak terkira

Bandung, 452026

SEJENGKAL SEDEPA DAN LUAS TAK BERUANG

Bukanlah pesimisme yang datang
Lalu berpeluk padanya
Melainkan sebuah kesadaran yang datang dan baru dimiliki
Mengingat perjalanan permainan memakan waktu dan menggerogotinya
Hilang halus dan kekasaran kemudian
Seperti keluketu memutari api lilin
Putaran menuju mati terbakar
Sesingkat itu waktu dalam upaya
Hitungan singkat bersesuaian siapa kita
Panjang pendek seukuran spesies
Jangka waktu untuk masing masing punya ukurnya
Dan waktu kita tidak melebihi dan mengurangi
Justru itu kesadaran datang tepat waktu
Kebutuhan menaikan gelombang untuk frekuensi seharusnya
Dimensi lain perangkat lebih tinggi
Dan disitu posisi kesadaran
Sampai dimana mendapatkan
Itu tempat hasil upaya
Mode lain tak beruang

Bandung, 552026

PUISI Mataya Sutiragen
Baca Tulisan Lain

PUISI Mataya Sutiragen


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *