PUISI Ayie S Bukhary

Puisi Ayie s bukhary

TERKUBUR MAYA(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Harapan tidak lagi sebuah wahana mawas diri
Melainkan sembilu yang mencabik dasar realis
Kebrutalan yang tertanam sejak alam berpikir beranjak
Sehingga tumbuh subur di tanah gersang
Ranting dan daunnya menaungi setiap berdiri dan berbaring
Akarnya menghujam sampai tulang sumsum belakang
Ilusi seperti fatamorgana sagara penghapus dahaga musafir
Dalam hidup menjadi racun pembunuh
Penghalang kemerdekaan berkembang
Meniadakan kemurnian keberadaan hadir disini
Hilang kepandaian mengenal diri sendiri
Tertunda menyatukan kesadaran penuh
Harapan gula gula pengkatup merusak gigi
Residu bagi kehendak bebas
Walau hidup bukanlah paket lengkap
Keberanian bersikap tentang memahami diri sendiri jelas fardu kifayah
Sepertinya harapan adalah pohon yang aneh
Dan bisa tumbuh di tempat gersang sekalipun
Pohon yang diam tidak terlihat tumbuh akar
Bergerak dalam gelap mengangkat batu yang besar
Kuburan menahun menguburkan sidik jari kehidupan adi
Yang mesti dipahami diri sendiri jadi
Terlepas dari jadi kurcaci
Disini kita bertali frekuensi tinggi
Jalan menepi bersilaturahmi dengan asal cahaya
Bukan sewarga inspirasi tinggi manusia semata(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Bandung, 2762026(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

PENYAMUN(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Kita adalah pemulung yang berdiri diatas harta karun
Tetapi yang kita pungut tidak lebih dari rongsokan
Yang kerap didaur ulang untuk hasil kebaruan
Sementara harta yang berharga tidak dibuka dengan kesungguhan
Dan kuncinya hilang dari genggaman
Sampai sampai misteri yang ada didalamnya
Kunci berkode dikira-kira memaksa untuk dibuka
Karena dilupakan dan kelalaian menjaganya
Berlapis-lapis selubung semakin menebal
Perubahan bertahun-tahun menjadikan jiwa penyamun
Yang menjaga harta tertimbun
Tidak tahu kiluan berapa nilai terkandung
Sementara rongsokan berulang kali didaur ulang
Menyimpan riwayat panjang menahun
Hasil yang sama bentuk yang berbeda
Harta berharga tetap terjaga di kaki kita
Tidak pernah terbuka barang seketika(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Bandung, 2662026(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

SABITAN(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Cerita dipertunjukan
Ditonton para kehilangan diri
Letupan letupan panggung membidik kekosongan pencarian
Setelah lama memainkan ilusi yang telah jadi kudapan instan sehari hari
Dan telah jadi gizi
Ringkih dengan penyakit menahun
Imunitas melemah menjadi kering
Cerita dan pertunjukan di wahana permainan
Menampakan efek plasebo
Dari sembilu sendiri nyeri perih
Menunda obat kompensional meracuni
Kita memang memerlukan subversi dari baalnya mati sebelum maut
Tidak dengan pengobatan persuasif yang lunak
Diperlukan nakal dan liar mengacak
Brutalisasi ditukikkan sampai keterbatasan
Bebas sampai berbatas dan lunas
Cerita itu bertempat di pertunjukan menjadi
Pulang dengan frekuensi(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Bandung, 2952026(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

SAJAK-SAJAK Arif Fathur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Arif Fathur

NARASI MANIPULATIF KEMBANG JALANAN(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Kita selalu disibukan dengan bermacam kulit luar
Menarik elemen elemennya kesana kemari
Memperumit lapisan dalam dengan jaring laba laba
Lebih parahnya lagi jaring laba laba itu menjadi benang kusut
Sampai sampai intinya hampir samar dan buram terlihat untuk diurai
Kejelasan struktur dalam terlupakan dan dipandang jadi hal yang mistis
Unsur dalam tersuruk ke ruang sunyi
Kening berkerut meninggalkan jejak
Bak luas dalam lautan bersisik buih
Keasingan semakin brutal porak poranda
Melupakan arus dalam sebagai universiti
Fakultas fakultas terapan mendominasi keseharian
Universitas sebagai wadah barang teliti tumpul taji
Hirarki perdebatan kembang jalanan
Layu terinjak perjalanan
Timbangan menjadi manusia berat sebelah
Kerumitan semakin unjuk gigi
Keberdayaan sebagai keseimbangan melemah
Berjalan miring orang triping
Hidup manipulatif ria kondusif
Bila bantah berbantahan mengupas alas
Degig menampakan jenis arogansi
Celaka kita bertambah di ranah relativisme
Tidak ajeg berdiri di lautan luas
Lepas menyatukan diri buih berbusa
Memerdekakan kehendak bebas berbeban kendala
Kesadaran sedang di ujicoba
Frekuensi rendah
Lampu kuning menyala(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

Bandung, 2952026(Source: kosapoin.com/puisi-ayie-s-bukhary-29)

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

Ayie S. Bukhary

Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *